Kisah Marharaga Betua, Nganggur Jadi Sopir SPBU Swasta Kini Diberdayakan Pertamina: Terima Kasih
Minggu, 02 November 2025 - 09:19 WIB
loading...
Supir truk BBM SPBU Swasta yang menganggur karena stok kosong mencoba bertahan hidup di tengah macetnya distribusi. Kini meraka dapat menyambung dengan bantuan dari Pertamina. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Akibat kekosongan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Swasta membuat awak mobil tangki (AMT) yang sebelumnya bertugas mendistribusikan BBM, kini tidak lagi bekerja. Supir truk BBM SPBU Swasta yang menganggur karena stok kosong mencoba bertahan hidup di tengah macetnya distribusi.
Supir truk tangki yang dulunya bertugas mendistribusikan BBM dari terminal penyimpanan ke SPBU swasta, nasibnya terkatung-katung penuh ketidakpastian. Perubahan drastis dirasakan oleh Marharaga Betua, salah satu driver truk BBM swasta dari rutinitas perjalanan jarak jauh yang padat menjadi hari-hari tanpa kepastian di pangkalan atau rumah.
Bekerja selama lima tahun bersama SPBU Swasta, Marharaga Betua merasakan penghasilannya tersendat karena tidak ada pekerjaan seiring kekosongan stok. Kesulitan Marharaga yang baru satu tahun menikah bertambah, ketika tempat kerja sang istri juga berhenti sementara.
"Sempat kita sama-sama menganggur, istri di tempat kerjanya sempat istirahat sebentar jadi tidak ada pekerjaan. Ini menjadi beban," ungkap Marharaga Betua di Jakarta, Minggu (2/11/2025).
Baca Juga: Stok BBM Makin Menipis, Karyawan SPBU Shell Dibayangi Ancaman PHK
Jeda kerja dan jeritan ekonomi tidak membuat supir muda Marharaga (30 tahun) patah semangat, meski sempat diliputi rasa cemas. Para supir truk yang sebelumnya bertugas mendistribusikan BBM dari terminal penyimpanan ke SPBU swasta dipaksa menghentikan operasional truk mereka, ketika cicilan dan kebutuhan dapur tidak ikut parkir.
"Waktu kita berhenti bekerja atau tidak ada pengiriman, pusing dan campur aduk," ucapnya.
Melihat kondisi ini, PT Pertamina tergerak untuk menyambung hidup para supir truk BBM tersebut. Marharaga bersyukur bisa kembali bekerja setelah Pertamina merekrutnya untuk mengamankan pasokan BBM di sekitar Jabodetabek.
"Terima kasih Pertamina sudah membantu saya. Saya senang bisa bekerja kembali berkat Pertamina. Bisa mengirim BBM ke daerah Jabodetabek, ke SPBU Pertamina, bisa mensuplai untuk masyarakat," ungkap Marharaga.
Marharaga mengaku bangga dapat kembali mendistribusikan BBM bersama Pertamina. "Saya senang dan bangga Pertamina bisa mempercayakan saya untuk mengirim BBM ke SPBU untuk mensuplai kepada masyarakat," bebernya.
Gangguan serius pada pasokan BBM untuk SPBU swasta, membuat para pegawai khawatir akan di-PHK jika operasional SPBU mereka terhenti. Pemerintah melalui Pertamina peduli terhadap nasib para pekerja yang bergantung pada stabilnya pasokan energi di Indonesia.
Selain Marharaga, ada juga Nuranto yang sebelumnya merupakan awak mobil tangki (AMT) SPBU Swasta, namun kini beralih memasok BBM ke SPBU Pertamina. "Dengan adanya kelangkaan BBM saat ini, saya tidak lagi bekerja. Syukur Alhamdulillah Pertamina mempercayakan saya untuk mengirim minyak SPBU di Pertamina. Terima kasih Pertamina," ucap Nuranto.
Bersama Pertamina, Nuranto memastikan bakal mengamankan pasokan BBM agar bisa dinikmati oleh masyarakat luas. Dalam melakukan pekerjaannya, Ia selalu mementingkan keamanan agar pasokan BBM bisa sampai dengan selamat di SPBU.
