BRICS Lanjutkan Dedolarisasi, China Buang Dolar AS Rp860 Triliun

Minggu, 26 Oktober 2025 - 20:23 WIB
loading...
BRICS Lanjutkan Dedolarisasi,...
BRICS terus melanjutkan aksi dedolarisasi. FOTO/Watcher Guru
A A A
JAKARTA - Bank-bank di China membantu nasabah mereka melepas mata uang asing senilai USD51,8 miliar atau setara Rp860 triliun jumlah tertinggi sejak 2020. Sebagai anggota BRICS, China kini berada di garis depan aksi jual dolar Amerika Serikat (AS), seiring meningkatnya optimisme terhadap mata uang yuan China, demikian dilaporkan Bloomberg.

Para pemberi pinjaman di negara itu menjual valuta asing bersih senilai USD51,8 miliar atas nama para nasabah mereka sepanjang September, jumlah terbesar yang tercatat sejak Desember 2020. Nasabah yang dimaksud mencakup importir, eksportir, serta investor yang menanamkan modal di aset keuangan luar negeri.

Baca Juga: Cyril Ramaphosa Sambut Gembira Keanggotaan Resmi Indonesia di BRICS

Grafik yang disajikan Bloomberg menunjukkan lonjakan konversi mata uang seiring pertumbuhan ekspor yang kuat pada September. Langkah tersebut membantu menutupi arus keluar dari investasi surat berharga, karena lembaga keuangan asing terus mengurangi kepemilikan obligasi domestik. Sebagai anggota BRICS, China bersama mata uang yuan-nya kini semakin unggul terhadap dolar AS di tengah ketegangan perdagangan yang memanas.

Perusahaan-perusahaan China menunjukkan optimisme terhadap penguatan yuan, sejalan dengan ambisi negara itu untuk menginternasionalisasi mata uangnya. "Surplus bersih dalam penyelesaian valuta asing menunjukkan adanya peningkatan arus modal masuk ke China yang membantu menopang yuan, sementara konversi oleh eksportir juga meningkat," kata Kepala Riset Asia di ANZ Bank, Khoon Goh dikutip dari Watcher Guru, Minggu (26/10).

Bank Sentral China (People’s Bank of China/PBOC) mengambil langkah untuk menjaga nilai referensi harian yuan pada posisi terkuat dalam satu bulan terakhir. PBOC memperkuat intervensinya setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif baru terhadap China dan sejumlah negara lain pada awal Oktober. Negara-negara anggota BRICS kemudian bersatu menunjukkan ketidakpuasan terhadap kebijakan AS dan dominasi dolar, serta sepakat mendukung penguatan mata uang lokal, terutama yuan China.

Baca Juga: Indonesia Lanjutkan Aksi Dedolarisasi, Transaksi Mata Uang Lokal Tembus Rp191 Triliun

Ketegangan perdagangan yang kembali meningkat ini diperkirakan akan mendorong lebih banyak eksportir domestik melakukan konversi valuta asing guna mendukung stabilitas yuan. Perkembangan tersebut memberi dorongan tambahan bagi kelompok BRICS, karena langkah pelepasan dolar AS diyakini akan memperkuat posisi yuan di pasar global.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Rekomendasi
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved