Heboh Armuji Temukan Pertalite Tercampur Air, SPBU Pertamina Duga Dibawa dari Luar
Sabtu, 01 November 2025 - 14:28 WIB
loading...
Manajemen SPBU Pertamina 54.601.91 di Jalan Rajawali, Surabaya, Jawa Timur, angkat bicara terkait viralnya inspeksi mendadak (sidak) oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. FOTO/Instagram/@cakj1
A
A
A
SURABAYA - Manajemen SPBU Pertamina 54.601.91 di Jalan Rajawali, Surabaya, Jawa Timur, angkat bicara terkait viralnya inspeksi mendadak (sidak) oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, yang diduga menemukan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite tercampur cairan lain.
Sidak tersebut dilakukan Armuji menyusul laporan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) yang mengaku sepeda motornya brebet dan mogok setelah mengisi Pertalite di SPBU Rajawali. Dalam kunjungan itu, Armuji sempat memperlihatkan sebuah botol plastik berisi cairan hijau dan bening yang disebut-sebut merupakan Pertalite tercampur air.
Supervisor SPBU Rajawali, Budi Susetyo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) sepanjang hari kejadian. Hasilnya, tidak ditemukan pengendara yang membawa botol tersebut melakukan pengisian BBM di lokasi.
"Dari hasil rekaman CCTV, tidak ada pengendara yang mengisi BBM sambil membawa botol itu. Diduga, botol tersebut memang dibawa dari luar. Saat kami tanya, orangnya tidak menjawab lalu pergi begitu saja," ujar Budi saat ditemui awak media dikutip Sabtu (1/11).
Baca Juga: Pertamina Cek Nyaris 300 SPBU di Jatim, Pastikan Pertalite Sesuai Spesifikasi
Budi mengungkapkan, pengendara yang membawa botol itu sempat menunjukkan isi botol kepada Armuji, namun kemudian langsung kabur tanpa jadi mengisi BBM. Karena itu, pihak SPBU menduga cairan dalam botol bukan berasal dari tangki dispenser SPBU Rajawali.
"Setelah nunjukin botol ke Cak Ji (sapaan akrab Armuji), orang itu langsung pergi. Jadi kami tidak tahu siapa dia, dan BBM-nya bukan dari sini," tegas dia.
Budi juga menilai, dari tampilan fisik, dua cairan dalam botol tersebut tampak seperti hasil rekayasa. "Airnya bening banget, seperti dibuat-buat. Seolah-olah dicampur dengan Pertalite untuk menimbulkan kesan terkontaminasi," ujarnya.
Ia menambahkan, cairan bening itu tidak menyerupai etanol seperti yang sering ditudingkan. Menurutnya, etanol biasanya berwarna putih keruh dan memiliki kekentalan tertentu, bukan jernih seperti air.
Meski demikian, pihak SPBU tetap bertanggung jawab terhadap laporan dua pengemudi ojol yang sempat mengalami masalah mesin. Budi mengatakan, keduanya telah mendapatkan ganti rugi sesuai mekanisme pelaporan ke Pertamina. "Kami sudah verifikasi dan memberikan kompensasi kepada dua konsumen yang mengeluh motornya mogok. Semua sudah kami ganti," ujar Budi.
Sebagai langkah antisipasi, SPBU Rajawali juga menggandeng empat bengkel rekanan untuk membantu konsumen yang kendaraannya mengalami kendala usai pengisian. “Konsumen bisa membawa nota pembelian BBM untuk kami verifikasi. Jika benar dari SPBU kami, akan diberi surat rujukan perbaikan ke bengkel yang bekerja sama,” jelasnya.
Selain itu, aparat Polrestabes Surabaya juga telah melakukan pemeriksaan langsung terhadap tangki pendam dan nozzle dispenser di SPBU Rajawali. Dari hasil pengecekan, seluruh BBM dinyatakan dalam kondisi baik dan aman digunakan. "Tadi dari Polrestabes juga ke sini untuk cek tangki dan dispenser, dan hasilnya semua BBM aman," ungkap Budi.
Baca Juga: Hasil Investigasi Pastikan Pertalite di Jatim Penuhi Standar Kualitas Pemerintah
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, enggan berspekulasi mengenai temuan Armuji. Ia menyebut, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan resmi untuk memastikan asal dan jenis cairan dalam botol tersebut. "Kami belum mengetahui secara pasti isi dan asal cairan itu. Jadi belum bisa memberikan komentar lebih jauh," ujar Ega di Surabaya.
