Tumbuh 26%, MSIN Catat Pendapatan Rp2,9 Triliun hingga September 2025
Senin, 03 November 2025 - 12:34 WIB
loading...
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), unit digital dari PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), mencatatkan kinerja impresif. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), unit digital dari PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), mencatatkan kinerja impresif sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025 dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 26%.
Hingga akhir September 2025, perseroan meraup pendapatan sebesar Rp2,9 triliun, naik dari Rp2,3 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini menegaskan ketahanan ekosistem digital MSIN sekaligus efektivitas strategi perusahaan dalam memonetisasi konten, platform, dan periklanan.
Direktur Utama MSIN, Angela Tanoesoedibjo, mengatakan capaian tersebut mencerminkan keberhasilan strategi integrasi antara segmen konten, platform digital, dan periklanan yang dijalankan secara konsisten.
"Kami terus memperkuat posisi sebagai perusahaan hiburan digital terdepan di Indonesia dengan fokus pada pengembangan konten premium, perluasan monetisasi, dan inovasi teknologi," ujar Angela dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (3/11/2025).
Baca Juga: Fundamental Makin Kokoh, Pendapatan BCAP Naik 20,3% di Kuartal III-2025
Dari segmen konten, kekayaan intelektual (IP), dan sumber lain, MSIN membukukan pendapatan Rp1,63 triliun, tumbuh 28% dibanding Rp1,27 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini ditopang tingginya permintaan terhadap portofolio konten MSIN yang luas, baik di pasar domestik maupun internasional.
Segmen periklanan juga menunjukkan kinerja positif dengan pendapatan mencapai Rp906,2 miliar, naik 10% dibanding Rp826,7 miliar pada tahun lalu. Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan solusi periklanan digital terintegrasi yang didorong oleh perluasan jangkauan audiens dan kemampuan kampanye berbasis data di berbagai platform milik MSIN.
Sementara itu, pendapatan dari segmen berlangganan mencapai Rp584 miliar, meningkat 19% dari Rp492,7 miliar pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama ditopang layanan video on demand (SVOD) Vision+, yang kini memiliki 4,4 juta pelanggan per September 2025.
Popularitas konten mikrodrama serta kerja sama (hard-bundle) dengan sejumlah operator telekomunikasi dan penyedia layanan internet turut memperluas jangkauan Vision+, sekaligus memperkuat ekosistem pelanggan digital MSIN.
Dari sisi beban, perseroan mencatat peningkatan beban langsung sebesar 33% menjadi Rp1,98 triliun, seiring naiknya volume produksi konten, termasuk serial orisinal dan program hiburan baru. Investasi tersebut dilakukan guna memastikan aliran konten berkualitas tinggi yang mampu mempertahankan keterlibatan audiens di seluruh platform digital.
Baca Juga: Perkuat Ekspansi, Pendapatan MNC Tourism Melesat 66% di Kuartal III/2025
Secara keseluruhan, MSIN membukukan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp701,9 miliar, naik 14% dibanding Rp616,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu, dengan margin EBITDA sebesar 24%.
Laba bersih MSIN tercatat Rp406,3 miliar atau meningkat 14% dari Rp356 miliar, dengan margin stabil di kisaran 14%. Capaian ini menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas di tengah ekspansi agresif dan investasi berkelanjutan pada inovasi digital dan teknologi.
Hingga akhir September 2025, perseroan meraup pendapatan sebesar Rp2,9 triliun, naik dari Rp2,3 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini menegaskan ketahanan ekosistem digital MSIN sekaligus efektivitas strategi perusahaan dalam memonetisasi konten, platform, dan periklanan.
Direktur Utama MSIN, Angela Tanoesoedibjo, mengatakan capaian tersebut mencerminkan keberhasilan strategi integrasi antara segmen konten, platform digital, dan periklanan yang dijalankan secara konsisten.
"Kami terus memperkuat posisi sebagai perusahaan hiburan digital terdepan di Indonesia dengan fokus pada pengembangan konten premium, perluasan monetisasi, dan inovasi teknologi," ujar Angela dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (3/11/2025).
Baca Juga: Fundamental Makin Kokoh, Pendapatan BCAP Naik 20,3% di Kuartal III-2025
Dari segmen konten, kekayaan intelektual (IP), dan sumber lain, MSIN membukukan pendapatan Rp1,63 triliun, tumbuh 28% dibanding Rp1,27 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini ditopang tingginya permintaan terhadap portofolio konten MSIN yang luas, baik di pasar domestik maupun internasional.
Segmen periklanan juga menunjukkan kinerja positif dengan pendapatan mencapai Rp906,2 miliar, naik 10% dibanding Rp826,7 miliar pada tahun lalu. Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan solusi periklanan digital terintegrasi yang didorong oleh perluasan jangkauan audiens dan kemampuan kampanye berbasis data di berbagai platform milik MSIN.
Sementara itu, pendapatan dari segmen berlangganan mencapai Rp584 miliar, meningkat 19% dari Rp492,7 miliar pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama ditopang layanan video on demand (SVOD) Vision+, yang kini memiliki 4,4 juta pelanggan per September 2025.
Popularitas konten mikrodrama serta kerja sama (hard-bundle) dengan sejumlah operator telekomunikasi dan penyedia layanan internet turut memperluas jangkauan Vision+, sekaligus memperkuat ekosistem pelanggan digital MSIN.
Dari sisi beban, perseroan mencatat peningkatan beban langsung sebesar 33% menjadi Rp1,98 triliun, seiring naiknya volume produksi konten, termasuk serial orisinal dan program hiburan baru. Investasi tersebut dilakukan guna memastikan aliran konten berkualitas tinggi yang mampu mempertahankan keterlibatan audiens di seluruh platform digital.
Baca Juga: Perkuat Ekspansi, Pendapatan MNC Tourism Melesat 66% di Kuartal III/2025
Secara keseluruhan, MSIN membukukan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp701,9 miliar, naik 14% dibanding Rp616,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu, dengan margin EBITDA sebesar 24%.
Laba bersih MSIN tercatat Rp406,3 miliar atau meningkat 14% dari Rp356 miliar, dengan margin stabil di kisaran 14%. Capaian ini menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas di tengah ekspansi agresif dan investasi berkelanjutan pada inovasi digital dan teknologi.
(nng)
Lihat Juga :