Pukul Mesin Perang Putin, AS Sanksi Dua Raksasa Minyak Rusia
Rabu, 29 Oktober 2025 - 20:20 WIB
loading...
A
A
A
Langkah AS ini juga mengikuti keputusan Inggris yang lebih dulu memberikan sanksi terhadap Rosneft dan Lukoil. Sementara itu, Uni Eropa sebelumnya telah menarget Rosneft, namun masih menahan diri terhadap Lukoil karena adanya pengecualian bagi Hongaria dan Slovakia yang masih mengimpor minyak dari Rusia.
Dalam kesempatan terpisah di Kantor Oval, Trump mengonfirmasi pembatalan rencana pertemuan puncak dengan Putin. "Kami membatalkan pertemuan dengan Presiden Putin. Rasanya tidak tepat untuk dilakukan sekarang," ujarnya didampingi Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
Kebijakan sanksi ini datang di tengah laporan Wall Street Journal yang menyebut pemerintahan Trump telah mencabut pembatasan penggunaan rudal jelajah Storm Shadow buatan Inggris oleh Ukraina. Laporan itu memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan dengan Moskow. Namun, Trump membantah laporan tersebut melalui media sosialnya. "Berita itu fake news! AS tidak ada hubungannya dengan rudal itu," tulisnya.
Para analis menilai, langkah sanksi terhadap Rosneft dan Lukoil merupakan upaya paling signifikan untuk memangkas pendapatan Rusia dari minyak. "Rosneft adalah perusahaan terpenting Rusia yang belum sepenuhnya masuk daftar sanksi AS," kata Edward Fishman, mantan pejabat senior Departemen Luar Negeri AS.
Baca Juga: Kata Putin, Rusia Tak Akan Pernah Tunduk pada AS meski Disanksi
Dalam kesempatan terpisah di Kantor Oval, Trump mengonfirmasi pembatalan rencana pertemuan puncak dengan Putin. "Kami membatalkan pertemuan dengan Presiden Putin. Rasanya tidak tepat untuk dilakukan sekarang," ujarnya didampingi Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
Kebijakan sanksi ini datang di tengah laporan Wall Street Journal yang menyebut pemerintahan Trump telah mencabut pembatasan penggunaan rudal jelajah Storm Shadow buatan Inggris oleh Ukraina. Laporan itu memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan dengan Moskow. Namun, Trump membantah laporan tersebut melalui media sosialnya. "Berita itu fake news! AS tidak ada hubungannya dengan rudal itu," tulisnya.
Para analis menilai, langkah sanksi terhadap Rosneft dan Lukoil merupakan upaya paling signifikan untuk memangkas pendapatan Rusia dari minyak. "Rosneft adalah perusahaan terpenting Rusia yang belum sepenuhnya masuk daftar sanksi AS," kata Edward Fishman, mantan pejabat senior Departemen Luar Negeri AS.
Baca Juga: Kata Putin, Rusia Tak Akan Pernah Tunduk pada AS meski Disanksi
Lihat Juga :