Purbaya Ungkap Hasil Rapat KSSK Kuartal III 2025, Singgung Penguatan Kewaspadaan
Senin, 03 November 2025 - 18:42 WIB
loading...
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, stabilitas tersebut terjaga meskipun ada risiko global yang masih cukup tinggi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Komite Stabilitas Sistem Keuangan ( KSSK ) memastikan bahwa stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal III 2025 tetap terjaga dalam mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, stabilitas tersebut terjaga meskipun ada risiko global yang masih cukup tinggi.
“Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, dan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan menilai penguatan kewaspadaan terhadap berbagai risiko tetap akan terus dilakukan dan disertai respons kebijakan yang efektif,” tegas Purbaya dalam paparan hasil Rapat KSSK, Senin (3/11/2025).
Purbaya menjelaskan bahwa KSSK telah menyelenggarakan rapat berkala KSSK keempat tahun 2025 pada Jumat, 31 Oktober 2025. Rapat tersebut, lanjut Purbaya, menyepakati untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan antar lembaga anggota KSSK, maupun dengan kementerian atau lembaga lain dalam upaya memastikan agar KSSK senantiasa terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Ketidakpastian Global Tinggi, KSSK Ungkap Kondisi Sistem Keuangan Kuartal II 2025
“Pertumbuhan dunia masih menghadapi tantangan akibat dampak tarif impor AS yang menyebabkan ketidakpastian tetap tinggi, namun ekspektasi perbaikan ekonomi ke depan mulai menguat,” ungkap Purbaya.
Menkeu menjelaskan, bahwa di Amerika Serikat, aktivitas ekonomi yang masih lemah berdampak pada berlanjutnya pelemahan pasar tenaga kerja sehingga The Fed memangkas sebesar 25 basis poin pada Oktober 2025 menjadi kisaran 3,75 hingga 4%.
Sementara itu, perekonomian Eropa, Jepang, China, dan India juga belum dipengaruhi antara lain oleh masih lemahnya konsumsi rumah tangga meskipun berbagai stimulus telah diberikan.
Selain itu IMF mengoreksi ke atas pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 ke 3,2% dalam laporan 2025. Outlook Juli 2025 sebelumnya di 3%, meskipun masih lebih rendah dibandingkan tahun 2024 di level 3,3%.
Baca Juga: Momen Prabowo Kebut Rapat di Minggu Malam, Bahas Keuangan hingga Devisa Ekspor
“Didorong kondisi keuangan yang lebih longgar, kesepakatan negara AS dengan negara-negara utama, ekspansi fiskal di sejumlah negara utama penurunan inflasi. Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia memuat dan diperkirakan mencapai target pemerintah tahun 2025,” kata Purbaya.
Adapun selain Purbaya yang perdana hadir sebagai Menkeu, hadir dalam konferensi pers kali ini Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua DK OJK Mahendra Siregar dan Kepala LPS, Anggito Abimanyu beserta jajaran.
“Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, dan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan menilai penguatan kewaspadaan terhadap berbagai risiko tetap akan terus dilakukan dan disertai respons kebijakan yang efektif,” tegas Purbaya dalam paparan hasil Rapat KSSK, Senin (3/11/2025).
Purbaya menjelaskan bahwa KSSK telah menyelenggarakan rapat berkala KSSK keempat tahun 2025 pada Jumat, 31 Oktober 2025. Rapat tersebut, lanjut Purbaya, menyepakati untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan antar lembaga anggota KSSK, maupun dengan kementerian atau lembaga lain dalam upaya memastikan agar KSSK senantiasa terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Ketidakpastian Global Tinggi, KSSK Ungkap Kondisi Sistem Keuangan Kuartal II 2025
“Pertumbuhan dunia masih menghadapi tantangan akibat dampak tarif impor AS yang menyebabkan ketidakpastian tetap tinggi, namun ekspektasi perbaikan ekonomi ke depan mulai menguat,” ungkap Purbaya.
Menkeu menjelaskan, bahwa di Amerika Serikat, aktivitas ekonomi yang masih lemah berdampak pada berlanjutnya pelemahan pasar tenaga kerja sehingga The Fed memangkas sebesar 25 basis poin pada Oktober 2025 menjadi kisaran 3,75 hingga 4%.
Sementara itu, perekonomian Eropa, Jepang, China, dan India juga belum dipengaruhi antara lain oleh masih lemahnya konsumsi rumah tangga meskipun berbagai stimulus telah diberikan.
Selain itu IMF mengoreksi ke atas pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 ke 3,2% dalam laporan 2025. Outlook Juli 2025 sebelumnya di 3%, meskipun masih lebih rendah dibandingkan tahun 2024 di level 3,3%.
Baca Juga: Momen Prabowo Kebut Rapat di Minggu Malam, Bahas Keuangan hingga Devisa Ekspor
“Didorong kondisi keuangan yang lebih longgar, kesepakatan negara AS dengan negara-negara utama, ekspansi fiskal di sejumlah negara utama penurunan inflasi. Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia memuat dan diperkirakan mencapai target pemerintah tahun 2025,” kata Purbaya.
Adapun selain Purbaya yang perdana hadir sebagai Menkeu, hadir dalam konferensi pers kali ini Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua DK OJK Mahendra Siregar dan Kepala LPS, Anggito Abimanyu beserta jajaran.
(akr)
Lihat Juga :