Anggaran MBG Tembus Rp335 Triliun di APBN 2026, Potong Jatah Dana Pendidikan Rp223 Triliun
Rabu, 24 September 2025 - 11:59 WIB
loading...
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu pos anggaran terbesar. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah telah mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dengan total belanja negara sebesar Rp3.842,7 triliun. Dari jumlah tersebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu pos anggaran terbesar, menembus Rp335 triliun, yang sebagian di antaranya berasal dari realokasi dana pendidikan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, APBN 2026 disusun dengan fokus pada delapan agenda prioritas yang bertujuan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian.
"APBN tahun 2026 akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian, demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur," ujar Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa (23/9).
Baca Juga: Purbaya Ancam Anggaran MBG Bakal Dipindah ke Bansos, Ini Alasannya
Alokasi dana jumbo untuk program MBG ini menempatkan sebagai salah satu program dengan anggaran tertinggi, bahkan melebihi sejumlah pos penting lain dalam sektor pendidikan. Anggaran MBG yang mencapai Rp335 triliun jauh di atas alokasi untuk beasiswa pelajar dan mahasiswa yang hanya Rp57,7 triliun, serta alokasi bagi gaji guru dan dosen non-PNS sebesar Rp91,4 triliun.
Menurut data yang dihimpun, anggaran pendidikan secara keseluruhan naik menjadi Rp769,1 triliun. Namun, sekitar Rp223 triliun dari kenaikan tersebut dialokasikan untuk program MBG.
Purbaya berkomitmen untuk memastikan penyerapan anggaran berjalan optimal dan tidak ada dana yang mengendap. Ia bahkan berencana untuk melakukan patroli langsung ke kementerian dengan anggaran besar untuk memantau penyerapan.
"Bulan depan saya akan mulai beredar di kementerian-kementerian yang besar, yang penyerapan anggarannya belum optimal," tutur Purbaya di Istana Kepresidenan beberapa waktu lalu.
Purbaya menegaskan, jika penyerapan anggaran tidak berjalan sesuai rencana, dana tersebut akan dialihkan ke program lain yang dapat langsung memberikan manfaat bagi masyarakat. "Kita sebarkan ke program-program yang langsung siap ke rakyat. Saya enggak mau uang nganggur," tegasnya.
Baca Juga: MBG hingga 8 September 2025 Sudah Habiskan Anggaran Rp13 T, Berikut Rinciannya
APBN 2026 menargetkan pendapatan negara sebesar Rp3.153,6 triliun dan defisit 2,68 persen dari PDB. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, inflasi 2,5 persen, suku bunga SBN dijaga di 6,9 persen, dan nilai tukar rupiah stabil di Rp16.500 per dolar AS.
Selain fokus pada program prioritas, APBN juga akan digunakan untuk mendorong sektor swasta melalui penguatan peran Danantara, penempatan dana sebesar Rp200 triliun di bank Himbara, dan reformasi perizinan yang lebih efisien.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, APBN 2026 disusun dengan fokus pada delapan agenda prioritas yang bertujuan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian.
"APBN tahun 2026 akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian, demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur," ujar Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa (23/9).
Baca Juga: Purbaya Ancam Anggaran MBG Bakal Dipindah ke Bansos, Ini Alasannya
Alokasi dana jumbo untuk program MBG ini menempatkan sebagai salah satu program dengan anggaran tertinggi, bahkan melebihi sejumlah pos penting lain dalam sektor pendidikan. Anggaran MBG yang mencapai Rp335 triliun jauh di atas alokasi untuk beasiswa pelajar dan mahasiswa yang hanya Rp57,7 triliun, serta alokasi bagi gaji guru dan dosen non-PNS sebesar Rp91,4 triliun.
Menurut data yang dihimpun, anggaran pendidikan secara keseluruhan naik menjadi Rp769,1 triliun. Namun, sekitar Rp223 triliun dari kenaikan tersebut dialokasikan untuk program MBG.
Purbaya berkomitmen untuk memastikan penyerapan anggaran berjalan optimal dan tidak ada dana yang mengendap. Ia bahkan berencana untuk melakukan patroli langsung ke kementerian dengan anggaran besar untuk memantau penyerapan.
"Bulan depan saya akan mulai beredar di kementerian-kementerian yang besar, yang penyerapan anggarannya belum optimal," tutur Purbaya di Istana Kepresidenan beberapa waktu lalu.
Purbaya menegaskan, jika penyerapan anggaran tidak berjalan sesuai rencana, dana tersebut akan dialihkan ke program lain yang dapat langsung memberikan manfaat bagi masyarakat. "Kita sebarkan ke program-program yang langsung siap ke rakyat. Saya enggak mau uang nganggur," tegasnya.
Baca Juga: MBG hingga 8 September 2025 Sudah Habiskan Anggaran Rp13 T, Berikut Rinciannya
APBN 2026 menargetkan pendapatan negara sebesar Rp3.153,6 triliun dan defisit 2,68 persen dari PDB. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, inflasi 2,5 persen, suku bunga SBN dijaga di 6,9 persen, dan nilai tukar rupiah stabil di Rp16.500 per dolar AS.
Selain fokus pada program prioritas, APBN juga akan digunakan untuk mendorong sektor swasta melalui penguatan peran Danantara, penempatan dana sebesar Rp200 triliun di bank Himbara, dan reformasi perizinan yang lebih efisien.
(nng)
Lihat Juga :