12% Saham Freeport Diserahkan Gratis ke Pemerintah, Bos Danantara: Hasil Nego
Kamis, 02 Oktober 2025 - 11:33 WIB
loading...
CEO Danantara, Rosan Roeslani mengungkap bahwa Indonesia berhasil mencapai kesepakatan strategis dengan Freeport. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - CEO Danantara , Rosan Roeslani mengungkap bahwa Indonesia berhasil mencapai kesepakatan strategis dengan Freeport . Menurutnya, sebanyak 12% saham Freeport akan diserahkan kepada pemerintah Indonesia secara cuma-cuma alias gratis (free of charge).
Rosan mengatakan, bahwa seluruh poin penting dalam negosiasi telah disepakati, dan kini hanya tinggal menyelesaikan proses administrasi. Ia menyatakan penandatanganan kesepakatan segera dilakukan dalam waktu dekat.
"Insyaallah secepatnya, ini kan lagi proses administrasinya saja tetapi kita sudah agree terhadap semua poin-poinnya. Sekarang masuk proses administrasinya, jadi kalau itu sudah selesai ya, kita segera, kita bisa melakukan penandatanganan," kata Rosan saat ditemui, Rabu (1/10).
Baca Juga: Pemerintah Bakal Minta Tambahan Saham Freeport Lebih dari 10%
Rosan menyebut kesepakatan ini merupakan hasil negosiasi yang panjang dan intensif antara pemerintah dan Freeport. Ia menegaskan bahwa 12% saham tersebut akan diberikan tanpa pembayaran, karena negosiasi yang berhasil dijalankan secara optimal.
"Kita negosiasi cukup kencang soalnya bolak-balik, akhirnya mereka setuju 12% free of charge. Jadi kita tidak melakukan pembayaran, soalnya kan pembayaran-pembayaran nilainya juga sangat besar," lanjutnya.
Baca Juga: Freeport Hentikan Sementara Operasi Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave Akibat Aliran Lumpur
Tak hanya soal saham, dalam kesepakatan tersebut pemerintah juga meminta komitmen sosial tambahan dari Freeport. Perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu sepakat untuk membangun dua sekolah dan rumah sakit di Papua.
"Alhamdulillah kita negosiasi dan mereka tambahkan juga kita minta untuk bangun dua sekolah terutama yang berhubungan dengan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) atas arahan langsung dari Bapak Presiden. Jadi dua itu akan dibangun di Papua, dan juga rumah sakit untuk kepentingan masyarakat Papua," tutupnya.
Rosan mengatakan, bahwa seluruh poin penting dalam negosiasi telah disepakati, dan kini hanya tinggal menyelesaikan proses administrasi. Ia menyatakan penandatanganan kesepakatan segera dilakukan dalam waktu dekat.
"Insyaallah secepatnya, ini kan lagi proses administrasinya saja tetapi kita sudah agree terhadap semua poin-poinnya. Sekarang masuk proses administrasinya, jadi kalau itu sudah selesai ya, kita segera, kita bisa melakukan penandatanganan," kata Rosan saat ditemui, Rabu (1/10).
Baca Juga: Pemerintah Bakal Minta Tambahan Saham Freeport Lebih dari 10%
Rosan menyebut kesepakatan ini merupakan hasil negosiasi yang panjang dan intensif antara pemerintah dan Freeport. Ia menegaskan bahwa 12% saham tersebut akan diberikan tanpa pembayaran, karena negosiasi yang berhasil dijalankan secara optimal.
"Kita negosiasi cukup kencang soalnya bolak-balik, akhirnya mereka setuju 12% free of charge. Jadi kita tidak melakukan pembayaran, soalnya kan pembayaran-pembayaran nilainya juga sangat besar," lanjutnya.
Baca Juga: Freeport Hentikan Sementara Operasi Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave Akibat Aliran Lumpur
Tak hanya soal saham, dalam kesepakatan tersebut pemerintah juga meminta komitmen sosial tambahan dari Freeport. Perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu sepakat untuk membangun dua sekolah dan rumah sakit di Papua.
"Alhamdulillah kita negosiasi dan mereka tambahkan juga kita minta untuk bangun dua sekolah terutama yang berhubungan dengan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) atas arahan langsung dari Bapak Presiden. Jadi dua itu akan dibangun di Papua, dan juga rumah sakit untuk kepentingan masyarakat Papua," tutupnya.
(akr)
Lihat Juga :