Klarifikasi Bank Indonesia Soal Penjualan 11 Ton Cadangan Emas Batangan

Senin, 06 Oktober 2025 - 22:18 WIB
loading...
Klarifikasi Bank Indonesia...
Bank Indonesia (BI) memberikan klarifikasi mengenai dugaan penjualan cadangan emas batangan bank sentral sebanyak 11 ton hingga September 2025. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memberikan klarifikasi mengenai dugaan penjualan cadangan emas batangan bank sentral sebanyak 11 ton hingga September 2025. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso meminta rekan-rekan media dan masyarakat untuk merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh Bank Indonesia.

“Merespon pertanyaan mengenai BI melakukan penjualan emas sebanyak 11 ton yang beredar, dapat kami sampaikan bahwa Bank Indonesia tidak melakukan penjualan emas sebagaimana disebutkan,” kata Ramdan, Senin (6/10/2025).

BI mengimbau agar teman-teman media dapat mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan cadangan devisa Indonesia melalui laman resmi Bank Indonesia. Baca Juga: BI Diterpa Isu Jual 11 Ton Cadangan Emas, Buat Apa?

Isu penjualan cadangan emas ini pertama kali diangkat oleh pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, yang mengklaim berdasarkan informasi dari Dana Moneter Internasional (IMF). Sebelumnya Ibrahim menduga penjualan emas tersebut adalah langkah strategis BI untuk memperoleh Dolar AS secara tunai (cash) dalam jumlah besar.

Tujuannya, menurut Ibrahim, adalah untuk memperkuat kemampuan BI dalam melakukan intervensi di pasar internasional guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Rekomendasi
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Berita Terkini
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved