Dorong Produktivitas Pertanian lewat Kompetisi Inovasi FertInnovation Challenge 2025
Rabu, 15 Oktober 2025 - 18:25 WIB
loading...
A
A
A
“Saya berharap FertInnovation Challenge 2025 bersama Indonesia Agrichemical Research Institute tidak sekadar menjadi ajang kompetisi ide, tetapi berkembang menjadi ekosistem inovasi berkelanjutan yang mendorong efisiensi, memperkuat daya saing, dan menjaga relevansi kita semua dalam menghadapi dinamika global. Melalui Fertinnovation Challenge 2025, kita pastikan inovasi akan memberi kontribusi nyata untuk masa depan pangan dan industri Indonesia,” jelas Rahmad.
FertInnovation Challenge tahun ini dihadirkan dengan mengusung tema “Cultivating Innovation, Achieving Food Self-Sufficiency”. Selain itu juga melombakan empat kategori strategis, antara lain Precision Agriculture & Digital Farming; kemudian Climate-Resilient & Sustainable Fertilizer; AI-Driven Agri Supply Chain, dan terakhir kategori Process & Plant Engineering. Program ini mulai dibuka sejak tanggal 6 Oktober hingga 20 November 2025.
Keempat kategori ini dirancang untuk menjawab tantangan utama di sektor pertanian saat ini, yaitu perlunya adopsi teknologi digital (sensor, AI, dan IoT), transformasi proses produksi pupuk, dan pengelolaan rantai pasok yang efisien dan ramah lingkungan. Pupuk Indonesia meyakini inovasi yang relevan terhadap kebutuhan industri serta kesiapan teknologi akan menjadi kunci untuk mempercepat transisi menuju pertanian modern dan berkelanjutan.
Baca Juga: Inovasi Tim Pupuk Kaltim Dorong Efisiensi dan Produktivitas
Adapun seleksi makalah akan dilaksanakan dengan mengategorikan Top 1.000, selanjutnya Top 10, dan Final Pitching. Sementara untuk awarding FertInnovation Challenge 2025 akan digelar pada bulan Desember.
FertInnovation Challenge tahun ini dihadirkan dengan mengusung tema “Cultivating Innovation, Achieving Food Self-Sufficiency”. Selain itu juga melombakan empat kategori strategis, antara lain Precision Agriculture & Digital Farming; kemudian Climate-Resilient & Sustainable Fertilizer; AI-Driven Agri Supply Chain, dan terakhir kategori Process & Plant Engineering. Program ini mulai dibuka sejak tanggal 6 Oktober hingga 20 November 2025.
Keempat kategori ini dirancang untuk menjawab tantangan utama di sektor pertanian saat ini, yaitu perlunya adopsi teknologi digital (sensor, AI, dan IoT), transformasi proses produksi pupuk, dan pengelolaan rantai pasok yang efisien dan ramah lingkungan. Pupuk Indonesia meyakini inovasi yang relevan terhadap kebutuhan industri serta kesiapan teknologi akan menjadi kunci untuk mempercepat transisi menuju pertanian modern dan berkelanjutan.
Baca Juga: Inovasi Tim Pupuk Kaltim Dorong Efisiensi dan Produktivitas
Adapun seleksi makalah akan dilaksanakan dengan mengategorikan Top 1.000, selanjutnya Top 10, dan Final Pitching. Sementara untuk awarding FertInnovation Challenge 2025 akan digelar pada bulan Desember.
Lihat Juga :