Naik 111%, GDPS Kelola 6.927 Tenaga Alih Daya di 93 Kota
Selasa, 23 September 2025 - 10:40 WIB
loading...
PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) mencatat pertumbuhan signifikan dalam pengelolaan tenaga alih daya. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS), anak perusahaan Garuda Indonesia Group, mencatat pertumbuhan signifikan dalam pengelolaan tenaga alih daya (TAD).Pada 2022, GDPS mengelola 3.273 TAD, dan sampai dengan pertengahan tahun 2025 ini jumlah tersebut telah meningkat 111% menjadi 6.927 TAD.
Mereka tersebar di 93 kota di seluruh Indonesia, dengan konsentrasi terbesar berada di kawasan Jabodetabek. Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan skala layanan sekaligus kepercayaan klien dari berbagai sektor terhadap kompetensi GDPS.
Direktur Utama PT GDPS Cornelis Radjawane mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan skala layanan yang kian luas sekaligus meningkatnya kepercayaan klien dari berbagai sektor.
"Pertumbuhan ini bukti nyata bahwa GDPS terus berinovasi dan menjaga relevansi layanannya di tengah dinamika industri. Kami ingin memastikan langkah GDPS memberi manfaat lebih luas bagi customer dan membuka peluang kerja di seluruh Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi pada Selasa (23/9).
Baca Juga: GDPS Kuatkan Peran sebagai Talent Sourcing, Penuhi Kebutuhan SDM SPBU BP
Sejak berdiri pada 2019, GDPS awalnya bergerak di sektor aviasi, lalu memperluas layanannya ke berbagai sektor strategis, mulai dari oil & gas, logistik, teknologi, FMCG, energi, pendidikan, hingga otomotif. Ekspansi ini menjadi penanda kemampuan perusahaan dalam menyediakan tenaga kerja profesional lintas industri.
Kontribusi GDPS dinilai penting di tengah meningkatnya jumlah pengangguran terbuka di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2025 terdapat 7,28 juta penganggur, naik 83 ribu orang atau 1,11 persen dibanding periode sama tahun lalu. Model outsourcing adaptif yang dijalankan GDPS disebut mampu menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja.
"Ke depan, kami berharap dapat memperluas kesempatan kerja di berbagai sektor dan wilayah, sehingga kontribusi terhadap perekonomian nasional semakin nyata. Langkah ini juga diharapkan menciptakan tenaga kerja lebih produktif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan global," tambah Cornelis.
Baca Juga: GDPS Kerja Sama Strategis dengan PNG Air, Langkah Tembus Pasar Internasional
Selain memperkuat posisi di pasar domestik, GDPS juga mulai menapaki panggung internasional. Perusahaan menggandeng PNG Air, maskapai penerbangan asal Papua Nugini, sebagai mitra strategis. Kerja sama tersebut menandai pijakan awal GDPS dalam membangun rekam jejak global.
Upaya itu diperkuat dengan partisipasi GDPS pada ajang MRO Asia Pacific 2025 di Singapura. Melalui forum tersebut, GDPS membuka komunikasi dengan berbagai perusahaan global di sektor Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) dan menjajaki peluang kerja sama baru.
Cornelis menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat layanan berbasis teknologi, memperluas jaringan kemitraan, dan mengelola tenaga kerja secara adaptif. "Dengan konsistensi inovasi dan orientasi pada kebutuhan customer, GDPS optimistis dapat memberi kontribusi berkelanjutan bagi penyerapan tenaga kerja Indonesia," katanya.
Mereka tersebar di 93 kota di seluruh Indonesia, dengan konsentrasi terbesar berada di kawasan Jabodetabek. Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan skala layanan sekaligus kepercayaan klien dari berbagai sektor terhadap kompetensi GDPS.
Direktur Utama PT GDPS Cornelis Radjawane mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan skala layanan yang kian luas sekaligus meningkatnya kepercayaan klien dari berbagai sektor.
"Pertumbuhan ini bukti nyata bahwa GDPS terus berinovasi dan menjaga relevansi layanannya di tengah dinamika industri. Kami ingin memastikan langkah GDPS memberi manfaat lebih luas bagi customer dan membuka peluang kerja di seluruh Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi pada Selasa (23/9).
Baca Juga: GDPS Kuatkan Peran sebagai Talent Sourcing, Penuhi Kebutuhan SDM SPBU BP
Sejak berdiri pada 2019, GDPS awalnya bergerak di sektor aviasi, lalu memperluas layanannya ke berbagai sektor strategis, mulai dari oil & gas, logistik, teknologi, FMCG, energi, pendidikan, hingga otomotif. Ekspansi ini menjadi penanda kemampuan perusahaan dalam menyediakan tenaga kerja profesional lintas industri.
Kontribusi GDPS dinilai penting di tengah meningkatnya jumlah pengangguran terbuka di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2025 terdapat 7,28 juta penganggur, naik 83 ribu orang atau 1,11 persen dibanding periode sama tahun lalu. Model outsourcing adaptif yang dijalankan GDPS disebut mampu menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja.
"Ke depan, kami berharap dapat memperluas kesempatan kerja di berbagai sektor dan wilayah, sehingga kontribusi terhadap perekonomian nasional semakin nyata. Langkah ini juga diharapkan menciptakan tenaga kerja lebih produktif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan global," tambah Cornelis.
Baca Juga: GDPS Kerja Sama Strategis dengan PNG Air, Langkah Tembus Pasar Internasional
Selain memperkuat posisi di pasar domestik, GDPS juga mulai menapaki panggung internasional. Perusahaan menggandeng PNG Air, maskapai penerbangan asal Papua Nugini, sebagai mitra strategis. Kerja sama tersebut menandai pijakan awal GDPS dalam membangun rekam jejak global.
Upaya itu diperkuat dengan partisipasi GDPS pada ajang MRO Asia Pacific 2025 di Singapura. Melalui forum tersebut, GDPS membuka komunikasi dengan berbagai perusahaan global di sektor Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) dan menjajaki peluang kerja sama baru.
Cornelis menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat layanan berbasis teknologi, memperluas jaringan kemitraan, dan mengelola tenaga kerja secara adaptif. "Dengan konsistensi inovasi dan orientasi pada kebutuhan customer, GDPS optimistis dapat memberi kontribusi berkelanjutan bagi penyerapan tenaga kerja Indonesia," katanya.
(nng)
Lihat Juga :