Mengenal Certificate of Origin, Dokumen Kejelasan Asal Impor BBM yang Tak Bisa Dipenuhi Pertamina ke SPBU Swasta

Senin, 06 Oktober 2025 - 15:01 WIB
loading...
Mengenal Certificate...
Certificate of Origin (COO) penting untuk memastikan produk tidak berasal dari negara yang tengah terkena embargo atau sanksi internasional. FOTO/PIS/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Batalnya kerja sama antara Pertamina dan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta seperti BP-AKR dan Vivo Energy ternyata bukan hanya soal spesifikasi bahan bakar. Salah satu penyebab utamanya adalah absennya Certificate of Origin (COO) dokumen penting yang membuktikan asal-usul bahan bakar minyak (BBM) impor yang ditawarkan Pertamina.

Dokumen COO menjadi krusial karena berfungsi memastikan produk tidak berasal dari negara yang tengah terkena embargo atau sanksi internasional. Bagi perusahaan multinasional seperti BP-AKR yang beroperasi di lebih dari 70 negara, kejelasan asal barang merupakan bagian tak terpisahkan dari kepatuhan hukum dan mitigasi risiko global.

Baca Juga: BBM Pertamina Tak Laku di Jual ke Swasta, SPBU Shell Layani Jasa Bengkel

Sumber di industri migas menyebutkan, BP-AKR dan Vivo Energy sempat mencapai kesepakatan awal pembelian base fuel dari Pertamina. Namun, kesepakatan itu dibatalkan lantaran Pertamina belum dapat menunjukkan dokumen COO resmi. Selain itu, terdapat perbedaan teknis pada kandungan etanol bahan bakar sebesar 3,5% yang tidak sesuai dengan spesifikasi pembeli.

Dikutip SindoNews, dari berbagai sumber, Certificate of Origin atau Surat Keterangan Asal (SKA) di Indonesia diterbitkan oleh Instansi Penerbit SKA (IPSKA) yang ditunjuk oleh Kementerian Perdagangan. Proses pengajuannya dilakukan secara elektronik melalui sistem e-SKA, dan hanya instansi resmi pemerintah yang berwenang menandatangani dokumen tersebut.

Dasar hukum penerbitan COO diatur melalui Keputusan Presiden Nomor 58 Tahun 1971 dan berbagai peraturan Menteri Perdagangan yang memperinci tata cara serta ketentuan penerbitan SKA. Artinya, setiap dokumen yang tidak diterbitkan oleh IPSKA resmi berpotensi dianggap tidak sah dalam proses impor maupun distribusi produk di dalam negeri.

Ketidaklengkapan dokumen COO dapat menimbulkan risiko hukum bagi perusahaan yang menggunakan BBM impor. Tanpa COO, asal barang menjadi tidak jelas sehingga berpotensi melanggar ketentuan perdagangan internasional dan regulasi bea cukai. Konsekuensinya bisa berupa sanksi administratif, denda, hingga kerugian reputasi bagi perusahaan.

Baca Juga: Dirjen Migas 'Paksa' SPBU Swasta Beli BBM dari Pertamina: Mau Kosong atau Disepakati

Bagi perusahaan dengan afiliasi global seperti BP-AKR, risiko tersebut terlalu besar untuk ditanggung. Tanpa dokumen legal yang diakui secara internasional, penggunaan BBM impor dapat menimbulkan pelanggaran aturan perdagangan dan membuka peluang sanksi dari otoritas luar negeri. Karena itu, pembatalan pembelian dari Pertamina dianggap sebagai langkah kehati-hatian bisnis.

Dalam konteks domestik, penggunaan BBM tanpa COO juga dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Regulasi ini mengatur bahwa seluruh kegiatan penyimpanan, pengangkutan, dan distribusi BBM harus dilengkapi dengan izin serta dokumen legal yang sah.

Beberapa putusan pengadilan di Indonesia memang belum secara spesifik membahas pelanggaran terkait COO, namun kasus serupa menunjukkan arah yang sama. Misalnya, dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 544 K/Pid/2007, terdakwa dijatuhi hukuman karena menyimpan BBM tanpa izin usaha penyimpanan yang sah, yang menegaskan pentingnya kelengkapan dokumen legal dalam bisnis migas.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina dan Pupuk...
Pertamina dan Pupuk Indonesia Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Nasional
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Lowongan Internship...
Lowongan Internship Pertamina Group 2026 Dibuka, Tersedia 400 Lebih Posisi untuk Fresh Graduate!
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
UMiMAX Pertamina Dorong...
UMiMAX Pertamina Dorong Kemandirian Pelaku Usaha Ultra Mikro
Rekomendasi
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Tersangka Korupsi MBG
Berita Terkini
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Infografis
Mengenal Leptospirosis,...
Mengenal Leptospirosis, Bakteri yang Bisa Menyebabkan Kematian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved