Cerita Pilu Penumpang LRT Jabodebek Harus Kehilangan Pekerjaan Akibat Mogok di Jalur Layang

Minggu, 26 Oktober 2025 - 18:45 WIB
loading...
Cerita Pilu Penumpang...
Sejumlah penumpang LRT Jabodebek berbondong-bondong jalan di atas rel jalur layang yang sangat tinggi. Terlihat ada seorang perempuan menggendong seorang anak kecil. FOTO/Video/Social Media/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Gangguan operasional LRT Jabodebek pada Sabtu (25/10) meninggalkan kisah pilu bagi sejumlah penumpang. Salah satunya dialami Aida Fathira, fotografer lepas yang harus kehilangan pekerjaan lantaran terjebak di perjalanan akibat kereta yang mogok di jalur layang.

Pagi itu, Aida berangkat dari Stasiun Kuningan menuju Harjamukti untuk memotret acara pernikahan. Namun, nasib berkata lain. Di tengah perjalanan, LRT yang ditumpanginya tiba-tiba berhenti mendadak di atas jalur layang.

“Kereta berhenti cukup lama. Kami diminta turun dan berjalan kaki di atas rel menuju stasiun terdekat. Sekitar 20 menit kami jalan di rel setinggi belasan meter, kira-kira 800 meter jaraknya sampai Kampung Rambutan,” ungkap Aida saat berbincang dengan SindoNews, Minggu (26/10).

Akibat insiden itu, Aida gagal menghadiri pekerjaannya. "Rugi di waktu iya, tenaga iya, dan tentunya job yang dibatalkan. Aku paham, karena penghulu dan KUA sudah datang. Padahal aku berangkat dua jam lebih awal. Siapa sangka dari Kuningan ke Kampung Rambutan bisa makan waktu dua jam lebih," ujarnya dengan nada kecewa.

Bagi Aida Fathira, pengalaman itu menjadi pelajaran pahit. “Saya tetap bersyukur bisa selamat. Tapi semoga kejadian ini tidak terulang lagi. Karena waktu dan kesempatan kerja yang hilang tidak bisa kembali,” ujarnya.

Baca Juga: LRT Dukuh Atas-Harjamukti Gangguan di Cikoko, Netizen: Lambat Rusak Telat

Banyak penumpang lain juga mengeluhkan lambannya proses evakuasi serta minimnya informasi dari pihak operator. Mereka harus menapaki jalur sempit dengan pengamanan seadanya di bawah terik matahari di atas jalur layang yang sangat tinggi.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, menilai kejadian tersebut seharusnya menjadi pelajaran penting bagi pengelola LRT Jabodebek. Ia menegaskan pentingnya simulasi dan sosialisasi keselamatan bagi penumpang.

“Seharusnya ada simulasi rutin. Kalau di pesawat saja penumpang diberi arahan darurat, transportasi publik di darat juga seharusnya begitu. Sosialisasi bisa dilakukan lewat tayangan di stasiun atau di dalam rangkaian kereta,” kata Djoko.

Djoko juga menyoroti minimnya alternatif evakuasi bagi penumpang yang tak mampu berjalan di jalur layang. Menurutnya, operator wajib menyediakan opsi evakuasi lain bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, anak kecil, maupun penumpang dengan disabilitas.

“Memang paling mudah jalan kaki, tapi kalau ada penumpang yang takut atau tidak sanggup, jangan dipaksakan. Bisa saja minta bantuan Damkar atau alat khusus untuk mengevakuasi mereka dengan aman,” ujarnya.

Baca Juga: KA Purwojaya Rute Gambir-Kroya Anjlok di Stasiun Kedunggedeh Bekasi

Sebagai informasi, insiden berhentinya LRT Jabodebek tersebut disebabkan gangguan pada sistem third rail, yaitu jalur penyuplai listrik ke rangkaian kereta. Akibatnya, lima rangkaian berhenti di tengah lintasan dan seluruh penumpang harus dievakuasi secara manual.

Proses evakuasi dilakukan melalui walkway sempit selebar sekitar 50 sentimeter di ketinggian 15 meter. Sejumlah video amatir yang memperlihatkan penumpang berjalan hati-hati di atas rel layang itu kemudian viral di media sosial dan memicu kritik tajam terhadap kesiapan manajemen krisis LRT Jabodebek.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Bakal Batasi Penerbangan...
AS Bakal Batasi Penerbangan Internasional, Picu Kekacuan Jutaan Penumpang Global
Joy Air Bangkrut, Ribuan...
Joy Air Bangkrut, Ribuan Penumpang di China Telantar
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Penumpang Whoosh Tembus 53.000
KCIC Pasang Target Penumpang...
KCIC Pasang Target Penumpang Whoosh 30.000 per Hari di 2028
Viral Pulau Umang Dijual...
Viral Pulau Umang Dijual Rp65 Miliar di Medsos, KKP Buka Suara
Gugur Evakuasi Korban...
Gugur Evakuasi Korban Banjir di Sumbar, Tiga Prajurit Terima Santunan Rp1,7 Miliar dari Asabri
Netizen Auto Heboh!...
Netizen Auto Heboh! Nathalie Holscher dan Aripat Kompak Main 'Hitung Mundur'
Cara Bikin Konten Reaction...
Cara Bikin Konten Reaction Viral, Simak 10 Tips dari Janda Tawa
Keluarga Korban Penyekapan...
Keluarga Korban Penyekapan Tuntut Mata Pelaku Diberikan ke Korban Agar Bisa Melihat Kembali
Rekomendasi
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
Vladimir Petkovic Melawan...
Vladimir Petkovic Melawan Mantan
Berita Terkini
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
Bulog Buka Gudang untuk...
Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras
Redesign BUMN Via Danantara,...
Redesign BUMN Via Danantara, Langkah Strategis Optimalkan Perlindungan Direksi atas Keputusan Bisnis
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved