Siap Mencetak Startup GreenTech Masa Depan di Indonesia
Minggu, 21 September 2025 - 23:11 WIB
loading...
Indonesian Entrepreneur Project bertujuan mencetak generasi baru startup yang siap bersaing dan menghadirkan solusi nyata untuk tantangan lingkungan dan energi di Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - UD IMPACT, lembaga pendidikan kewirausahaan resmi meluncurkan Indonesian Environmental & Energy Young Entrepreneur Project (selanjutnya disebut Indonesian Entrepreneur Project). Inisiatif ini digelar bersama konsorsium universitas terkemuka Indonesia.
Antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Telkom University Bandung, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Primakara Bali.
Program ini bertujuan mencetak generasi baru startup yang siap bersaing dan menghadirkan solusi nyata untuk tantangan lingkungan dan energi di Indonesia. Selama enam bulan kedepan, Indonesian Entrepreneur Project akan mengajak mahasiswa dan founder tahap awal untuk menjajaki pendekatan UD IMPACT yang fokus pada solusi nyata dan eksekusi.
Baca Juga: Golden Days Startup Sudah Berakhir
Program ini tidak hanya fokus di teori, melainkan mendorong peserta untuk mengaplikasikan idenya lewat pendampingan intensif, hackathon berskala besar, hingga pertemuan langsung dengan investor. Targetnya, program ini dapat menghasilkan sedikitnya 20 startup yang siap berkembang dengan dukungan modal ventura di akhir periode.
Peluncuran ini menjadi langkah penting dalam misi strategis UD IMPACT untuk menjadikan Indonesia sebagai Talent Growth & Matching Hub No.1 di Asia Tenggara pada tahun 2030. Program ini akan ditutup dengan Demo Day, di mana startup terbaik akan mempresentasikan inovasi mereka di hadapan investor regional, mitra korporasi, dan jajaran stakeholder lainnya.
“Masa depan Indonesia ada di tangan entrepreneur yang berani eksekusi. Di UD IMPACT, kami tidak sekadar melahirkan pemimpi, tapi Act-preneurs-founder yang siap membangun bisnis yang relevan dan berdampak. Indonesian Entrepreneur Project jadi penghubung antara talenta muda dengan misi keberlanjutan, melahirkan generasi baru yang akan menjadikan Indonesia pusat inovasi hijau di Asia Tenggara,” ungkap CEO UD Impact Inc, Jeong Heon Kim.
![Siap Mencetak Startup GreenTech Masa Depan di Indonesia]()
UD IMPACT sendiri hadir dengan rekam jejak kuat, setelah melatih lebih dari 25.000 wirausaha di 20 negara dan mencatatkan dampak ESG senilai USD 156 juta pada 2024.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami bisa menjadi bagian dari program UD Impact yang begitu inspiratif. Lewat program ini, saya berharap para peserta bisa mendapatkan lebih banyak pengetahuan, belajar melalui LMS, mendapat bimbingan dari para mentor, serta mengerjakan tugas-tugas yang bermanfaat untuk perjalanan startup mereka," ungkap Head of pre and post incubation Bandung Techno Park, Universitas Telkom Bandung, Eny Widaryanti.
Eny juga berharap bisa membangun relasi kuat dengan mitra maupun VC yang berpotensi memberikan pendanaan. Yang terpenting, menurutnya yakni melihat lebih banyak startup sukses dan kolaborasi yang semakin erat antara Korea dan Indonesia, sehingga founder dari kedua negara bisa bekerja sama lebih baik dan tumbuh lebih besar.
Turut menambahkan, Fathiro Hutama Reksa Putra, Ph.D, Deputy Director of Business Incubator and Accelerator DKST ITB mengatakan “Melihat inovasi dan ekosistem di ITB, khususnya di kalangan mahasiswa dan startup, program UD IMPACT memiliki potensi besar untuk mendukung mahasiswa kami terus mengembangkan ide-ide bisnis di bidang energi dan keberlanjutan,”.
Baca Juga: Jaring Entrepreneur Handal Dorong Bisnis Berkelanjutan Lewat Serangkaian Inovasi
Dengan pengalaman di lebih dari 20 negara Asia, UD IMPACT telah membina lebih dari 25.000 alumni startup, 620 coach, serta 470 mitra institusi, dan menghasilkan dampak ESG senilai USD 156 juta pada 2024.
Programnya telah mendukung startup di bidang deep tech, AI, hingga healthtech, serta mendorong kolaborasi dengan institusi dan pemimpin industri papan atas. Peluncuran Indonesian Entrepreneur Project di Indonesia menandai tonggak baru dalam misi UD IMPACT memperkuat ekosistem inovasi Asia melalui pendidikan kewirausahaan.
Antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Telkom University Bandung, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Primakara Bali.
Program ini bertujuan mencetak generasi baru startup yang siap bersaing dan menghadirkan solusi nyata untuk tantangan lingkungan dan energi di Indonesia. Selama enam bulan kedepan, Indonesian Entrepreneur Project akan mengajak mahasiswa dan founder tahap awal untuk menjajaki pendekatan UD IMPACT yang fokus pada solusi nyata dan eksekusi.
Baca Juga: Golden Days Startup Sudah Berakhir
Program ini tidak hanya fokus di teori, melainkan mendorong peserta untuk mengaplikasikan idenya lewat pendampingan intensif, hackathon berskala besar, hingga pertemuan langsung dengan investor. Targetnya, program ini dapat menghasilkan sedikitnya 20 startup yang siap berkembang dengan dukungan modal ventura di akhir periode.
Peluncuran ini menjadi langkah penting dalam misi strategis UD IMPACT untuk menjadikan Indonesia sebagai Talent Growth & Matching Hub No.1 di Asia Tenggara pada tahun 2030. Program ini akan ditutup dengan Demo Day, di mana startup terbaik akan mempresentasikan inovasi mereka di hadapan investor regional, mitra korporasi, dan jajaran stakeholder lainnya.
“Masa depan Indonesia ada di tangan entrepreneur yang berani eksekusi. Di UD IMPACT, kami tidak sekadar melahirkan pemimpi, tapi Act-preneurs-founder yang siap membangun bisnis yang relevan dan berdampak. Indonesian Entrepreneur Project jadi penghubung antara talenta muda dengan misi keberlanjutan, melahirkan generasi baru yang akan menjadikan Indonesia pusat inovasi hijau di Asia Tenggara,” ungkap CEO UD Impact Inc, Jeong Heon Kim.

UD IMPACT sendiri hadir dengan rekam jejak kuat, setelah melatih lebih dari 25.000 wirausaha di 20 negara dan mencatatkan dampak ESG senilai USD 156 juta pada 2024.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami bisa menjadi bagian dari program UD Impact yang begitu inspiratif. Lewat program ini, saya berharap para peserta bisa mendapatkan lebih banyak pengetahuan, belajar melalui LMS, mendapat bimbingan dari para mentor, serta mengerjakan tugas-tugas yang bermanfaat untuk perjalanan startup mereka," ungkap Head of pre and post incubation Bandung Techno Park, Universitas Telkom Bandung, Eny Widaryanti.
Eny juga berharap bisa membangun relasi kuat dengan mitra maupun VC yang berpotensi memberikan pendanaan. Yang terpenting, menurutnya yakni melihat lebih banyak startup sukses dan kolaborasi yang semakin erat antara Korea dan Indonesia, sehingga founder dari kedua negara bisa bekerja sama lebih baik dan tumbuh lebih besar.
Turut menambahkan, Fathiro Hutama Reksa Putra, Ph.D, Deputy Director of Business Incubator and Accelerator DKST ITB mengatakan “Melihat inovasi dan ekosistem di ITB, khususnya di kalangan mahasiswa dan startup, program UD IMPACT memiliki potensi besar untuk mendukung mahasiswa kami terus mengembangkan ide-ide bisnis di bidang energi dan keberlanjutan,”.
Baca Juga: Jaring Entrepreneur Handal Dorong Bisnis Berkelanjutan Lewat Serangkaian Inovasi
Dengan pengalaman di lebih dari 20 negara Asia, UD IMPACT telah membina lebih dari 25.000 alumni startup, 620 coach, serta 470 mitra institusi, dan menghasilkan dampak ESG senilai USD 156 juta pada 2024.
Programnya telah mendukung startup di bidang deep tech, AI, hingga healthtech, serta mendorong kolaborasi dengan institusi dan pemimpin industri papan atas. Peluncuran Indonesian Entrepreneur Project di Indonesia menandai tonggak baru dalam misi UD IMPACT memperkuat ekosistem inovasi Asia melalui pendidikan kewirausahaan.
(akr)
Lihat Juga :