"Sebelum melakukan aktivitas pengiriman, saya harus memastikan bahwa saya dengan kondisi cukup istirahat. Supaya melakukan pengiriman dengan aman, berangkat sampai pulang dengan selamat," tandasnya.
Supir truk tangki yang dulunya bertugas mendistribusikan BBM dari terminal penyimpanan ke SPBU swasta, nasibnya terkatung-katung penuh ketidakpastian. Perubahan drastis dirasakan oleh Marharaga Betua, salah satu driver truk BBM swasta dari rutinitas perjalanan jarak jauh yang padat menjadi hari-hari tanpa kepastian di pangkalan atau rumah.
Bekerja selama lima tahun bersama SPBU Swasta, Marharaga Betua merasakan penghasilannya tersendat karena tidak ada pekerjaan seiring kekosongan stok. Kesulitan Marharaga yang baru satu tahun menikah bertambah, ketika tempat kerja sang istri juga berhenti sementara.
"Sempat kita sama-sama menganggur, istri di tempat kerjanya sempat istirahat sebentar jadi tidak ada pekerjaan. Ini menjadi beban," ungkap Marharaga Betua di Jakarta, Minggu (2/11/2025).
Baca Juga: Stok BBM Makin Menipis, Karyawan SPBU Shell Dibayangi Ancaman PHK
Jeda kerja dan jeritan ekonomi tidak membuat supir muda Marharaga (30 tahun) patah semangat, meski sempat diliputi rasa cemas. Para supir truk yang sebelumnya bertugas mendistribusikan BBM dari terminal penyimpanan ke SPBU swasta dipaksa menghentikan operasional truk mereka, ketika cicilan dan kebutuhan dapur tidak ikut parkir.
"Waktu kita berhenti bekerja atau tidak ada pengiriman, pusing dan campur aduk," ucapnya.
Melihat kondisi ini, PT Pertamina tergerak untuk menyambung hidup para supir truk BBM tersebut. Marharaga bersyukur bisa kembali bekerja setelah Pertamina merekrutnya untuk mengamankan pasokan BBM di sekitar Jabodetabek.
"Terima kasih Pertamina sudah membantu saya. Saya senang bisa bekerja kembali berkat Pertamina. Bisa mengirim BBM ke daerah Jabodetabek, ke SPBU Pertamina, bisa mensuplai untuk masyarakat," ungkap Marharaga.
Marharaga mengaku bangga dapat kembali mendistribusikan BBM bersama Pertamina. "Saya senang dan bangga Pertamina bisa mempercayakan saya untuk mengirim BBM ke SPBU untuk mensuplai kepada masyarakat," bebernya.
Gangguan serius pada pasokan BBM untuk SPBU swasta, membuat para pegawai khawatir akan di-PHK jika operasional SPBU mereka terhenti. Pemerintah melalui Pertamina peduli terhadap nasib para pekerja yang bergantung pada stabilnya pasokan energi di Indonesia.
Selain Marharaga, ada juga Nuranto yang sebelumnya merupakan awak mobil tangki (AMT) SPBU Swasta, namun kini beralih memasok BBM ke SPBU Pertamina. "Dengan adanya kelangkaan BBM saat ini, saya tidak lagi bekerja. Syukur Alhamdulillah Pertamina mempercayakan saya untuk mengirim minyak SPBU di Pertamina. Terima kasih Pertamina," ucap Nuranto.
Bersama Pertamina, Nuranto memastikan bakal mengamankan pasokan BBM agar bisa dinikmati oleh masyarakat luas. Dalam melakukan pekerjaannya, Ia selalu mementingkan keamanan agar pasokan BBM bisa sampai dengan selamat di SPBU.
"Sebelum melakukan aktivitas pengiriman, saya harus memastikan bahwa saya dengan kondisi cukup istirahat. Supaya melakukan pengiriman dengan aman, berangkat sampai pulang dengan selamat," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :