Lippo Cikarang Bukukan Marketing Sales Rp1,2 Triliun, 73% dari Target 2025
Senin, 03 November 2025 - 18:27 WIB
loading...
Lippo Cikarang mencatatkan nilai pra-penjualan sebesar Rp1,2 triliun pada akhir September 2025. Ini setara dengan 73% dari target 2025 sebesar Rp1,65 triliun. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatatkan nilai pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp1,2 triliun pada akhir September 2025. Ini setara dengan 73% dari target 2025 sebesar Rp1,65 triliun.
Pada periode yang sama, Perseroan membukukan pendapatan Rp3,44 triliun, meningkat 251% dibandingkan dengan 2024. Peningkatan ini terutama berasal dari pendapatan serah terima rumah tapak , apartemen, unit komersial (ruko), lahan industri, serta kontribusi dari segmen non-properti melalui pengelolaan kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis. Baca juga: Sensasi Intimate Wedding Outdoor Garden dan Indoor di Cikarang yang Romantis dan Personal
Presiden Direktur LPCK Marlo Budiman menyampaikan pandangan positif terhadap prospek industri properti . Khususnya pada segmen hunian terjangkau dan premium, yang menunjukkan tren permintaan yang kuat dan berkelanjutan.
Pada periode tahun 2025, pihaknya berhasil mencapai 73% dari target pra-penjualan tahunan, didorong oleh minat tinggi terhadap produk rumah tapak dan komersial. ”Kami juga meluncurkan lini produk baru – Neo Top. Kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan konsumen dengan menyelesaikan pembangunan tepat waktu dan memastikan proses serah terima berjalan sesuai jadwal,” katanya dalam siaran tertulis, Senin (3/11/2025).
Segmen penjualan rumah tapak dan apartemen serta unit komersial mencatat pertumbuhan pendapatan signifikan masing-masing sebesar 683% dan 187% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, segmen pengelolaan kota juga memberikan kontribusi positif dengan pendapatan mencapai Rp355 miliar. Perseroan mencatat laba kotor sebesar Rp670 miliar, dengan margin laba kotor sebesar 19%, mencerminkan keberhasilan LPCK dalam menjaga profitabilitas di tengah momentum pertumbuhan.
Pada akhir September 2025, LPCK membukukan EBITDA sebesar Rp363 miliar, tumbuh 43% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. EBITDA margin tercatat sebesar 11% terhadap total pendapatan, mencerminkan efisiensi operasional dan pertumbuhan yang berkualitas. Baca juga: PPN Rumah Komersial Ditanggung Pemerintah hingga 2026, Harganya Sampai Rp5 Miliar
Pra-penjualan sebesar Rp1,2 triliun pada periode 9M25 terutama didorong tingginya permintaan terhadap produk residensial. Khususnya rumah tapak dan unit komersial, yang masing-masing menyumbang 60% dan 34% dari total marketing sales.
Segmen lahan industri turut memberikan kontribusi sebesar 6%. Selama 2025, Perseroan telah berhasil menjual sebanyak 1.154 unit, yang didukung oleh produk baru – Neo Top.
Pada periode yang sama, Perseroan membukukan pendapatan Rp3,44 triliun, meningkat 251% dibandingkan dengan 2024. Peningkatan ini terutama berasal dari pendapatan serah terima rumah tapak , apartemen, unit komersial (ruko), lahan industri, serta kontribusi dari segmen non-properti melalui pengelolaan kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis. Baca juga: Sensasi Intimate Wedding Outdoor Garden dan Indoor di Cikarang yang Romantis dan Personal
Presiden Direktur LPCK Marlo Budiman menyampaikan pandangan positif terhadap prospek industri properti . Khususnya pada segmen hunian terjangkau dan premium, yang menunjukkan tren permintaan yang kuat dan berkelanjutan.
Pada periode tahun 2025, pihaknya berhasil mencapai 73% dari target pra-penjualan tahunan, didorong oleh minat tinggi terhadap produk rumah tapak dan komersial. ”Kami juga meluncurkan lini produk baru – Neo Top. Kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan konsumen dengan menyelesaikan pembangunan tepat waktu dan memastikan proses serah terima berjalan sesuai jadwal,” katanya dalam siaran tertulis, Senin (3/11/2025).
Segmen penjualan rumah tapak dan apartemen serta unit komersial mencatat pertumbuhan pendapatan signifikan masing-masing sebesar 683% dan 187% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, segmen pengelolaan kota juga memberikan kontribusi positif dengan pendapatan mencapai Rp355 miliar. Perseroan mencatat laba kotor sebesar Rp670 miliar, dengan margin laba kotor sebesar 19%, mencerminkan keberhasilan LPCK dalam menjaga profitabilitas di tengah momentum pertumbuhan.
Pada akhir September 2025, LPCK membukukan EBITDA sebesar Rp363 miliar, tumbuh 43% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. EBITDA margin tercatat sebesar 11% terhadap total pendapatan, mencerminkan efisiensi operasional dan pertumbuhan yang berkualitas. Baca juga: PPN Rumah Komersial Ditanggung Pemerintah hingga 2026, Harganya Sampai Rp5 Miliar
Pra-penjualan sebesar Rp1,2 triliun pada periode 9M25 terutama didorong tingginya permintaan terhadap produk residensial. Khususnya rumah tapak dan unit komersial, yang masing-masing menyumbang 60% dan 34% dari total marketing sales.
Segmen lahan industri turut memberikan kontribusi sebesar 6%. Selama 2025, Perseroan telah berhasil menjual sebanyak 1.154 unit, yang didukung oleh produk baru – Neo Top.
(poe)
Lihat Juga :