ESG Tak Lagi Sebatas Kewajiban, Kini Inti Strategi Bisnis Berkelanjutan dan Bernilai Panjang

Rabu, 22 Oktober 2025 - 19:21 WIB
loading...
ESG Tak Lagi Sebatas...
Ada pergeseran di kalangan perusahaan dari sekadar memenuhi kewajiban regulasi menuju menjadikan ESG sebagai bagian inti dari strategi bisnis yang berkelanjutan dan bernilai jangka panjang. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - RSM Indonesia merilis hasil ESG Survey 2025 yang mengungkap pergeseran signifikan di kalangan perusahaan Indonesia-dari sekadar memenuhi kewajiban regulasi menuju menjadikan Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian inti dari strategi bisnis yang berkelanjutan dan bernilai jangka panjang.

Survei ini dilakukan pada paruh pertama tahun 2025 terhadap hampir 150 profesional tingkat manajerial dan eksekutif lintas industri di Indonesia yang berperan dalam pengambilan keputusan terkait ESG dan tanggung jawab sosial perusahaan. Hasilnya memberikan gambaran faktual mengenai kesiapan organisasi menghadapi tuntutan keberlanjutan yang semakin meningkat di tengah lanskap regulasi yang dinamis.

Temuan utama dalam ESG Survey 2025 mengungkap bahwa 61% perusahaan telah memulai langkah kepatuhan terhadap satu atau lebih regulasi ESG . Sedangkan 64% menyebut kompleksitas regulasi sebagai tantangan terbesar.

Baca Juga: Meningkatkan Program ESG dengan Komitmen Praktik Bisnis Berkelanjutan

Selanjutnya 72,5% telah mengalokasikan anggaran khusus ESG, dan 67% di antaranya berencana meningkatkannya tahun depan. Sementara 62% lain sudah menunjuk manajer proyek atau tim khusus untuk pelaporan keberlanjutan.

Sektor terdepan yakni energi, jasa keuangan, dan material. Apa yang menjadi pendorong utama dan survei ini disebutkan yaitu kepatuhan regulasi, tanggung jawab lingkungan, dan keselarasan nilai perusahaan.

Data ini menegaskan bahwa mayoritas perusahaan di Indonesia telah mulai membangun kerangka ESG yang lebih terintegrasi dan strategis. Sebagian besar organisasi kini memperkuat kapasitas internal dan memperbarui kebijakan untuk memenuhi standar baru. 46% di antaranya telah memiliki pimpinan senior yang secara khusus bertanggung jawab atas strategi keberlanjutan.

“Perusahaan di Indonesia semakin menyadari bahwa ESG bukan sekadar kewajiban, melainkan investasi untuk masa depan yang tangguh dan bertanggung jawab,” ujar Managing Partner, Governance Risk Control & Technology Consulting RSM Indonesia, Angela Simatupang.

“ESG adalah imperatif strategis untuk menciptakan nilai jangka panjang. Dengan berinvestasi pada teknologi, pelatihan, dan tata kelola, perusahaan dapat mengubah tantangan regulasi menjadi peluang pertumbuhan yang berkelanjutan," sambungnya.

Angela menambahkan, hasil survei ini mencerminkan perubahan cara pandang dunia usaha terhadap keberlanjutan-dari sekadar pelaporan menjadi strategi bisnis yang menciptakan nilai dan daya saing.

Menyoroti aspek tata kelola, Partner, Governance Risk & Control, RSM Indonesia, Gede Adhi Wijana menjelaskan “Keberhasilan ESG tidak berhenti pada kepatuhan, tetapi pada bagaimana organisasi membangun kepercayaan melalui sinergi antara manusia, kebijakan, dan teknologi.”

Dari sisi teknologi, Partner, Technology Consulting, RSM Indonesia, Kemal Alfadin menambahkan, bahwa integrasi sistem dan data menjadi langkah penting menuju pelaporan yang kredibel: “Peningkatan kualitas pelaporan keberlanjutan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada tata kelola data yang kuat dan kemampuan organisasi untuk beradaptasi dengan regulasi yang terus berkembang.”

Investasi dalam Energi Bersih dan Pelaporan Berkelanjutan

Sebanyak 72% responden menyatakan telah berinvestasi dalam proyek energi bersih-sebuah indikasi kuat atas komitmen dunia usaha terhadap keberlanjutan lingkungan. Lebih dari 50% responden juga menilai bahwa regulasi ESG di Indonesia sejalan dengan tujuan keberlanjutan perusahaan mereka.

Selain itu 89% responden mengonfirmasi bahwa ketentuan ESG saat ini sudah berlaku di organisasi mereka-menandakan bahwa ESG bukan lagi isu masa depan, tetapi agenda strategis bisnis saat ini. Baca Juga: Berharap Perusahaan Menerapkan ESG

RSM Indonesia ESG Survey 2025 sebagai informasi memberikan gambaran komprehensif mengenai kesiapan korporasi nasional dalam mengadopsi prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang baik. Temuan ini menunjukkan arah positif menuju ekosistem bisnis yang lebih transparan, akuntabel, dan kompetitif secara global.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Danone Indonesia Dorong...
Danone Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Praktik Bisnis Berkelanjutan
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Hijaukan Kaltim! Aksi...
Hijaukan Kaltim! Aksi Nyata Pegadaian Tanam 2.000 Pohon Demi Masa Depan
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Usia ke-53 Tahun, Jasindo...
Usia ke-53 Tahun, Jasindo Perkuat Fondasi Bisnis Berkelanjutan
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Perkuat Literasi Tambang...
Perkuat Literasi Tambang Berkelanjutan lewat Talkshow ESG di UI
Perkuat Implementasi...
Perkuat Implementasi ESG, LPCK Dorong Keberlanjutan Sosial dan Kepedulian Lingkungan
Rekomendasi
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Sadis Taufik Hidayat di Polda Jabar Digelar Tertutup
Wajah Islam di Piala...
Wajah Islam di Piala Dunia: Ketika Timnas Maroko Berdakwah Lewat Akhlak
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Infografis
Alasan Eropa Tak Siap...
Alasan Eropa Tak Siap Perang Jangka Panjang Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved