Mengenal UPI, Sistem Pembayaran Elektronik yang Mengancam Dominasi Dolar AS

Jum'at, 26 September 2025 - 15:24 WIB
loading...
A A A
UPI memanfaatkan infrastruktur seperti Immediate Payment Service (IMPS) dan Aadhaar Enabled Payment System (AEPS) untuk memastikan kelancaran transaksi. Dengan sistem ini, masyarakat dapat melakukan pembayaran kapan pun tanpa bergantung pada kartu kredit, kartu debit, atau layanan perbankan internet yang rumit.

Dalam mekanisme UPI, proses transfer uang disebut "push", sementara penerimaan dana dikenal dengan istilah "pull". Baik pengirim maupun penerima akan memperoleh notifikasi instan begitu transaksi selesai dilakukan, sehingga transparansi dan kepercayaan pengguna tetap terjaga.

Pesatnya pertumbuhan UPI membuat sejumlah aplikasi populer seperti PhonePe, Google Pay, Axis Pay, hingga BHIM, mendukung integrasi penuh sistem ini. Bahkan, layanan UPI juga tersedia di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat, untuk memudahkan remitansi ke India melalui aplikasi seperti Wise, Remitly, atau World Remit.

Namun, yang membuat dunia keuangan internasional memberi perhatian lebih adalah potensi UPI dalam mereduksi ketergantungan pada dolar AS. Dengan kemampuannya mempercepat transaksi lintas negara secara langsung, UPI dinilai dapat menjadi alternatif pembayaran global yang lebih efisien.

Dikutip dari The Economic Times, sejumlah negara anggota BRICS dan Asia telah menunjukkan minat mengintegrasikan UPI ke dalam jaringan pembayaran mereka. Jika adopsi lintas negara semakin luas, dominasi dolar AS sebagai mata uang perantara dalam transaksi internasional bisa semakin tergerus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Rekomendasi
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Gulung Afrika Selatan 2-0
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved