KPI Beberkan Lima Terobosan Strategis Jawab Tantangan Energi Global
Senin, 13 Oktober 2025 - 16:16 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, pengembangan Green Refinery, termasuk produksi Sustainable Aviation Fuel (PertaminaSAF) dan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) di Kilang Cilacap. Inisiatif yang memanfaatkan minyak jelantah dan minyak sawit ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pelopor energi hijau di kawasan. "Ini adalah langkah nyata dalam mendiversifikasi energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil," tegas Taufik.
Strategi ketiga adalah optimalisasi melalui digitalisasi dan operational excellence. KPI menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk predictive maintenance dan efisiensi energi. Penerapan teknologi mutakhir ini bertujuan menciptakan operasi kilang yang lebih kompetitif, andal, dan rendah emisi.
Keempat, KPI aktif memperkuat kolaborasi regional. Perusahaan menjalin kemitraan strategis dengan berbagai mitra teknologi, investor, serta perusahaan minyak nasional (NOC) di kawasan. Kemitraan ini difokuskan untuk mendorong inovasi katalis, fleksibilitas bahan baku, dan memperkuat ketahanan rantai pasok.
Mendukung langkah strategis KPI, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor hilir minyak dan gas bumi.
"Modernisasi infrastruktur melalui rekayasa dan teknologi menjadi kunci menuju ketahanan energi dan masa depan rendah karbon," jelas Laode dalam kesempatan yang sama.
Strategi ketiga adalah optimalisasi melalui digitalisasi dan operational excellence. KPI menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk predictive maintenance dan efisiensi energi. Penerapan teknologi mutakhir ini bertujuan menciptakan operasi kilang yang lebih kompetitif, andal, dan rendah emisi.
Keempat, KPI aktif memperkuat kolaborasi regional. Perusahaan menjalin kemitraan strategis dengan berbagai mitra teknologi, investor, serta perusahaan minyak nasional (NOC) di kawasan. Kemitraan ini difokuskan untuk mendorong inovasi katalis, fleksibilitas bahan baku, dan memperkuat ketahanan rantai pasok.
Mendukung langkah strategis KPI, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor hilir minyak dan gas bumi.
"Modernisasi infrastruktur melalui rekayasa dan teknologi menjadi kunci menuju ketahanan energi dan masa depan rendah karbon," jelas Laode dalam kesempatan yang sama.
Lihat Juga :