Shutdown AS Bisa Rugikan Ekonomi Rp249 Triliun per Minggu, 43.000 Orang Terancam PHK

Sabtu, 04 Oktober 2025 - 20:26 WIB
loading...
Shutdown AS Bisa Rugikan...
Penutupan Pemerintah AS atau shutdown menimbulkan dampak kerugian ekonomi. FOTO/EPA
A A A
WASHINGTON - Penutupan Pemerintah Amerika Serikat (AS) atau shutdown diperkirakan dapat menimbulkan kerugian ekonomi mencapai USD15 miliar atau setara Rp249 triliun per minggu. Pejabat senior di pemerintahan Donald Trump mengakui bahwa penutupan pemerintah federal yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir berpotensi menekan laju pertumbuhan ekonomi.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, krisis anggaran akibat kebuntuan politik sebagai penyebab penutupan pemerintah bukan cara yang bijak dalam mengambil kebijakan ekonomi.

"Ini bukan cara yang tepat untuk berdiskusi, menutup pemerintah, dan menurunkan PDB," ujar Bessent, dikutip The Guardian pada Sabtu (4/10). "Kita bisa melihat dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi dan masyarakat pekerja di Amerika."

Baca Juga: Krisis Anggaran, Gaji Ribuan PNS AS Terancam Tak Dibayar

Menurut firma konsultan EY Parthenon, setiap pekan penutupan pemerintah akan mengurangi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS sebesar 0,1 poin persentase pada kuartal IV tahun ini. Dampak tersebut muncul karena tertundanya pembayaran gaji bagi pegawai federal yang dirumahkan, penundaan pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta menurunnya permintaan konsumsi masyarakat.

Laporan serupa dari Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih (Council of Economic Advisers/CEA) memperkirakan dampak ekonomi bisa jauh lebih besar. Dalam memo yang diperoleh Politico, CEA memperingatkan bahwa shutdown berpotensi memangkas PDB AS hingga USD15 miliar per minggu, dan jika berlangsung sebulan penuh, bisa menambah 43.000 pengangguran baru akibat PHK.

Selain itu, CEA juga mencatat penurunan belanja konsumen yang signifikan. "Penutupan selama sebulan dapat mengurangi belanja konsumen AS hingga USD30 miliar," tulis memo tersebut. Gangguan pada layanan publik seperti jaminan sosial, penerbangan, dan bantuan gizi untuk perempuan serta anak-anak juga diprediksi semakin membebani ekonomi masyarakat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Rekomendasi
Adu Kuat SUV Pintar:...
Adu Kuat SUV Pintar: Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved