Akurasi Tinggi, Alvalab Hadirkan Alat Uji Kedaluwarsa Pangan Mandiri
Senin, 27 Oktober 2025 - 10:56 WIB
loading...
A
A
A
Untuk memperluas jangkauan layanan, Alvalab menyediakan sistem drop point dan pengiriman sampel dari empat kota besar, yakni Jakarta, Surabaya, Lampung, dan Pontianak. Pelaku usaha cukup mengirimkan produk melalui jasa ekspedisi bersama dokumen pendukung seperti Nomor Wajib Pajak (NPWP), Nomor Induk Berusaha (NIB), dan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP).
“Setelah pendaftaran, kami akan memberikan akses akun khusus berupa username dan password agar klien dapat memantau seluruh tahapan pengujian secara real time, mulai dari penerimaan sampel hingga terbitnya hasil analisa,” ujar Jonathan.
Selain layanan pengujian, Alvalab juga memberikan konsultasi gratis bagi pelaku usaha, terutama UMKM, untuk membantu mereka memahami standar mutu produk yang berlaku di dalam negeri maupun pasar global.
“Kami ingin mendorong lebih banyak produk Indonesia agar dapat memenuhi syarat ekspor dengan harga uji laboratorium yang terjangkau, mulai dari Rp 100 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung kompleksitas jenis pengujian,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada produk pangan, Alvalab juga melayani pengujian produk agrikultur, spices, essential oil, produk makanan dan minuman impor, memastikan bahwa setiap produk yang beredar telah memenuhi standar keamanan dan kualitas yang berlaku.
“Hingga saat ini, sudah ribuan produk dari berbagai sektor yang kami uji demi menjamin kenyamanan dan keamanan konsumen,” tegas Jonathan.
Partisipasi Alvalab di Trade Expo Indonesia 2025 menjadi bukti komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan daya saing industri nasional di pasar global melalui inovasi dan keandalan teknologi laboratorium.
Sebagai informasi, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menyampaikan bahwa hingga hari kedua penyelenggaraan TEI 2025, total nilai transaksi sementara telah mencapai USD 17,27 miliar atau setara dengan Rp286 triliun, berdasarkan hasil penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha Indonesia dan pembeli luar negeri pada tanggal 15–16 Oktober 2025.
“Setelah pendaftaran, kami akan memberikan akses akun khusus berupa username dan password agar klien dapat memantau seluruh tahapan pengujian secara real time, mulai dari penerimaan sampel hingga terbitnya hasil analisa,” ujar Jonathan.
Selain layanan pengujian, Alvalab juga memberikan konsultasi gratis bagi pelaku usaha, terutama UMKM, untuk membantu mereka memahami standar mutu produk yang berlaku di dalam negeri maupun pasar global.
“Kami ingin mendorong lebih banyak produk Indonesia agar dapat memenuhi syarat ekspor dengan harga uji laboratorium yang terjangkau, mulai dari Rp 100 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung kompleksitas jenis pengujian,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada produk pangan, Alvalab juga melayani pengujian produk agrikultur, spices, essential oil, produk makanan dan minuman impor, memastikan bahwa setiap produk yang beredar telah memenuhi standar keamanan dan kualitas yang berlaku.
“Hingga saat ini, sudah ribuan produk dari berbagai sektor yang kami uji demi menjamin kenyamanan dan keamanan konsumen,” tegas Jonathan.
Partisipasi Alvalab di Trade Expo Indonesia 2025 menjadi bukti komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan daya saing industri nasional di pasar global melalui inovasi dan keandalan teknologi laboratorium.
Sebagai informasi, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menyampaikan bahwa hingga hari kedua penyelenggaraan TEI 2025, total nilai transaksi sementara telah mencapai USD 17,27 miliar atau setara dengan Rp286 triliun, berdasarkan hasil penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha Indonesia dan pembeli luar negeri pada tanggal 15–16 Oktober 2025.
Lihat Juga :