Bidik Integrasi Aset Digital dan Ekonomi Riil, JAM Coin Resmi Meluncur
Jum'at, 12 Juni 2026 - 12:28 WIB
loading...
JAM Coin diperkenalkan sebagai utility token yang dirancang untuk digunakan dalam berbagai aktivitas ekonomi dan layanan premium di dalam ekosistem JAM. Foto/Dok
A
A
A
SERANG - JAM Coin resmi diluncurkan kepada publik melalui acara bertajuk Just A Move Begins yang digelar di Hotel Aston Serang, Banten, Rabu (10/6/2026). Peluncuran ini dilakukan sehari setelah disetujui masuk dalam Daftar Aset Keuangan Digital (DAKD) Bursa berdasarkan hasil evaluasi Komite Bursa dan Keputusan Direksi Bursa.
Peluncuran ini menjadi langkah awal pengembangan ekosistem aset digital yang mengintegrasikan teknologi blockchain dengan sektor ekonomi riil. JAM Coin diperkenalkan sebagai utility token yang dirancang untuk digunakan dalam berbagai aktivitas ekonomi dan layanan premium di dalam ekosistem JAM.
CEO JAM, Andre Arthur mengatakan, JAM Coin tidak hanya ditujukan sebagai aset digital untuk diperdagangkan, tetapi juga memiliki fungsi nyata sebagai alat transaksi dalam berbagai layanan yang dikembangkan perusahaan. “Di dalam ekosistem JAM terdapat berbagai fitur dan layanan premium yang menggunakan JAM Coin sebagai alat transaksi," ujar Andre kepada wartawan usai peluncuran.
"Karena itu, token ini tidak hanya memiliki nilai perdagangan, tetapi juga utilitas yang dapat dirasakan langsung oleh penggunanya,” sambutnya.
Baca Juga: Menjembatani Aset Dunia Nyata dengan Teknologi Blockchain
Menurut Andre, pengembangan JAM Coin didukung oleh integrasi berbagai unit usaha yang menjadi fondasi ekosistem sehingga diharapkan mampu menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi masyarakat. Dukungan terhadap pengembangan JAM Coin juga datang dari pelaku industri aset digital nasional.
Salah satunya Mobee Exchange yang menjadi mitra perdagangan aset digital dalam proyek tersebut. Head of Business Development Mobee Exchange, Hery Hermawan menilai, pertumbuhan jumlah investor aset digital di Indonesia menjadi peluang besar bagi hadirnya utility token yang memiliki kegunaan langsung dalam aktivitas ekonomi.
“Jumlah investor kripto di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai sekitar 21 juta orang. Angka tersebut bahkan telah melampaui jumlah investor pasar saham. Ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap aset digital yang memiliki manfaat nyata dalam sebuah ekosistem,” kata Hery.
Peluncuran ini menjadi langkah awal pengembangan ekosistem aset digital yang mengintegrasikan teknologi blockchain dengan sektor ekonomi riil. JAM Coin diperkenalkan sebagai utility token yang dirancang untuk digunakan dalam berbagai aktivitas ekonomi dan layanan premium di dalam ekosistem JAM.
CEO JAM, Andre Arthur mengatakan, JAM Coin tidak hanya ditujukan sebagai aset digital untuk diperdagangkan, tetapi juga memiliki fungsi nyata sebagai alat transaksi dalam berbagai layanan yang dikembangkan perusahaan. “Di dalam ekosistem JAM terdapat berbagai fitur dan layanan premium yang menggunakan JAM Coin sebagai alat transaksi," ujar Andre kepada wartawan usai peluncuran.
"Karena itu, token ini tidak hanya memiliki nilai perdagangan, tetapi juga utilitas yang dapat dirasakan langsung oleh penggunanya,” sambutnya.
Baca Juga: Menjembatani Aset Dunia Nyata dengan Teknologi Blockchain
Menurut Andre, pengembangan JAM Coin didukung oleh integrasi berbagai unit usaha yang menjadi fondasi ekosistem sehingga diharapkan mampu menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi masyarakat. Dukungan terhadap pengembangan JAM Coin juga datang dari pelaku industri aset digital nasional.
Salah satunya Mobee Exchange yang menjadi mitra perdagangan aset digital dalam proyek tersebut. Head of Business Development Mobee Exchange, Hery Hermawan menilai, pertumbuhan jumlah investor aset digital di Indonesia menjadi peluang besar bagi hadirnya utility token yang memiliki kegunaan langsung dalam aktivitas ekonomi.
“Jumlah investor kripto di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai sekitar 21 juta orang. Angka tersebut bahkan telah melampaui jumlah investor pasar saham. Ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap aset digital yang memiliki manfaat nyata dalam sebuah ekosistem,” kata Hery.
Lihat Juga :