Efisiensi Energi, CloudN Bawa Revolusi Hijau Korea lewat Teknologi AIoT
Kamis, 23 Oktober 2025 - 22:40 WIB
loading...
Keberhasilan implementasi di DSC menjadi contoh praktik terbaik (best practice) penerapan teknologi hijau Korea di pasar global dan memperkuat posisi CloudN dalam ekosistem ESG. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Di tengah meningkatnya kesadaran global terhadap efisiensi energi dan keberlanjutan industri, perusahaan teknologi Korea Selatan CloudN Co., Ltd. (CEO Jungseok Kim) menunjukkan langkah konkret dengan menghadirkan solusi manajemen energi pabrik berbasis AIoT ( Artificial Intelligence of Things ) di Indonesia.
Dalam presentasi Laporan Kinerja Proyek Demonstrasi Teknologi Hijau di Jakarta pada 22 Oktober 2015, acara dihadiri lebih dari 40 perwakilan dari berbagai institusi, termasuk DSC Indonesia, KOTRA Jakarta, Korea Environmental Industry & Technology Institute (KEITI), serta Lotte Mart Indonesia.
CloudN kemudian mengumumkan bahwa sistem C-FEMS berhasil diterapkan di seluruh lini produksi DSC. Teknologi ini memungkinkan pengumpulan dan analisis data konsumsi energi secara real-time melalui sensor yang terpasang di berbagai mesin utama.
Baca Juga: Demi Industri Hijau, Kemenperin Dukung Sistem Manajemen Energi Sektor Industri
Dari hasil analisis, sistem secara otomatis menyesuaikan kinerja peralatan agar efisien tanpa mengorbankan produktivitas. Proyek ini merupakan bagian dari program “Dukungan Demonstrasi Teknologi Hijau di Luar Negeri 2025” yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup Korea dan KEITI.
Keberhasilan implementasi di DSC menjadi contoh praktik terbaik (best practice) penerapan teknologi hijau Korea di pasar global dan memperkuat posisi CloudN dalam ekosistem ESG (Environmental, Social, Governance).
Kepala Tim Perencanaan Strategis DSC, Hang-Oh Kim menilai, sistem ini menjadi terobosan penting dalam manajemen energi pabrik. “Seiring meningkatnya kebutuhan akan efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon, sistem CloudN membantu kami memantau konsumsi energi setiap proses dan membangun fondasi menuju tujuan produktivitas serta ESG secara bersamaan,” ujarnya.
![Efisiensi Energi, CloudN Bawa Revolusi Hijau Korea lewat Teknologi AIoT]()
Sementara itu, CEO CloudN, Jungseok Kim menyoroti, potensi besar Asia Tenggara sebagai pasar utama efisiensi energi.
“Biaya listrik di kawasan ini dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan Korea, dengan waktu pendinginan lebih lama akibat iklim tropis. Banyak pabrik juga menghadapi fasilitas tua dan kekurangan tenaga ahli. Karena itu, pasar penghematan energi dan manajemen fasilitas pabrik di Asia Tenggara bisa mencapai nilai USD1 miliar,” jelasnya.
“CloudN berkomitmen memperluas teknologi FEMS berbasis AIoT untuk mendukung efisiensi proses dan stabilitas operasional di kawasan ini,” tambahnya.
Berkat keberhasilan proyek di Bekasi, CloudN mulai memperluas jangkauan bisnis ke Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Baca Juga: ESDM Kerjasama dengan 3 BUMN untuk Penerapan Manajemen Energi
Beberapa calon mitra besar seperti Hyundai Motor Group, Lotte Mart Indonesia (48 cabang), BJC Group (BigC Thailand), serta rumah sakit dan pusat konvensi lokal sedang meninjau penerapan sistem serupa. Tahun depan, CloudN juga menargetkan implementasi C-FEMS di fasilitas DSC di negara lain.
Dalam presentasi Laporan Kinerja Proyek Demonstrasi Teknologi Hijau di Jakarta pada 22 Oktober 2015, acara dihadiri lebih dari 40 perwakilan dari berbagai institusi, termasuk DSC Indonesia, KOTRA Jakarta, Korea Environmental Industry & Technology Institute (KEITI), serta Lotte Mart Indonesia.
CloudN kemudian mengumumkan bahwa sistem C-FEMS berhasil diterapkan di seluruh lini produksi DSC. Teknologi ini memungkinkan pengumpulan dan analisis data konsumsi energi secara real-time melalui sensor yang terpasang di berbagai mesin utama.
Baca Juga: Demi Industri Hijau, Kemenperin Dukung Sistem Manajemen Energi Sektor Industri
Dari hasil analisis, sistem secara otomatis menyesuaikan kinerja peralatan agar efisien tanpa mengorbankan produktivitas. Proyek ini merupakan bagian dari program “Dukungan Demonstrasi Teknologi Hijau di Luar Negeri 2025” yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup Korea dan KEITI.
Keberhasilan implementasi di DSC menjadi contoh praktik terbaik (best practice) penerapan teknologi hijau Korea di pasar global dan memperkuat posisi CloudN dalam ekosistem ESG (Environmental, Social, Governance).
Kepala Tim Perencanaan Strategis DSC, Hang-Oh Kim menilai, sistem ini menjadi terobosan penting dalam manajemen energi pabrik. “Seiring meningkatnya kebutuhan akan efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon, sistem CloudN membantu kami memantau konsumsi energi setiap proses dan membangun fondasi menuju tujuan produktivitas serta ESG secara bersamaan,” ujarnya.

Sementara itu, CEO CloudN, Jungseok Kim menyoroti, potensi besar Asia Tenggara sebagai pasar utama efisiensi energi.
“Biaya listrik di kawasan ini dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan Korea, dengan waktu pendinginan lebih lama akibat iklim tropis. Banyak pabrik juga menghadapi fasilitas tua dan kekurangan tenaga ahli. Karena itu, pasar penghematan energi dan manajemen fasilitas pabrik di Asia Tenggara bisa mencapai nilai USD1 miliar,” jelasnya.
“CloudN berkomitmen memperluas teknologi FEMS berbasis AIoT untuk mendukung efisiensi proses dan stabilitas operasional di kawasan ini,” tambahnya.
Berkat keberhasilan proyek di Bekasi, CloudN mulai memperluas jangkauan bisnis ke Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Baca Juga: ESDM Kerjasama dengan 3 BUMN untuk Penerapan Manajemen Energi
Beberapa calon mitra besar seperti Hyundai Motor Group, Lotte Mart Indonesia (48 cabang), BJC Group (BigC Thailand), serta rumah sakit dan pusat konvensi lokal sedang meninjau penerapan sistem serupa. Tahun depan, CloudN juga menargetkan implementasi C-FEMS di fasilitas DSC di negara lain.
(akr)
Lihat Juga :