Rekam Jejak Farid Azhar Nasution, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS
Rabu, 15 Oktober 2025 - 16:03 WIB
loading...
Farid Azhar Nasution, Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Farid Azhar Nasution, Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dikenal sebagai sosok yang piawai meramu kebijakan strategis di sektor keuangan. Namun, di balik kesibukannya, ternyata tersimpan sisi lain yang turut membentuk karakternya: seorang pesepeda dan pemain tenis yang tangguh.
Bagi Farid, dua hobinya itu bukan sekadar aktivitas fisik biasa. Baik saat mengayuh sepeda di jalur menantang maupun bertarung di lapangan tenis, ia menempa mental disiplin, fokus, dan daya tahan. Olahraga, baginya, adalah sebuah filosofi hidup.
"Di lapangan tenis, kita belajar membaca arah angin, mengatur ritme, dan tetap tenang di bawah tekanan. Prinsip yang sama sangat aplikatif saat saya berada di ruang rapat," ujar Farid dalam suatu kesempatan.
Baca Juga: Tiba di Istana, Anggito Abimanyu Dilantik Jadi Ketua LPS
Ketangguhan mental tersebut ia bawa ke dalam karier profesionalnya yang cukup panjang di dunia keuangan. Rekam jejaknya terbentang di sektor swasta dan pemerintahan. Sebelum bergabung dengan LPS, Farid pernah memegang peran strategis sebagai Direktur Keuangan dan Investasi di PT Asuransi Jiwasraya pada 2020–2021.
Ia melanjutkan kiprah di IFG Life pada medio 2021–2022. Tak hanya itu, Farid juga tercatat sebagai bagian dari tim perumus solusi restrukturisasi polis Jiwasraya. Pengalaman inilah yang menjadi bekal berharga baginya, terutama ketika LPS mendapatkan mandat baru dalam penjaminan polis asuransi.
Sebelum menduduki posisi Wakil Ketua, Farid Azhar telah lebih dulu memahami seluk-beluk LPS dengan menjadi Anggota Badan Supervisi. Latar belakang ini memberinya keunikan memahami industri jasa keuangan dari dua sisi, baik sebagai regulator maupun pelaku.
Kombinasi pengetahuan dari dalam dan luar ini menjadikannya figur yang diharapkan mampu menjembatani kebijakan dengan realitas pasar. Ia dinilai dapat merancang solusi yang tidak hanya teknokratis, tetapi juga relevan dan efektif di lapangan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Lantik Anggito Abimanyu Jadi Ketua LPS Gantikan Purbaya
Saat ini, tantangan besar tengah menanti. Penerapan penjaminan polis asuransi pasca disahkannya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) pada 2023 bukanlah tugas sederhana. Mandat baru ini adalah amanah dan kepercayaan publik yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.
Tantangan tersebut memerlukan fondasi regulasi yang kokoh, penguatan kapasitas organisasi, serta komunikasi publik yang transparan. Di sini peran strategis Farid, dengan segudang pengalamannya di industri asuransi dan perspektif kebijakan yang luas menjadi krusial. Ketahanan, strategi, dan ketenangan yang ia pelajari dari olahraga diyakini akan menjadi kunci dalam memimpin LPS menjawab tantangan kepercayaan publik.
Bagi Farid, dua hobinya itu bukan sekadar aktivitas fisik biasa. Baik saat mengayuh sepeda di jalur menantang maupun bertarung di lapangan tenis, ia menempa mental disiplin, fokus, dan daya tahan. Olahraga, baginya, adalah sebuah filosofi hidup.
"Di lapangan tenis, kita belajar membaca arah angin, mengatur ritme, dan tetap tenang di bawah tekanan. Prinsip yang sama sangat aplikatif saat saya berada di ruang rapat," ujar Farid dalam suatu kesempatan.
Baca Juga: Tiba di Istana, Anggito Abimanyu Dilantik Jadi Ketua LPS
Ketangguhan mental tersebut ia bawa ke dalam karier profesionalnya yang cukup panjang di dunia keuangan. Rekam jejaknya terbentang di sektor swasta dan pemerintahan. Sebelum bergabung dengan LPS, Farid pernah memegang peran strategis sebagai Direktur Keuangan dan Investasi di PT Asuransi Jiwasraya pada 2020–2021.
Ia melanjutkan kiprah di IFG Life pada medio 2021–2022. Tak hanya itu, Farid juga tercatat sebagai bagian dari tim perumus solusi restrukturisasi polis Jiwasraya. Pengalaman inilah yang menjadi bekal berharga baginya, terutama ketika LPS mendapatkan mandat baru dalam penjaminan polis asuransi.
Sebelum menduduki posisi Wakil Ketua, Farid Azhar telah lebih dulu memahami seluk-beluk LPS dengan menjadi Anggota Badan Supervisi. Latar belakang ini memberinya keunikan memahami industri jasa keuangan dari dua sisi, baik sebagai regulator maupun pelaku.
Kombinasi pengetahuan dari dalam dan luar ini menjadikannya figur yang diharapkan mampu menjembatani kebijakan dengan realitas pasar. Ia dinilai dapat merancang solusi yang tidak hanya teknokratis, tetapi juga relevan dan efektif di lapangan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Lantik Anggito Abimanyu Jadi Ketua LPS Gantikan Purbaya
Saat ini, tantangan besar tengah menanti. Penerapan penjaminan polis asuransi pasca disahkannya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) pada 2023 bukanlah tugas sederhana. Mandat baru ini adalah amanah dan kepercayaan publik yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.
Tantangan tersebut memerlukan fondasi regulasi yang kokoh, penguatan kapasitas organisasi, serta komunikasi publik yang transparan. Di sini peran strategis Farid, dengan segudang pengalamannya di industri asuransi dan perspektif kebijakan yang luas menjadi krusial. Ketahanan, strategi, dan ketenangan yang ia pelajari dari olahraga diyakini akan menjadi kunci dalam memimpin LPS menjawab tantangan kepercayaan publik.
(nng)
Lihat Juga :