Kebijakan Ekonomi Kerakyatan Harus Berakar dari Kebutuhan Nyata di Lapangan

Rabu, 01 Oktober 2025 - 17:45 WIB
loading...
Kebijakan Ekonomi Kerakyatan...
Deputi Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison dalam kegiatan Berdaya Bersama Kupang di Kupang, NTT. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menetapkan dialog yang terbuka dan berkelanjutan dengan seluruh lapisan masyarakat sebagai fondasi utama dalam merumuskan kebijakan ekonomi kerakyatan. Pendekatan ini dipercaya akan melahirkan program yang tidak bersifat instruktif (top-down), melainkan kolaboratif dan tepat sasaran.

Deputi Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menegaskan bahwa kebijakan yang efektif tidak bisa lahir dari asumsi di tingkat pusat. Menurutnya, pemahaman mendalam atas aspirasi dan tantangan nyata yang dihadapi masyarakat di lapangan adalah kunci.

"Pemerintah sebagai penyelenggara negara tidak bisa merumuskan kebijakan dari menara gading. Kami di Kemenko PM percaya bahwa kebijakan yang efektif lahir dari percakapan yang tulus dan terbuka dengan masyarakat," ujar Leontinus dalam keterangan tertulis, Rabu (1/10/2025).

Baca Juga: Kemenko PM Dukung UMKM di Jakarta Perluas Akses Pendanaan

Ia menambahkan, tugas pemerintah adalah mendengar, memahami, dan menerjemahkan tantangan unik setiap kelompok—mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa hingga gig workers di kota—menjadi program yang relevan dan solutif.

Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan "Berdaya Bersama Kupang" yang baru saja digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Acara tersebut mempertemukan Kemenko PM dengan lebih dari seribu peserta yang terdiri dari pelaku ekonomi kreatif, gig workers, UMKM, serta tokoh komunitas dan lintas agama.

Leontinus menjadikan kegiatan di Kupang sebagai contoh nyata dialog sebagai jembatan antara pemerintah dan warga, sekaligus manifestasi komitmen untuk tidak hanya berbicara kepada masyarakat, tetapi berbicara bersama masyarakat. Dari dialog tersebut, Kemenko PM menerima masukan langsung mengenai kebutuhan akan kejelasan status kerja, akses terhadap perlindungan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan, hingga standarisasi keterampilan agar dapat bersaing di pasar global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Rantai Ekonomi...
Perkuat Rantai Ekonomi Kerakyatan, Holding BUMN Danareksa Salurkan Kurban untuk 3.800 Keluarga
Berdayakan 42 Ribu Lebih...
Berdayakan 42 Ribu Lebih Klaster Usaha, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas
Berkembang Bersama BRILink...
Berkembang Bersama BRILink Agen, Keluarga di Jepara Buka Lapangan Pekerjaan bagi Masyarakat Sekitar
Perkuat Ekonomi Kerakyatan,...
Perkuat Ekonomi Kerakyatan, UKP Bidang Ekonomi dan Perbankan MoU dengan Menkop
Menkop Ferry Juliantono:...
Menkop Ferry Juliantono: Koperasi Harus Jadi Tulang Punggung Kemakmuran Bangsa
Sektor Produksi Jadi...
Sektor Produksi Jadi Penopang, BRI Salurkan KUR Rp130,2 Triliun hingga September 2025
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Dukung Nelayan Lebih...
Dukung Nelayan Lebih Aman Melaut, Askrindo Gandeng DKP Kabupaten Demak
Rekomendasi
Prabowo Puji India:...
Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar, Transisi Pemerintahan Damai
Drama 6 Gol Injury Time...
Drama 6 Gol Injury Time Bikin Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Sulit Dilupakan
Belajar Agama Lewat...
Belajar Agama Lewat Media Sosial, Ini Etika yang Harus Diperhatikan Muslim
Berita Terkini
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved