3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:27 WIB
loading...
3 Proyek Kereta Cepat...
Pembangunan mega proyek kereta cepat di beberapa negara menelan biaya hingga ratusan miliar dolar, berikut 3 proyek kereta api cepat termahal di dunia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pembangunan mega proyek kereta cepat di beberapa negara menelan biaya hingga ratusan miliar dolar, ketika mereka mencoba meningkatkan opsi untuk transportasi untuk penumpang dan barang. Jalur jarak jauh ini sering melewati pegunungan, jalur perairan, atau lingkungan perkotaan yang padat, sehingga memerlukan solusi yang mahal.

Biaya konstruksi sangat bervariasi – terutama untuk kereta api berkecepatan tinggi – dari rata-rata biaya per kilometer sebesar USD18,5 juta di Spanyol hingga mencapai USD175 juta di Inggris, menurut laporan pemerintah Spanyol tahun 2023. Selain itu, pembengkakan anggaran dan jadwal menjadi hal umum untuk pekerjaan teknik yang kompleks dan luas ini.

Hal serupa terjadi juga di Indonesia dalam proyek kereta cepat rute Jakarta–Bandung atau Whoosh. Dalam studi awal, pemerintah menerima penawaran pembiayaan dari Jepang, dan juga China.

Baca Juga: Beda Jauh Biaya Proyek Kereta Cepat Indonesia vs Arab Saudi, Bak Langit dan Bumi

Saat itu China menawarkan model business to business yang berbasis konsorsium BUMN dimana proyek dikerjakan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang di dalamnya terdiri dari struktur kepemilikan 60% PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan 40% China Railway International Co. Ltd. (CRI).

PSBI sendiri terdiri dari empat BUMN besar, dengan porsi kepemilikan saham 51,37% PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), 38,26% PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), 8,30% PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII) dan 2,37% PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Dan akhirnya pemerintah Indonesia memilih model dan skema pembiayaan dari China dengan alasan yang cukup membius dan menjanjikan yaitu “tanpa membebani APBN”.

Namun, ketika proyek mulai berjalan justru mengalami cost overrun (pembengkakan biaya) dari tahap awal 2015 sampai 2023. Hingga akhirnya menggerus APBN sekitar kurang lebih Rp7,5 triliun, dengan potensi tambahan Rp5-10 triliun lagi sampai 2030.

Dengan bunga 3,4% per tahun atas tambahan USD560 juta (Rp8-9 triliun), maka bunga tahunan tambahan bisa sekitar USD19 juta atau sekitar Rp300-400 miliar/tahun hanya untuk bagian overrun. Untuk pinjaman pokok USD4,5 miliar dengan bunga 2-3,4%, maka beban bunga tahunan bisa antara USD90-153 juta (Rp1,4-2,4 triliun) setiap tahun.

Artinya, proyek ini tidak sesuai dengan janji awalnya yang diklaim “tidak membebani APBN” malah justru menggerus APBN bahkan membebani hingga puluhan tahun. Jelas, proyek ini secara ekonomi tidaklah efisien bahkan cenderung merugikan Indonesia.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh, dengan panjang lintasan 142 km menelan biaya sekitar USD7,27 miliar atau setara Rp110-113 triliun

Berikut 3 proyek kereta api cepat termahal di dunia:

3. Jalur Kereta Cepat Shanghai-Chongqing-Chengdu, China: USD77 miliar

China pada tahun 2016 mengumumkan rencana pengembangan jaringan kereta cepat lewat program baru yang disebut Eight Vertical and Eight Horizontal. Seperti yang mungkin bisa Anda tebak dari namanya, jalur-jalur baru atau yang diperluas ini mencakup 16 koneksi kereta bagian utara-selatan dan timur-barat dengan tujuan menciptakan total jaringan sepanjang 23.600 mil (38.000 km) pada tahun 2025.

Salah satu proyek ini adalah koridor Shanghai-Chongqing-Chengdu sepanjang 1.300 mil (2.100 km), yang sejajar dengan jalur timur ke barat yang sudah ada tetapi akan menawarkan perjalanan kereta jauh lebih cepat. Dengan kecepatan mencapai 217 mil per jam (350 km/jam), perjalanan antara Shanghai dan Chongqing akan dipangkas dari 10 jam 42 menit menjadi lima jam 48 menit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Pemerintah Guyur Diskon...
Pemerintah Guyur Diskon Transportasi saat Libur Sekolah: Bisa jadi Penggerak Kelas Menengah
Rakortas Stimulus Kuartal...
Rakortas Stimulus Kuartal II 2026: Berikut Paket Insentif Fiskal, hingga Biaya Transportasi
PTPP Gelar RUPST Tahun...
PTPP Gelar RUPST Tahun Buku 2025: Tetapkan Perubahan Anggaran Dasar dan Perkuat Strategi Bisnis
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Penumpang Whoosh Tembus 53.000
Inul Daratista Geram...
Inul Daratista Geram Dituding Gila Hormat, Ungkap Alasan Petugas KAI Melayani Sambil Jongkok
3 Fakta Kereta Leo Express...
3 Fakta Kereta Leo Express dengan Rute Terpanjang di Eropa hingga 1.300 Km
Arus Balik Long Weekend...
Arus Balik Long Weekend Padati Whoosh, Separuh Penumpang Bergerak ke Jakarta
Rekomendasi
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved