Bak Petir di Siang Bolong, IHSG Mendadak Ambruk sampai Akhir Sesi
Senin, 27 Oktober 2025 - 16:56 WIB
loading...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada akhir perdagangan Senin (27/10). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada akhir perdagangan Senin (27/10). Indeks melemah 1,87 persen atau 154,57 poin ke level 8.117. Indeks sempat keluar area psikologis 8.000 menuju 7.959,17, sebelum sedikit rebound menjelang penutupan.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp28,86 triliun dengan volume 38,15 miliar saham dan frekuensi 2,85 juta kali. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 506 turun, 234 naik, dan 216 stagnan. Market cap Bursa Efek Indonesia turun Rp358 triliun, menjadi Rp14.876 triliun dari Rp15.234 triliun pada akhir Jumat (24/10).
Baca Juga:I HSG Siang Tiba-tiba Ambruk 2,94 Persen, Sektor Energi Pimpin Pelemahan
Tekanan berlangsung hampir di seluruh sektor. Sektor energi menjadi penekan utama dengan koreksi 3,71 persen, diikuti sektor properti yang turun 3,48 persen dan industri dasar melemah 1,31 persen. Sektor keuangan dan infrastruktur masing-masing terkoreksi 1,68 persen dan 1,80 persen. Dari 11 sektor utama, hanya sektor kesehatan yang menguat 1,05 persen.
Indeks mendadak ambruk hari ini disebabkan oleh koreksi tajam di sejumlah saham konglomerat, khususnya emiten milik Prajogo Pangestu PT Barito Pacific Tbk. Pada kelompok saham top losers LQ45, penurunan tajam dialami PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang anjlok 9,34 persen ke Rp3.300, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun 6,36 persen ke Rp324, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 6,19 persen ke Rp7.200.
Baca Juga: Rapor IHSG Sepekan Anjlok 4,14%, Kapitalisasi Pasar BEI Menyusut ke Rp14.746 Triliun
Sebaliknya, saham top gainers LQ45 di antaranya PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 7,96 persen ke Rp1.420, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menguat 7,11 persen ke Rp2.710, PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) naik 5,56 persen ke Rp665, dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) meningkat 4,85 persen ke Rp2.160.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp28,86 triliun dengan volume 38,15 miliar saham dan frekuensi 2,85 juta kali. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 506 turun, 234 naik, dan 216 stagnan. Market cap Bursa Efek Indonesia turun Rp358 triliun, menjadi Rp14.876 triliun dari Rp15.234 triliun pada akhir Jumat (24/10).
Baca Juga:I HSG Siang Tiba-tiba Ambruk 2,94 Persen, Sektor Energi Pimpin Pelemahan
Tekanan berlangsung hampir di seluruh sektor. Sektor energi menjadi penekan utama dengan koreksi 3,71 persen, diikuti sektor properti yang turun 3,48 persen dan industri dasar melemah 1,31 persen. Sektor keuangan dan infrastruktur masing-masing terkoreksi 1,68 persen dan 1,80 persen. Dari 11 sektor utama, hanya sektor kesehatan yang menguat 1,05 persen.
Indeks mendadak ambruk hari ini disebabkan oleh koreksi tajam di sejumlah saham konglomerat, khususnya emiten milik Prajogo Pangestu PT Barito Pacific Tbk. Pada kelompok saham top losers LQ45, penurunan tajam dialami PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang anjlok 9,34 persen ke Rp3.300, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun 6,36 persen ke Rp324, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 6,19 persen ke Rp7.200.
Baca Juga: Rapor IHSG Sepekan Anjlok 4,14%, Kapitalisasi Pasar BEI Menyusut ke Rp14.746 Triliun
Sebaliknya, saham top gainers LQ45 di antaranya PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 7,96 persen ke Rp1.420, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menguat 7,11 persen ke Rp2.710, PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) naik 5,56 persen ke Rp665, dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) meningkat 4,85 persen ke Rp2.160.
(nng)
Lihat Juga :