Melalui Platform Aset Keuangan Digital, Edena Capital Bakal Menyalurkan Investasi Asing
Selasa, 23 September 2025 - 14:17 WIB
loading...
PT Edena Capital Nusantara, operator platform Aset Keuangan Digital (Digital Financial Asset/DFA) Indonesia mengumumkan kerja sama strategis dengan Kementerian Investasi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Edena Capital Nusantara, operator platform Aset Keuangan Digital (Digital Financial Asset/DFA) Indonesia mengumumkan kerja sama strategis dengan Kementerian Investasi Republik Indonesia untuk memfasilitasi investasi asing langsung sebesar USD10 miliar pada tahun 2026. Dimana akan ditingkatkan menjadi USD50 miliar pada tahun 2027, mendukung langsung target transformasi ekonomi Visi Indonesia Emas 2045.
Pengumuman ini disampaikan dalam pertemuan tingkat tinggi di kantor pusat Kementerian Investasi Jakarta, dihadiri oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu dan Direktur Utama PT Edena Capital Nusantara, Wook Lee bersama Direktur Yayang Ruzaldy serta Komisaris Rendy Ronaldy Bimantara dan Rob Clinton Kardinal.
“Kementerian Investasi mengakui platform Aset Keuangan Digital EDENA sebagai katalis strategis transformasi ekonomi Indonesia,” ujar Wakil Menteri Todotua Pasaribu.
Baca Juga: Milenial Bakal Kuasai Layanan Keuangan Digital
“Kami berkomitmen mendukung inisiatif ini yang akan memperluas kesempatan investasi bagi 270 juta penduduk Indonesia sekaligus menarik modal asing yang signifikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kami.”
Dukungan Kementerian ini hadir pada saat krusial ketika pasar keuangan global mengalami transformasi digital yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dengan BlackRock dan institusi besar lainnya mengalihkan triliunan dolar ke aset tokenisasi, Indonesia memposisikan diri untuk merebut pangsa signifikan dari pasar tokenisasi global yang diproyeksikan mencapai USD16 triliun pada tahun 2030.
Kementerian Investasi akan memberikan dukungan strategis melalui, peningkatan iklim investasi: menciptakan lingkungan regulasi yang kondusif untuk operasi aset digital. Kejelasan regulasi: memastikan pedoman dan kerangka kepatuhan yang jelas.
![Melalui Platform Aset Keuangan Digital, Edena Capital Bakal Menyalurkan Investasi Asing]()
Pengembangan pasar: promosi bersama peluang investasi digital Indonesia. Ditambah serta pembangunan ekosistem: mendukung pengembangan infrastruktur fintech Indonesia
Platform DFA EDENA, dengan dukungan pemerintah akan mentransformasi lanskap investasi Indonesia melalui Demokratisasi akses, investasi minimum mulai dari Rp100.000 (sekitar USD6,5). Penciptaan lapangan kerja, dengan menghasilkan lebih dari 100.000 pekerjaan di sektor teknologi, keuangan, dan pendukung
Pengurangan biaya yakni memotong biaya pendanaan UKM hingga 50% melalui akses modal langsung. Peningkatan likuiditas: memungkinkan perdagangan 24/7 dibandingkan jam pasar tradisional. Menarik FDI: menyalurkan USD10 miliar pada 2026, berkembang menjadi USD50 miliar pada 2027
“EDENA beroperasi di persimpangan dua zona ekonomi utama,” jelas Wook Lee, Direktur Utama PT Edena Capital Nusantara.
Baca Juga: Investasi Digital Rp60 Triliun Masih Dikuasai Jabodetabek dan Bandung
“Dengan Indonesia sebagai pusat ASEAN kami dan Mesir sebagai gerbang MENA-Afrika melalui Bursa STO EDENA Egypt, kami menciptakan koridor keuangan digital pasar berkembang terbesar di dunia, menghubungkan 2,6 miliar orang di lebih dari 70 negara. Dukungan pemerintah Indonesia memvalidasi visi kami dan mempercepat misi kami," paparnya.
Area Kerja Sama Strategis
Kerja sama ini berfokus pada lima area utama, Perdagangan kredit karbon: memonetisasi potensi penyerapan karbon Indonesia yang sangat besar (terbesar ke-3 di dunia).
Tokenisasi infrastruktur: mengkonversi proyek-proyek besar menjadi sekuritas digital yang dapat diperdagangkan. Pembiayaan UKM: menyediakan akses modal langsung untuk usaha kecil dan menengah
Demokratisasi real estat: memungkinkan kepemilikan fraksional properti premium. Pengembangan regulasi: berkolaborasi dalam pengembangan regulasi DFA yang progresif
Kepatuhan Regulasi dan Keamanan
EDENA Capital Nusantara beroperasi dengan kepatuhan regulasi penuh terhadap peraturan keuangan Indonesia, mempertahankan sertifikasi ISO 27001 dan ISO 9001, protokol KYC/AML yang komprehensif, dan infrastruktur keamanan setara bank.
