Jaga Pasokan Energi, Integrated Terminal Dumai Salurkan 3.000 KL BBM dan 1.034 MT LPG per Hari
Sabtu, 18 Oktober 2025 - 21:26 WIB
loading...
Manager Integrated Terminal Dumai, Jhonny Mangaraja Silalahi dalam wawancara dengan sejumlah media di Integrated Terminal (IT) Dumai, Riau, Jumat (17/10). FOTO/Nanang W/SindoNews
A
A
A
DUMAI - PT Pertamina (Persero) melalui Integrated Terminal (IT) Dumai berperan penting dalam menjaga ketahanan energi di Provinsi Riau dan sekitarnya. Fasilitas yang dikelola Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga ini menjadi tulang punggung distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk masyarakat dan industri.
Manager Integrated Terminal Dumai, Jhonny Mangaraja Silalahi, mengungkapkan bahwa IT Dumai mendistribusikan rata-rata 3.000 kiloliter (KL) BBM dan 1.034 metrik ton (MT) LPG setiap harinya.
"Produk BBM yang disalurkan meliputi Pertalite, Pertamina Dex, Biosolar, dan Dexlite," jelas Jhonny saat ditemui di Dumai, Riau, Jumat (17/10/2025).
Baca Juga: Terapkan CEOR, PHR Targetkan Tambahan Produksi Minyak 2.800 BPH
Distribusi BBM dilakukan ke sejumlah titik layanan, termasuk 136 SPBU, 19 APMS, 2 SPDN, dan 3 Pertashop di wilayah Riau. Selain itu, IT Dumai juga melayani 163 konsumen industri yang menjadi penggerak roda perekonomian regional.
Untuk mendukung operasi tersebut, IT Dumai mengerahkan 135 unit mobil tangki yang beroperasi setiap hari. Armada ini memastikan distribusi BBM berjalan lancar, baik untuk kebutuhan retail maupun industri.
Di sisi LPG, IT Dumai menyalurkan produk ke 27 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) yang tersebar di Riau dan sebagian Sumatera Utara. Fasilitas pendukung seperti Storage TLNG New Dumai berkapasitas 6.000 MT serta armada Gas Tanker turut memperkuat keandalan pasokan.
Tak hanya itu, IT Dumai juga memastikan kualitas produk melalui Laboratorium Integrated Terminal (IT Lab). Laboratorium ini melakukan pengujian rutin terhadap seluruh produk BBM dan LPG yang didistribusikan.
Jhonny menjelaskan, setidaknya ada 14 parameter uji yang diterapkan, mulai dari Destilasi, Flash Point, Sulfur Content, hingga Copper Strip Corrosion. "Parameter yang lengkap ini menjamin produk yang disalurkan memenuhi standar regulasi yang berlaku," tegas dia.
IT Dumai juga telah mengantongi tiga sertifikasi internasional, yaitu ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001:2015 untuk Sistem Manajemen Lingkungan, dan ISO 45001:2018 untuk Sistem Manajemen K3. Sertifikasi ini menjadi bukti komitmen operasional yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Baca Juga: Bangun PLTS 25,7 MWp di WK Rokan, Pertamina Hemat Rp50 Miliar per Tahun
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga pasokan energi di seluruh Indonesia. Menurutnya, IT Dumai yang terletak di bagian tengah Sumatera memiliki peran strategis dalam menjalankan amanah tersebut.
Fadjar menambahkan, sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan sistem distribusi energi yang kompleks. "Pertamina membangun dan mengoperasikan banyak fasilitas di berbagai titik untuk memastikan energi dapat dinikmati masyarakat dengan baik," ujarnya.
Manager Integrated Terminal Dumai, Jhonny Mangaraja Silalahi, mengungkapkan bahwa IT Dumai mendistribusikan rata-rata 3.000 kiloliter (KL) BBM dan 1.034 metrik ton (MT) LPG setiap harinya.
"Produk BBM yang disalurkan meliputi Pertalite, Pertamina Dex, Biosolar, dan Dexlite," jelas Jhonny saat ditemui di Dumai, Riau, Jumat (17/10/2025).
Baca Juga: Terapkan CEOR, PHR Targetkan Tambahan Produksi Minyak 2.800 BPH
Distribusi BBM dilakukan ke sejumlah titik layanan, termasuk 136 SPBU, 19 APMS, 2 SPDN, dan 3 Pertashop di wilayah Riau. Selain itu, IT Dumai juga melayani 163 konsumen industri yang menjadi penggerak roda perekonomian regional.
Untuk mendukung operasi tersebut, IT Dumai mengerahkan 135 unit mobil tangki yang beroperasi setiap hari. Armada ini memastikan distribusi BBM berjalan lancar, baik untuk kebutuhan retail maupun industri.
Di sisi LPG, IT Dumai menyalurkan produk ke 27 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) yang tersebar di Riau dan sebagian Sumatera Utara. Fasilitas pendukung seperti Storage TLNG New Dumai berkapasitas 6.000 MT serta armada Gas Tanker turut memperkuat keandalan pasokan.
Tak hanya itu, IT Dumai juga memastikan kualitas produk melalui Laboratorium Integrated Terminal (IT Lab). Laboratorium ini melakukan pengujian rutin terhadap seluruh produk BBM dan LPG yang didistribusikan.
Jhonny menjelaskan, setidaknya ada 14 parameter uji yang diterapkan, mulai dari Destilasi, Flash Point, Sulfur Content, hingga Copper Strip Corrosion. "Parameter yang lengkap ini menjamin produk yang disalurkan memenuhi standar regulasi yang berlaku," tegas dia.
IT Dumai juga telah mengantongi tiga sertifikasi internasional, yaitu ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001:2015 untuk Sistem Manajemen Lingkungan, dan ISO 45001:2018 untuk Sistem Manajemen K3. Sertifikasi ini menjadi bukti komitmen operasional yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Baca Juga: Bangun PLTS 25,7 MWp di WK Rokan, Pertamina Hemat Rp50 Miliar per Tahun
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga pasokan energi di seluruh Indonesia. Menurutnya, IT Dumai yang terletak di bagian tengah Sumatera memiliki peran strategis dalam menjalankan amanah tersebut.
Fadjar menambahkan, sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan sistem distribusi energi yang kompleks. "Pertamina membangun dan mengoperasikan banyak fasilitas di berbagai titik untuk memastikan energi dapat dinikmati masyarakat dengan baik," ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :