Program Unggulan Lintas Sektor Lanjut di 2026, Menko Airlangga Ungkap Apa Saja
Kamis, 30 Oktober 2025 - 12:36 WIB
loading...
Menko Airlangga Hartarto mengungkapkan sejumlah program unggulan lintas sektor yang telah direncanakan akan dilanjutkan pada tahun 2026. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan sejumlah program unggulan lintas sektor yang telah direncanakan akan dilanjutkan pada tahun 2026. Pemerintah juga telah menyiapkan regulasi pendukung untuk memastikan kesinambungan program- program prioritas nasional tersebut.
“Ini relatif regulasinya sudah disiapkan seperti PPH final untuk UMKM sampai tahun 2027. Kemudian PPH 21 untuk sektor pariwisata dan industri padat karya. Kemudian PPN DTP untuk sektor perumahan dan juga penerima diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian,” jelas Menko Airlangga usai menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Kepresidenan, Rabu (29/10) malm.
Dalam rapat tersebut terungkap juga bahwa sejumlah indikator utama perekonomian masih mencatat tren positif, menegaskan kuatnya daya tahan ekonomi Indonesia. Baca Juga: Satgas Percepatan Program Strategis Dibentuk, Menko Airlangga Ungkap Tugas 3 Pokja
“Relatif perekonomian dari berbagai indeks angkanya cukup baik dan beberapa indikator-indikator terkait dengan konsumsi misalnya indeks konsumen juga masih di atas 100 sampai 115. Ritel juga baik sebesar 5,8%, PMI senilai 50,4,” ujar Menko Airlangga.
Sektor investasi dan konsumsi masyarakat juga menunjukkan tren pertumbuhan positif. Realisasi investasi nasional telah mencapai Rp1.434,3 triliun, sementara Mandiri Spending Index meningkat hingga 297 menjelang akhir tahun.
Peningkatan ini sejalan dengan kinerja sektor perbankan yang turut menguat. Dari sisi produksi, peningkatan utilisasi kapasitas industri menandakan aktivitas ekonomi yang terus bergerak dinamis.
Airlangga menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap berbagai program strategis di sektor pertanian, kelautan, dan perikanan, terutama terkait dengan kesinambungan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam.
“Bapak Presiden juga melihat dan mendengarkan program-program di berbagai sektor termasuk di sektor pertanian misalnya untuk program terkait dengan hilirisasi. Di Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait dengan revitalisasi tambak pantura yang 20 ribu hektare. Pengembangan tambak udang terintegrasi di Nusa Tenggara Timur. Modernisasi kapal dan juga terkait dengan program Makan Bergizi Gratis,” ungkapnya.
Menko Airlangga menuturkan bahwa seluruh kementerian teknis telah menyiapkan laporan mengenai pelaksanaan berbagai program unggulan tersebut, yang akan terus dipantau hingga akhir tahun mendatang. Pemerintah memastikan bahwa setiap kebijakan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
“Jadi hampir seluruh kementerian berbicara untuk terkait dengan program-program yang diandalkan oleh Bapak Presiden dan program ini juga dimonitor untuk sampai akhir tahun 2025 ini,” kata Airlangga.
Terkait negosiasi tarif dengan Amerika Serikat (AS), Airlangga menyampaikan bahwa pembahasan akan dilanjutkan setelah pelaksanaan KTT APEC pada akhir bulan ini, khususnya pada aspek penyusunan legal drafting dengan pihak AS.
Untuk kesepakatan tarif nol persen, Menko Airlangga optimistis Indonesia akan memperoleh hasil serupa dengan Malaysia. Baca Juga: Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
“Jadi kita sudah bicarakan untuk produk-produk yang Amerika tidak bisa produksi seperti kelapa sawit, kakao, dan karet, itu seluruhnya diberikan tarif nol persen. Kita minta juga untuk komoditas tertentu semisal yang menjadi supply chain untuk industri kesehatan,” pungkasnya.
“Ini relatif regulasinya sudah disiapkan seperti PPH final untuk UMKM sampai tahun 2027. Kemudian PPH 21 untuk sektor pariwisata dan industri padat karya. Kemudian PPN DTP untuk sektor perumahan dan juga penerima diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian,” jelas Menko Airlangga usai menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Kepresidenan, Rabu (29/10) malm.
Dalam rapat tersebut terungkap juga bahwa sejumlah indikator utama perekonomian masih mencatat tren positif, menegaskan kuatnya daya tahan ekonomi Indonesia. Baca Juga: Satgas Percepatan Program Strategis Dibentuk, Menko Airlangga Ungkap Tugas 3 Pokja
“Relatif perekonomian dari berbagai indeks angkanya cukup baik dan beberapa indikator-indikator terkait dengan konsumsi misalnya indeks konsumen juga masih di atas 100 sampai 115. Ritel juga baik sebesar 5,8%, PMI senilai 50,4,” ujar Menko Airlangga.
Sektor investasi dan konsumsi masyarakat juga menunjukkan tren pertumbuhan positif. Realisasi investasi nasional telah mencapai Rp1.434,3 triliun, sementara Mandiri Spending Index meningkat hingga 297 menjelang akhir tahun.
Peningkatan ini sejalan dengan kinerja sektor perbankan yang turut menguat. Dari sisi produksi, peningkatan utilisasi kapasitas industri menandakan aktivitas ekonomi yang terus bergerak dinamis.
Airlangga menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap berbagai program strategis di sektor pertanian, kelautan, dan perikanan, terutama terkait dengan kesinambungan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam.
“Bapak Presiden juga melihat dan mendengarkan program-program di berbagai sektor termasuk di sektor pertanian misalnya untuk program terkait dengan hilirisasi. Di Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait dengan revitalisasi tambak pantura yang 20 ribu hektare. Pengembangan tambak udang terintegrasi di Nusa Tenggara Timur. Modernisasi kapal dan juga terkait dengan program Makan Bergizi Gratis,” ungkapnya.
Menko Airlangga menuturkan bahwa seluruh kementerian teknis telah menyiapkan laporan mengenai pelaksanaan berbagai program unggulan tersebut, yang akan terus dipantau hingga akhir tahun mendatang. Pemerintah memastikan bahwa setiap kebijakan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
“Jadi hampir seluruh kementerian berbicara untuk terkait dengan program-program yang diandalkan oleh Bapak Presiden dan program ini juga dimonitor untuk sampai akhir tahun 2025 ini,” kata Airlangga.
Terkait negosiasi tarif dengan Amerika Serikat (AS), Airlangga menyampaikan bahwa pembahasan akan dilanjutkan setelah pelaksanaan KTT APEC pada akhir bulan ini, khususnya pada aspek penyusunan legal drafting dengan pihak AS.
Untuk kesepakatan tarif nol persen, Menko Airlangga optimistis Indonesia akan memperoleh hasil serupa dengan Malaysia. Baca Juga: Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
“Jadi kita sudah bicarakan untuk produk-produk yang Amerika tidak bisa produksi seperti kelapa sawit, kakao, dan karet, itu seluruhnya diberikan tarif nol persen. Kita minta juga untuk komoditas tertentu semisal yang menjadi supply chain untuk industri kesehatan,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :