Produk Olahan Rempah Nekaboga Dilirik Perusahaan Arab hingga Afrika
Selasa, 21 Oktober 2025 - 22:24 WIB
loading...
A
A
A
Proses ini memastikan rempah-rempah yang dihasilkan aman secara mikrobiologi, bebas dari residu kimia, serta tetap mempertahankan karakter warna, aroma, dan kualitas alaminya.
“Selama tiga dekade kami menjaga komitmen pada kualitas dan keberlanjutan. Hasilnya hampir 80 persen dari total produksi kami telah menjadi pasokan utama bagi berbagai industri makanan, penyedia layanan makanan, industri non-pangan, dan perusahaan ritel di luar negeri,” ungkap Laksmi.
Untuk memperkuat brand awareness, Nekaboga aktif menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai mitra dan lembaga pemerintah. Kolaborasi ini menjadi fondasi kuat yang menopang reputasi Nekaboga di pasar global selama lebih dari 30 tahun.
Keikutsertaan Nekaboga dalam Trade Expo Indonesia 2025 juga merupakan bentuk dukungan terhadap program Kementerian Perindustrian RI yang mendorong perusahaan nasional agar memperkuat penetrasi pasar domestik sekaligus memperluas ekspor bernilai tambah tinggi.
Selama pameran berlangsung, Nekaboga menampilkan beragam produk rempah unggulan berbasis rempah-rempah khas Indonesia, seperti black pepper (lada hitam), white pepper (lada putih), cassia (kayu manis), turmeric (kunyit), coriander (ketumbar), nutmeg (pala), long pepper (cabe jamu), galangal (lengkuas), ginger (jahe), mace (fuli pala), cubeba pepper (kemukus), java turmeric (temulawak), hingga tamarind (asam jawa).
Seluruh bahan baku diperoleh langsung dari petani rempah di Indonesia, yang selama ini menjadi mitra utama dalam rantai pasok perusahaan. Nekaboga tidak hanya membeli hasil panen, tetapi juga melakukan pemberdayaan dan pelatihan berkelanjutan kepada petani agar mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian mereka, serta dapat memenuhi kriteria dan sertifikasi produk yang ditetapkan.
“Melalui kemitraan ini, kami ingin memastikan keberhasilan ekspor rempah Indonesia juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil,” kata Laksmi.
“Selama tiga dekade kami menjaga komitmen pada kualitas dan keberlanjutan. Hasilnya hampir 80 persen dari total produksi kami telah menjadi pasokan utama bagi berbagai industri makanan, penyedia layanan makanan, industri non-pangan, dan perusahaan ritel di luar negeri,” ungkap Laksmi.
Untuk memperkuat brand awareness, Nekaboga aktif menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai mitra dan lembaga pemerintah. Kolaborasi ini menjadi fondasi kuat yang menopang reputasi Nekaboga di pasar global selama lebih dari 30 tahun.
Keikutsertaan Nekaboga dalam Trade Expo Indonesia 2025 juga merupakan bentuk dukungan terhadap program Kementerian Perindustrian RI yang mendorong perusahaan nasional agar memperkuat penetrasi pasar domestik sekaligus memperluas ekspor bernilai tambah tinggi.
Selama pameran berlangsung, Nekaboga menampilkan beragam produk rempah unggulan berbasis rempah-rempah khas Indonesia, seperti black pepper (lada hitam), white pepper (lada putih), cassia (kayu manis), turmeric (kunyit), coriander (ketumbar), nutmeg (pala), long pepper (cabe jamu), galangal (lengkuas), ginger (jahe), mace (fuli pala), cubeba pepper (kemukus), java turmeric (temulawak), hingga tamarind (asam jawa).
Seluruh bahan baku diperoleh langsung dari petani rempah di Indonesia, yang selama ini menjadi mitra utama dalam rantai pasok perusahaan. Nekaboga tidak hanya membeli hasil panen, tetapi juga melakukan pemberdayaan dan pelatihan berkelanjutan kepada petani agar mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian mereka, serta dapat memenuhi kriteria dan sertifikasi produk yang ditetapkan.
“Melalui kemitraan ini, kami ingin memastikan keberhasilan ekspor rempah Indonesia juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil,” kata Laksmi.
Lihat Juga :