Hari Pertama TEI 2025, UMKM Binaan Pertamina Cetak Transaksi Rp87 Miliar
Kamis, 16 Oktober 2025 - 22:21 WIB
loading...
Pertamina memfasilitasi sejumlah UMKM binaan berpartisipasi dalam ajang TEI 2025 yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang, pada 15–19 Oktober 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memfasilitasi sejumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaannya berpartisipasi dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang, pada 15–19 Oktober 2025.
Sebanyak 45 UMKM unggulan binaan perusahaan ikut serta mencari peluang, termasuk untuk menembus pasar global. Di hari pertama penyelenggaraan, salah satu UMKM binaan Pertamina berhasil mencatatkan transaksi ekspor senilai USD5,2 juta atau sekita Rp87 miliar.
Transaksi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Java Criollo Cokelat Indonesia, yang diwakili oleh Founder Inge Oktavia Arina, dan Being Co. Ltd Jepang, yang diwakili oleh Sakae Noda. Prosesi penandatanganan turut disaksikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman.
"Penandatanganan MoU ini merupakan bukti nyata bagaimana UMKM binaan Pertamina mampu bersaing di pasar internasional," tegas Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, dalam keterangan tertulis, Kamis (16/10/2025).
Baca Juga: Pertamina Libatkan AI Kelola Blok Rokan, Targetkan Efisiensi Rp762 Miliar
Dengan awal yang baik ini, Fadjar berharap, 44 UMKM binaan Pertamina lainnya yang mengikuti TEI 2025 juga dapat menjajaki kerja sama serupa dengan para buyer internasional.
Pada kesempatan yang sama, dari pihak Jepang, Sakae Noda menyampaikan kekagumannya terhadap kualitas cokelat Indonesia. Ia menilai produk yang dihasilkan oleh Java Criollo memiliki keunggulan alami dan harga yang kompetitif.
“Saya tertarik karena produk ini alami, tanpa pupuk kimia, dan memiliki kualitas yang sangat baik dengan harga terjangkau. Saya berharap masyarakat Jepang bisa menikmati produk cokelat Indonesia ini karena kualitasnya luar biasa,” ungkap Noda.
Baca Juga: 45 UMKM Unggulan Pertamina Incar Pasar Global lewat TEI 2025
Sementara itu, Inge Oktavia Arina, Founder PT Java Criollo Cokelat Indonesia, mengungkapkan kebanggaannya dapat membawa produk lokal ke pasar global. “Awalnya buyer mencari cokelat asal Indonesia dan menemukan nama kami. Setelah melihat kualitas produk, kami dipercaya untuk bekerja sama. Kami senang karena nilai dan cita rasa yang kami bawa dapat diterima di pasar internasional. Ini adalah langkah penting bagi kami dan bagi UMKM Indonesia,” ujar Inge.
Melalui program pembinaan UMKM, kata Fadjar, Pertamina terus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jaringan dan meningkatkan daya saing. Pertamina juga berharap capaian positif ini menjadi inspirasi bagi seluruh UMKM binaannya untuk terus berinovasi, berdaya saing, dan membawa nama Indonesia ke kancah internasional.
Sebanyak 45 UMKM unggulan binaan perusahaan ikut serta mencari peluang, termasuk untuk menembus pasar global. Di hari pertama penyelenggaraan, salah satu UMKM binaan Pertamina berhasil mencatatkan transaksi ekspor senilai USD5,2 juta atau sekita Rp87 miliar.
Transaksi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Java Criollo Cokelat Indonesia, yang diwakili oleh Founder Inge Oktavia Arina, dan Being Co. Ltd Jepang, yang diwakili oleh Sakae Noda. Prosesi penandatanganan turut disaksikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman.
"Penandatanganan MoU ini merupakan bukti nyata bagaimana UMKM binaan Pertamina mampu bersaing di pasar internasional," tegas Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, dalam keterangan tertulis, Kamis (16/10/2025).
Baca Juga: Pertamina Libatkan AI Kelola Blok Rokan, Targetkan Efisiensi Rp762 Miliar
Dengan awal yang baik ini, Fadjar berharap, 44 UMKM binaan Pertamina lainnya yang mengikuti TEI 2025 juga dapat menjajaki kerja sama serupa dengan para buyer internasional.
Pada kesempatan yang sama, dari pihak Jepang, Sakae Noda menyampaikan kekagumannya terhadap kualitas cokelat Indonesia. Ia menilai produk yang dihasilkan oleh Java Criollo memiliki keunggulan alami dan harga yang kompetitif.
“Saya tertarik karena produk ini alami, tanpa pupuk kimia, dan memiliki kualitas yang sangat baik dengan harga terjangkau. Saya berharap masyarakat Jepang bisa menikmati produk cokelat Indonesia ini karena kualitasnya luar biasa,” ungkap Noda.
Baca Juga: 45 UMKM Unggulan Pertamina Incar Pasar Global lewat TEI 2025
Sementara itu, Inge Oktavia Arina, Founder PT Java Criollo Cokelat Indonesia, mengungkapkan kebanggaannya dapat membawa produk lokal ke pasar global. “Awalnya buyer mencari cokelat asal Indonesia dan menemukan nama kami. Setelah melihat kualitas produk, kami dipercaya untuk bekerja sama. Kami senang karena nilai dan cita rasa yang kami bawa dapat diterima di pasar internasional. Ini adalah langkah penting bagi kami dan bagi UMKM Indonesia,” ujar Inge.
Melalui program pembinaan UMKM, kata Fadjar, Pertamina terus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jaringan dan meningkatkan daya saing. Pertamina juga berharap capaian positif ini menjadi inspirasi bagi seluruh UMKM binaannya untuk terus berinovasi, berdaya saing, dan membawa nama Indonesia ke kancah internasional.
(nng)
Lihat Juga :