Cerita UMKM Binaan Pertamina Raup Rp300 Juta per Bulan dari Olahan Kelapa
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 21:33 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Sumayana mengatakan, pada enam bulan pertama dirinya bisa mengantongi cuan Rp3,8 juta. "Jadi kalau diawalkan, namanya merintis itu dalam enam bulan omsetnya cuma Rp3,8 juta. Itu enam bulan loh. Yang selanjutnya di tahun 2016 awal baru kami mendapatkan omset per bulan itu sampai Rp2,4 juta per bulan, nambah ya. Dan begitu seterusnya sampai omset mentok itu di Rp70 juta per bulan," terang dia.
"Kalau sekarang dari Rp70 juta baru masuk Pertamina, sekarang sudah per bulan kami bisa merapaup Rp300 per bulan. Sekitar Rp3 miliar sekian per tahunnya," kata Sum.
Tak hanya itu rumah produksinya di Bali yang awalnya hanya delapan orang, kini bisa mempekerjakan warga sekitar. "Sekarang kami sudah punya karyawan sekitar 26 orang," katanya.
Baca Juga: Program Binaan Pertamina Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas
Produk VCO ini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri. Produk olahan kelapa ini juga diekpor ke beberapa negara bahkan sampai Polandia.
"Kalau untuk ekspor, kami ada LCL atau Less Container Load. Belum bisa full container karena kapasitas juga terbatas. Jadi seperti sabun, kami beberapa kali ekspor. Seperti ke Polandia. Kemudian kalau minyak VCO, kami rutin kirim ke Singapura sama ke Amerika Serikat. Termasuk body oil-nya juga kami kirim ke spa yang ada di Jerman juga pernah," kata Sumayana.
"Kalau sekarang dari Rp70 juta baru masuk Pertamina, sekarang sudah per bulan kami bisa merapaup Rp300 per bulan. Sekitar Rp3 miliar sekian per tahunnya," kata Sum.
Tak hanya itu rumah produksinya di Bali yang awalnya hanya delapan orang, kini bisa mempekerjakan warga sekitar. "Sekarang kami sudah punya karyawan sekitar 26 orang," katanya.
Baca Juga: Program Binaan Pertamina Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas
Produk VCO ini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri. Produk olahan kelapa ini juga diekpor ke beberapa negara bahkan sampai Polandia.
"Kalau untuk ekspor, kami ada LCL atau Less Container Load. Belum bisa full container karena kapasitas juga terbatas. Jadi seperti sabun, kami beberapa kali ekspor. Seperti ke Polandia. Kemudian kalau minyak VCO, kami rutin kirim ke Singapura sama ke Amerika Serikat. Termasuk body oil-nya juga kami kirim ke spa yang ada di Jerman juga pernah," kata Sumayana.
(akr)
Lihat Juga :