Living Lab Berbasis Masyarakat jadi Solusi Petani Hadapi Perubahan Iklim

Jum'at, 10 Oktober 2025 - 11:17 WIB
loading...
Living Lab Berbasis...
Petani binaan Petrokimia Gresik di Kabupaten Malang, Jawa Timur menerapkan konsep Living Lab berbasis masyarakat. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Konsep Living Lab berbasis masyarakat diyakini menjadi solusi adaptif bagi sektor pertanian hortikultura dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Model inovasi kolaboratif ini telah sukses diterapkan oleh kelompok petani binaan Petrokimia Gresik di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Program yang awalnya bernama Tawangargo Smart-Eco Farming Village atau TAMENG ini telah bertransformasi dari sekadar sentra hortikultura menjadi Living Lab yang digerakkan langsung oleh petani. Living Lab tersebut menjadi wadah inklusif bagi petani, peneliti, akademisi, hingga komunitas untuk duduk bersama merumuskan dan menguji coba solusi nyata pertanian berkelanjutan.

"Di sini kami sebagai petani bukan hanya menjadi objek, tetapi juga bertindak sebagai subjek yang melakukan penelitian dan uji coba nyata," ujar Karmukit, salah satu local hero program TAMENG, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Baca Juga: Petrokimia Gresik Tambah Pasokan Gas dari Blok Ketapang 25 MMSCFD

Menurutnya, transformasi ini menjadikan desa sebagai pusat inovasi dan membuktikan bahwa masa depan pertanian Indonesia dapat dimulai dari tingkat tapak. Dimulai sejak tahun 2022, program ini melibatkan 35 petani yang tergabung dalam kelompok Agronova Vision.

Dengan dukungan Petrokimia Gresik, petani diajak menerapkan teknik Climate Smart Agriculture yang berfokus pada keberlanjutan. Praktik ini mencakup seluruh proses pertanian, mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pemasaran hasil panen.

TAMENG kini berkembang menjadi pusat hortikultura modern dan ramah lingkungan. Inovasi teknologi yang diterapkan mencakup penggunaan solar cell untuk menggerakkan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti pompa air, water drip, dan sprinkle. Selain itu, kelompok ini juga aktif dalam pengelolaan limbah untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan nilai tambah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Rekomendasi
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Apakah Islam Mengenal...
Apakah Islam Mengenal Harta Gono-gini? Begini Penjelasan Hukum Kepemilikan Suami dan Istri
Berita Terkini
AKPY, BPDP dan Ditjenbun...
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved