3 Tantangan Ini Masih Membebani Pelaku Usaha MICE dan Event

Jum'at, 03 Oktober 2025 - 18:39 WIB
loading...
3 Tantangan Ini Masih...
Dua asosiasi besar sektor pariwisata mengungkapkan ada tiga persoalan besar yang masih membebani pelaku usaha MICE dan event. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Dua asosiasi pariwisata nasional yaitu Indonesia Congress and Convention Association (Incca) dan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) mengungkapkan berbagai tantangan yang masih membelit industri meeting, incentive, convention, exhibition (MICE) serta event di Indonesia. Meski begitu upaya pemerintah mendorong penciptaan pertumbuhan ekonomi yang cepat disambut baik.

Dua asosiasi besar sektor pariwisata itu juga mengapresiasi upaya pemerintah yang menerima pengaduan terkait hambatan yang terjadi di sektor swasta, termasuk sektor pariwisata, MICE, event, dan multievent.

Baca Juga: Pentingnya Pameran dalam Mendorong Pertumbuhan Bisnis

Menurut Ketua Umum DPP Incca, Iqbal Alan Abdullah, wisatawan MICE rata-rata membelanjakan 3-4 kali lebih banyak dibanding wisatawan biasa, dengan masa tinggal lebih lama. Lantaran itu Ia berharap gebrakan kebijakan yang dapat memberi kemudahan bagi iklim usaha di sektor ini.

Hal itu didasarkan bahwa industri MICE, event, dan multievent menjadi salah satu industri yang tumbuh cepat dengan rata-rata pertumbuhan industri MICE global berada pada kisaran 8-12% per tahun.

Iqbal menjelaskan, ada tiga persoalan besar yang masih membebani pelaku usaha MICE dan event. Pertama, skema pembayaran proyek pemerintah. Kegiatan MICE yang dibiayai APBN, APBD, BUMN, atau BUMD umumnya baru dibayarkan 100% setelah acara selesai, bahkan bisa molor hingga tiga bulan.

3 Tantangan Ini Masih Membebani Pelaku Usaha MICE dan Event


Dia mengungkapkan, biasanya baru dibayar tiga bulan setelah event atau setelah membuat laporan pelaksanaan kegiatan, padahal supplier seperti tiket, hotel, katering, dan souvenir harus dibayarkan uang muka 50% hingga pelunasan sampai 2 minggu sebelum tanggal kegiatan.

"Bayangkan kalau event besar sampai ratusan miliar, kita sebagai perusahaan penyelenggara harus talangi dahulu semua, itu sangat memberatkan," ujarnya.

Kedua, skema pembiayaan perbankan ternyata tak mudah sehingga ada kesulitan pembiayaan perbankan. Suku bunga dinilai terlalu tinggi dan persyaratan pinjaman memberatkan. Agunan tidak bisa hanya tanah, tetapi harus ada bangunan, dengan nilai hanya dihitung 50%–60% dari NJOP sehingga terpaksa harus menyediakan aset jauh lebih besar daripada nilai pinjaman. Kondisi ini membuat industri sulit berkembang.

”Incca-Asita berharap pada pemerintah terutama Menteri Keuangan untuk mendorong pembayaran kepada pemenang tender kegiatan MICE, event dan multievent dengan uang muka dan pembayaran bertahap hingga kegiatan selesai, seperti diberlakukan untuk kontraktor dan lainnya. Kemudian pemerintah bisa memberikan kemudahan kredit perbankan untuk mendukung kegiatan atau event yang dibiayai APBN/APBD/BUMN/BUMD dengan jaminan sampai 150%,” ujarnya.

Sebagai perbandingan di negara lain seperti, Singapura dan Australia, jika berkontrak dengan pemerintah dapat menjaminkan kontrak tersebut sampai 70% dari nilai kontrak, bahkan bank-bank swasta bisa memberikan pinjaman 60-70% kalau dapat menunjukkan PO (purchase order).

Masalah ketiga, papar Iqbal, yakni rumitnya permasalahan bagi pelaku usaha pariwisata, MICE, event dan multievent lantaran banyak anggota asosiasi yang hingga kini belum dibayar atas pekerjaan sebagai vendor pada kegiatan multi sport event seperti PON XX 2021 di Papua.

Sebagian besar vendor adalah pelaku UMKM seperti katering, transportasi, kontraktor pameran, dan penyelenggara acara. Sudah empat tahun mereka menunggu yang membuat anggota kami mengalami tekanan berat dalam bisnis mereka,” tuturnya.

Baca Juga: Peran MICE dalam Menyusun Strategi Jangka Panjang Perusahaan

Iqbal menambahkan, pelaku usaha menaruh harapan besar kepada Menkeu Purbaya agar dapat mencari solusi. Dengan begitu, industri pariwisata, MICE, dan event yang jumlahnya cukup besar di Indonesia bisa kembali berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

”Kami harap Menteri Keuangan bisa membantu anggota asosiasi kami untuk menyelesaikan masalah itu agar usaha pariwisata khususnya MICE, event, dan multievent bisa berjalan lebih cepat lagi untuk berkontribusi bagi percepatan pertumbuhan ekonomi kita,” pungkas Iqbal.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
JRP Insurance Hadir...
JRP Insurance Hadir di Jakarta Fair 2026, Jamin Perlindungan Asuransi bagi Pengunjung
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
Blibli Gelar Pameran...
Blibli Gelar Pameran Teknologi di GI, Tawarkan Kemudahan Tukar Tambah Gadget
Ambil Peluang Investasi...
Ambil Peluang Investasi Syariah di Booth MNC Sekuritas dalam Sharia Investment Week 2026
Kelab Pantai Favorit...
Kelab Pantai Favorit di Bali, Klive Beach Club Menjadi Ikon Baru Uluwatu
Pameran Menyibak Kabut...
Pameran Menyibak Kabut Angkat 100 Tahun Kelahiran Pelukis Zaini
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
Rekomendasi
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Ronaldo Raja Gol Portugal...
Ronaldo Raja Gol Portugal di Piala Dunia
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved