Lanjutkan Kinerja Positif, MNC Bank Catat Kenaikan Laba Bersih 22% di Kuartal III-2025
Kamis, 30 Oktober 2025 - 17:51 WIB
loading...
MNC Bank berhasil melanjutkan kinerja positif hingga kuartal III-2025. FOTO/Shutterstock
A
A
A
JAKARTA - PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank, anak usaha PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) yang merupakan bagian dari MNC Group, berhasil melanjutkan kinerja positif hingga kuartal III-2025. Bank mencatat pertumbuhan laba bersih tahunan (year on year/YoY) sebesar 22,09%, dari Rp49,47 miliar pada kuartal III-2024 menjadi Rp60,39 miliar pada periode yang sama tahun ini.
Selain laba bersih, total aset perseroan juga meningkat 6,17% secara tahunan, dari sebelumnya Rp19,32 triliun menjadi Rp20,50 triliun. Pencapaian tersebut menegaskan konsistensi MNC Bank dalam menjaga tren pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan industri perbankan nasional.
Presiden Direktur MNC Bank Rita Montagna menjelaskan, kenaikan laba bersih tersebut didorong oleh pertumbuhan kinerja kredit yang solid di tengah kondisi ekonomi yang masih menekan daya beli masyarakat.
"Meskipun industri perbankan tengah dibayangi oleh isu daya beli dan laju pertumbuhan kredit yang kurang bergairah, MNC Bank mampu mencatatkan pertumbuhan pada penyaluran kredit sebesar 2,21% YoY menjadi Rp11,09 triliun. Segmentasi kredit yang kami salurkan didominasi oleh wholesale business sebesar Rp7,48 triliun, diikuti konsumer sebesar Rp1,60 triliun, multifinance sebesar Rp1,57 triliun, dan SME sebesar Rp436 miliar," jelas Rita dalam keterangan resmi, Kamis (30/10/2025).
Baca Juga: Tabungan Dahsyat Berhadiah dari MNC Bank Bikin Menabung Jadi Lebih Menguntungkan
Selain itu, untuk optimalisasi likuiditas yang dimiliki MNC Bank juga memaksimalkan peran treasury melalui investasi pada surat berharga yang berkualitas. Dengan kenaikan penyaluran kredit serta optimalisasi investasi pada surat berharga tersebut dapat meningkatkan pendapatan bunga sebesar 11,98% YoY menjadi Rp1,15 triliun.
Peningkatan kinerja kredit tersebut juga ditopang oleh penerapan manajemen risiko yang prudent. Langkah kehati-hatian itu berdampak positif terhadap perbaikan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) baik secara gross maupun net. NPL gross membaik dari 4,69% pada kuartal III-2024 menjadi 4,00% di kuartal III-2025, sementara NPL net turun dari 3,32% menjadi 2,80%.
Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), MNC Bank mencatat penghimpunan dana sebesar Rp13,66 triliun. Komposisi DPK masih didominasi deposito senilai Rp11,24 triliun, disusul giro Rp795,62 miliar, dan tabungan Rp1,63 triliun. Rita menambahkan, pencapaian kinerja tersebut juga didukung oleh permodalan yang kuat dan sehat.
"Rasio kecukupan modal (CAR) MNC Bank saat ini berada di level 24,50%. Posisi yang merefleksikan permodalan yang solid, serta berada jauh di atas level minimum yang ditetapkan regulator," ungkap Rita.
Baca Juga: MNC Bank Serahkan Mercedes Benz C300 AMG Line ke Pemenang Grand Prize Tabungan Dahsyat Arisan
Untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan, MNC Bank terus memperluas sumber pendapatan melalui unit bisnis treasury yang berperan penting dalam menghasilkan pendapatan berbasis bunga (interest-based income) maupun berbasis biaya (fee-based income).
Bank juga melakukan optimalisasi investasi pada surat berharga dan penguatan layanan transactional banking seperti transaksi valuta asing untuk memperkuat likuiditas dan efisiensi pengelolaan dana.
"Kami meyakini langkah ini akan semakin memperkuat posisi MNC Bank di industri, sehingga dapat melanjutkan tren positif untuk pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan," tutup Rita.
Selain laba bersih, total aset perseroan juga meningkat 6,17% secara tahunan, dari sebelumnya Rp19,32 triliun menjadi Rp20,50 triliun. Pencapaian tersebut menegaskan konsistensi MNC Bank dalam menjaga tren pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan industri perbankan nasional.
Presiden Direktur MNC Bank Rita Montagna menjelaskan, kenaikan laba bersih tersebut didorong oleh pertumbuhan kinerja kredit yang solid di tengah kondisi ekonomi yang masih menekan daya beli masyarakat.
"Meskipun industri perbankan tengah dibayangi oleh isu daya beli dan laju pertumbuhan kredit yang kurang bergairah, MNC Bank mampu mencatatkan pertumbuhan pada penyaluran kredit sebesar 2,21% YoY menjadi Rp11,09 triliun. Segmentasi kredit yang kami salurkan didominasi oleh wholesale business sebesar Rp7,48 triliun, diikuti konsumer sebesar Rp1,60 triliun, multifinance sebesar Rp1,57 triliun, dan SME sebesar Rp436 miliar," jelas Rita dalam keterangan resmi, Kamis (30/10/2025).
Baca Juga: Tabungan Dahsyat Berhadiah dari MNC Bank Bikin Menabung Jadi Lebih Menguntungkan
Selain itu, untuk optimalisasi likuiditas yang dimiliki MNC Bank juga memaksimalkan peran treasury melalui investasi pada surat berharga yang berkualitas. Dengan kenaikan penyaluran kredit serta optimalisasi investasi pada surat berharga tersebut dapat meningkatkan pendapatan bunga sebesar 11,98% YoY menjadi Rp1,15 triliun.
Peningkatan kinerja kredit tersebut juga ditopang oleh penerapan manajemen risiko yang prudent. Langkah kehati-hatian itu berdampak positif terhadap perbaikan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) baik secara gross maupun net. NPL gross membaik dari 4,69% pada kuartal III-2024 menjadi 4,00% di kuartal III-2025, sementara NPL net turun dari 3,32% menjadi 2,80%.
Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), MNC Bank mencatat penghimpunan dana sebesar Rp13,66 triliun. Komposisi DPK masih didominasi deposito senilai Rp11,24 triliun, disusul giro Rp795,62 miliar, dan tabungan Rp1,63 triliun. Rita menambahkan, pencapaian kinerja tersebut juga didukung oleh permodalan yang kuat dan sehat.
"Rasio kecukupan modal (CAR) MNC Bank saat ini berada di level 24,50%. Posisi yang merefleksikan permodalan yang solid, serta berada jauh di atas level minimum yang ditetapkan regulator," ungkap Rita.
Baca Juga: MNC Bank Serahkan Mercedes Benz C300 AMG Line ke Pemenang Grand Prize Tabungan Dahsyat Arisan
Untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan, MNC Bank terus memperluas sumber pendapatan melalui unit bisnis treasury yang berperan penting dalam menghasilkan pendapatan berbasis bunga (interest-based income) maupun berbasis biaya (fee-based income).
Bank juga melakukan optimalisasi investasi pada surat berharga dan penguatan layanan transactional banking seperti transaksi valuta asing untuk memperkuat likuiditas dan efisiensi pengelolaan dana.
"Kami meyakini langkah ini akan semakin memperkuat posisi MNC Bank di industri, sehingga dapat melanjutkan tren positif untuk pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan," tutup Rita.
(nng)
Lihat Juga :