Ega menjelaskan, perbedaan warna bukan indikator utama dalam menentukan kualitas bahan bakar. Yang paling penting adalah tingkat kejernihan atau “clear and bright” dari BBM itu sendiri. "Warna BBM hanya pembeda antarjenis, bukan standar spesifikasi. Justru yang utama adalah kejernihannya," jelasnya.
Sidak tersebut dilakukan Armuji menyusul laporan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) yang mengaku sepeda motornya brebet dan mogok setelah mengisi Pertalite di SPBU Rajawali. Dalam kunjungan itu, Armuji sempat memperlihatkan sebuah botol plastik berisi cairan hijau dan bening yang disebut-sebut merupakan Pertalite tercampur air.
Supervisor SPBU Rajawali, Budi Susetyo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) sepanjang hari kejadian. Hasilnya, tidak ditemukan pengendara yang membawa botol tersebut melakukan pengisian BBM di lokasi.
"Dari hasil rekaman CCTV, tidak ada pengendara yang mengisi BBM sambil membawa botol itu. Diduga, botol tersebut memang dibawa dari luar. Saat kami tanya, orangnya tidak menjawab lalu pergi begitu saja," ujar Budi saat ditemui awak media dikutip Sabtu (1/11).
Baca Juga: Pertamina Cek Nyaris 300 SPBU di Jatim, Pastikan Pertalite Sesuai Spesifikasi
Budi mengungkapkan, pengendara yang membawa botol itu sempat menunjukkan isi botol kepada Armuji, namun kemudian langsung kabur tanpa jadi mengisi BBM. Karena itu, pihak SPBU menduga cairan dalam botol bukan berasal dari tangki dispenser SPBU Rajawali.
"Setelah nunjukin botol ke Cak Ji (sapaan akrab Armuji), orang itu langsung pergi. Jadi kami tidak tahu siapa dia, dan BBM-nya bukan dari sini," tegas dia.
Budi juga menilai, dari tampilan fisik, dua cairan dalam botol tersebut tampak seperti hasil rekayasa. "Airnya bening banget, seperti dibuat-buat. Seolah-olah dicampur dengan Pertalite untuk menimbulkan kesan terkontaminasi," ujarnya.
Ia menambahkan, cairan bening itu tidak menyerupai etanol seperti yang sering ditudingkan. Menurutnya, etanol biasanya berwarna putih keruh dan memiliki kekentalan tertentu, bukan jernih seperti air.
Meski demikian, pihak SPBU tetap bertanggung jawab terhadap laporan dua pengemudi ojol yang sempat mengalami masalah mesin. Budi mengatakan, keduanya telah mendapatkan ganti rugi sesuai mekanisme pelaporan ke Pertamina. "Kami sudah verifikasi dan memberikan kompensasi kepada dua konsumen yang mengeluh motornya mogok. Semua sudah kami ganti," ujar Budi.
Sebagai langkah antisipasi, SPBU Rajawali juga menggandeng empat bengkel rekanan untuk membantu konsumen yang kendaraannya mengalami kendala usai pengisian. “Konsumen bisa membawa nota pembelian BBM untuk kami verifikasi. Jika benar dari SPBU kami, akan diberi surat rujukan perbaikan ke bengkel yang bekerja sama,” jelasnya.
Selain itu, aparat Polrestabes Surabaya juga telah melakukan pemeriksaan langsung terhadap tangki pendam dan nozzle dispenser di SPBU Rajawali. Dari hasil pengecekan, seluruh BBM dinyatakan dalam kondisi baik dan aman digunakan. "Tadi dari Polrestabes juga ke sini untuk cek tangki dan dispenser, dan hasilnya semua BBM aman," ungkap Budi.
Baca Juga: Hasil Investigasi Pastikan Pertalite di Jatim Penuhi Standar Kualitas Pemerintah
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, enggan berspekulasi mengenai temuan Armuji. Ia menyebut, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan resmi untuk memastikan asal dan jenis cairan dalam botol tersebut. "Kami belum mengetahui secara pasti isi dan asal cairan itu. Jadi belum bisa memberikan komentar lebih jauh," ujar Ega di Surabaya.
Ega menjelaskan, perbedaan warna bukan indikator utama dalam menentukan kualitas bahan bakar. Yang paling penting adalah tingkat kejernihan atau “clear and bright” dari BBM itu sendiri. "Warna BBM hanya pembeda antarjenis, bukan standar spesifikasi. Justru yang utama adalah kejernihannya," jelasnya.
(nng)
Lihat Juga :