Wakil Menteri Pasaribu menambahkan, “Komitmen EDENA terhadap kepatuhan regulasi dan standar keamanan sejalan sempurna dengan visi kami untuk ekosistem keuangan digital yang kuat dan terpercaya di Indonesia.”
Pengumuman ini disampaikan dalam pertemuan tingkat tinggi di kantor pusat Kementerian Investasi Jakarta, dihadiri oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu dan Direktur Utama PT Edena Capital Nusantara, Wook Lee bersama Direktur Yayang Ruzaldy serta Komisaris Rendy Ronaldy Bimantara dan Rob Clinton Kardinal.
“Kementerian Investasi mengakui platform Aset Keuangan Digital EDENA sebagai katalis strategis transformasi ekonomi Indonesia,” ujar Wakil Menteri Todotua Pasaribu.
Baca Juga: Milenial Bakal Kuasai Layanan Keuangan Digital
“Kami berkomitmen mendukung inisiatif ini yang akan memperluas kesempatan investasi bagi 270 juta penduduk Indonesia sekaligus menarik modal asing yang signifikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kami.”
Dukungan Kementerian ini hadir pada saat krusial ketika pasar keuangan global mengalami transformasi digital yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dengan BlackRock dan institusi besar lainnya mengalihkan triliunan dolar ke aset tokenisasi, Indonesia memposisikan diri untuk merebut pangsa signifikan dari pasar tokenisasi global yang diproyeksikan mencapai USD16 triliun pada tahun 2030.
Kementerian Investasi akan memberikan dukungan strategis melalui, peningkatan iklim investasi: menciptakan lingkungan regulasi yang kondusif untuk operasi aset digital. Kejelasan regulasi: memastikan pedoman dan kerangka kepatuhan yang jelas.

Pengembangan pasar: promosi bersama peluang investasi digital Indonesia. Ditambah serta pembangunan ekosistem: mendukung pengembangan infrastruktur fintech Indonesia
Platform DFA EDENA, dengan dukungan pemerintah akan mentransformasi lanskap investasi Indonesia melalui Demokratisasi akses, investasi minimum mulai dari Rp100.000 (sekitar USD6,5). Penciptaan lapangan kerja, dengan menghasilkan lebih dari 100.000 pekerjaan di sektor teknologi, keuangan, dan pendukung
Pengurangan biaya yakni memotong biaya pendanaan UKM hingga 50% melalui akses modal langsung. Peningkatan likuiditas: memungkinkan perdagangan 24/7 dibandingkan jam pasar tradisional. Menarik FDI: menyalurkan USD10 miliar pada 2026, berkembang menjadi USD50 miliar pada 2027
“EDENA beroperasi di persimpangan dua zona ekonomi utama,” jelas Wook Lee, Direktur Utama PT Edena Capital Nusantara.
Baca Juga: Investasi Digital Rp60 Triliun Masih Dikuasai Jabodetabek dan Bandung
“Dengan Indonesia sebagai pusat ASEAN kami dan Mesir sebagai gerbang MENA-Afrika melalui Bursa STO EDENA Egypt, kami menciptakan koridor keuangan digital pasar berkembang terbesar di dunia, menghubungkan 2,6 miliar orang di lebih dari 70 negara. Dukungan pemerintah Indonesia memvalidasi visi kami dan mempercepat misi kami," paparnya.
Area Kerja Sama Strategis
Kerja sama ini berfokus pada lima area utama, Perdagangan kredit karbon: memonetisasi potensi penyerapan karbon Indonesia yang sangat besar (terbesar ke-3 di dunia).
Tokenisasi infrastruktur: mengkonversi proyek-proyek besar menjadi sekuritas digital yang dapat diperdagangkan. Pembiayaan UKM: menyediakan akses modal langsung untuk usaha kecil dan menengah
Demokratisasi real estat: memungkinkan kepemilikan fraksional properti premium. Pengembangan regulasi: berkolaborasi dalam pengembangan regulasi DFA yang progresif
Kepatuhan Regulasi dan Keamanan
EDENA Capital Nusantara beroperasi dengan kepatuhan regulasi penuh terhadap peraturan keuangan Indonesia, mempertahankan sertifikasi ISO 27001 dan ISO 9001, protokol KYC/AML yang komprehensif, dan infrastruktur keamanan setara bank.
Wakil Menteri Pasaribu menambahkan, “Komitmen EDENA terhadap kepatuhan regulasi dan standar keamanan sejalan sempurna dengan visi kami untuk ekosistem keuangan digital yang kuat dan terpercaya di Indonesia.”
(akr)
Lihat Juga :