Perkuat Keandalan Listrik Tarakan, PLN Bangun Fasilitas Regasifikasi LNG
Kamis, 30 Oktober 2025 - 19:34 WIB
loading...
PLN Energi Gas meresmikan fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG di Tarakan, Kalimantan Utara. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Anak usaha PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), yakniPLN Energi Gas, Senin (13/10) lalu meresmikanfasilitas penyimpanan dan regasifikasi gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG)di Tarakan, Kalimantan Utara. Infrastruktur baru ini akan memperkuat keandalan pasokan listrik di wilayah perbatasan Indonesia bagian utara yang selama ini bergantung pada gas pipa dari lapangan associated minyak dan BBM.
Direktur Utama PLN Energi Primer IndonesiaRakhmad Dewanto menegaskan, proyek ini merupakan bagian dari program gasifikasi untuk menurunkanBiaya Pokok Penyediaan (BPP)listrik, sekaligus meningkatkan ketahanan energi mengingat BBM yang sebagian bersumber dari impor. Selain itu, penggunaan LNG juga akan mengurangi sepertiga emisi karbon dibandingkan BBM dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE).
Rakhmad mengatakan, keberhasilan proyek Tarakan tidak lepas dari dukungan produsen LNG Kayan LNG Nusantara, pemerintah daerah provinsi maupun kota dan sinergi antar instansi.
"Koordinasi antara PLN EPI, PLN Energi Gas, Kayan LNG Nusantara dan Pemerintah Daerah berjalan intensif. Proyek ini dapat diselesaikan dalam waktu 12 bulan. Saat ini Mini Regas Tarakan menjadi pioneer konversi BBM ke gas yang akan dikembangkan di wilayah lainnya," ungkapnya melalui keterangan pers, Jumat (30/10/2025).
Baca Juga: Tumbuh 107%, PLN EPI Raih Laba Rp2,24 Triliun Sepanjang 2024
Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero)Rizal Calvary Marimbo mengatakan bahwa fasilitas ini dibangun sebagai solusi atas persoalan pasokan gas yang kerap tidak stabil. Kehadiran regasifikasi LNG menurutnya akan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Tarakan sekaligus menekan penggunaan BBM yang berbiaya tinggi.
"Selama ini Tarakan sangat bergantung pada pasokan gas pipa yang sifatnya associated dari produksi minyak sehingga sering fluktuatif. Dengan regasifikasi ini, kita ingin memastikan keandalan listrik yang lebih stabil," ujarnya. Rizal menambahkan, penggunaan LNG sebagai sumber energi transisi juga sejalan dengan kebijakan nasional untuk menekan emisi karbon dan memperluas bauran energi bersih.
Mewakili Kementerian ESDM, Plt. Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Agung Kuswardono menilai fasilitas regasifikasi LNG Tarakan bukan hanya menjamin keandalan listrik, tetapi juga menunjukkan kesiapan Indonesia mengembangkan infrastruktur gas yang adaptif di seluruh wilayah.
"Tarakan ini menjadi contoh nyata kota dengan sistem energi yang terintegrasi mulai dari jaringan gas rumah tangga hingga regasifikasi LNG untuk listrik. Ke depan, model seperti ini bisa direplikasi di banyak daerah lain di Indonesia," tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang mengapresiasi kerja PLN dan seluruh mitra yang terlibat. Kehadiran fasilitas regasifikasi LNG, tegas dia, menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan BUMN dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
"Kota Tarakan adalah penghasil minyak dan gas. Sekarang, berkat kerja keras PLN, persoalan listrik sudah jauh lebih baik," ujar Zainal. Fasilitas ini, imbuh dia, akan memperkuat konektivitas energi dan membuka peluang investasi baru d Kalimantan Utara, terutama untuk mendukung kawasan industri hijau dan wilayah perbatasan.
Baca Juga: PLN EPI Pastikan Pasokan Batu Bara PLTU Timor-1 Aman
Walikota Tarakan H. Khairul menambahkan, ketersediaan energi listrik yang andal dan berkelanjutan merupakan salah satu pilar utama dalam mendorong pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Dengan jaminan energi yang andal, para pelaku usaha akan lebih percaya diri mengembangkan kegiatan ekonomi, terutama di sektor jasa, perdagangan, perikanan kelautan, dan ekonomi kreatif," tandasnya.
Direktur Utama PLN Energi Primer IndonesiaRakhmad Dewanto menegaskan, proyek ini merupakan bagian dari program gasifikasi untuk menurunkanBiaya Pokok Penyediaan (BPP)listrik, sekaligus meningkatkan ketahanan energi mengingat BBM yang sebagian bersumber dari impor. Selain itu, penggunaan LNG juga akan mengurangi sepertiga emisi karbon dibandingkan BBM dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE).
Rakhmad mengatakan, keberhasilan proyek Tarakan tidak lepas dari dukungan produsen LNG Kayan LNG Nusantara, pemerintah daerah provinsi maupun kota dan sinergi antar instansi.
"Koordinasi antara PLN EPI, PLN Energi Gas, Kayan LNG Nusantara dan Pemerintah Daerah berjalan intensif. Proyek ini dapat diselesaikan dalam waktu 12 bulan. Saat ini Mini Regas Tarakan menjadi pioneer konversi BBM ke gas yang akan dikembangkan di wilayah lainnya," ungkapnya melalui keterangan pers, Jumat (30/10/2025).
Baca Juga: Tumbuh 107%, PLN EPI Raih Laba Rp2,24 Triliun Sepanjang 2024
Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero)Rizal Calvary Marimbo mengatakan bahwa fasilitas ini dibangun sebagai solusi atas persoalan pasokan gas yang kerap tidak stabil. Kehadiran regasifikasi LNG menurutnya akan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Tarakan sekaligus menekan penggunaan BBM yang berbiaya tinggi.
"Selama ini Tarakan sangat bergantung pada pasokan gas pipa yang sifatnya associated dari produksi minyak sehingga sering fluktuatif. Dengan regasifikasi ini, kita ingin memastikan keandalan listrik yang lebih stabil," ujarnya. Rizal menambahkan, penggunaan LNG sebagai sumber energi transisi juga sejalan dengan kebijakan nasional untuk menekan emisi karbon dan memperluas bauran energi bersih.
Mewakili Kementerian ESDM, Plt. Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Agung Kuswardono menilai fasilitas regasifikasi LNG Tarakan bukan hanya menjamin keandalan listrik, tetapi juga menunjukkan kesiapan Indonesia mengembangkan infrastruktur gas yang adaptif di seluruh wilayah.
"Tarakan ini menjadi contoh nyata kota dengan sistem energi yang terintegrasi mulai dari jaringan gas rumah tangga hingga regasifikasi LNG untuk listrik. Ke depan, model seperti ini bisa direplikasi di banyak daerah lain di Indonesia," tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang mengapresiasi kerja PLN dan seluruh mitra yang terlibat. Kehadiran fasilitas regasifikasi LNG, tegas dia, menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan BUMN dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
"Kota Tarakan adalah penghasil minyak dan gas. Sekarang, berkat kerja keras PLN, persoalan listrik sudah jauh lebih baik," ujar Zainal. Fasilitas ini, imbuh dia, akan memperkuat konektivitas energi dan membuka peluang investasi baru d Kalimantan Utara, terutama untuk mendukung kawasan industri hijau dan wilayah perbatasan.
Baca Juga: PLN EPI Pastikan Pasokan Batu Bara PLTU Timor-1 Aman
Walikota Tarakan H. Khairul menambahkan, ketersediaan energi listrik yang andal dan berkelanjutan merupakan salah satu pilar utama dalam mendorong pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Dengan jaminan energi yang andal, para pelaku usaha akan lebih percaya diri mengembangkan kegiatan ekonomi, terutama di sektor jasa, perdagangan, perikanan kelautan, dan ekonomi kreatif," tandasnya.
(nng)
Lihat Juga :