Rute Kereta Khusus Petani dan Pedagang di Indonesia, Begini Cara Beli Tiketnya
Kamis, 06 November 2025 - 13:21 WIB
loading...
Gerbong kereta khusus bagi petani dan pedagang. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah mengoperasikan layanan kereta khusus bagi petani dan pedagang. Program ini bertujuan memperlancar distribusi hasil pertanian serta barang dagangan ke berbagai pasar kota, terutama pada dini hari agar pasokan tiba tepat waktu dan segar di pusat perdagangan.
Rute perdana layanan tersebut menghubungkan Merak–Rangkasbitung–Tanah Abang, jalur yang dikenal sebagai koridor perdagangan aktif antara Banten dan Jakarta. Kawasan ini menjadi jalur vital distribusi hasil bumi, bahan pangan, serta kebutuhan pokok dari daerah ke ibu kota.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan, kereta khusus ini tidak beroperasi terpisah, melainkan dengan menempelkan gerbong logistik ringan pada rangkaian kereta lokal yang sudah ada.
"Setiap hari kami siapkan hingga 14 perjalanan dengan keberangkatan dimulai sebelum subuh, agar pedagang bisa tiba di pasar utama Jakarta tepat waktu," ujarnya di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: Prabowo Cek Kereta Khusus Petani dan Pedagang, Berikut Rutenya
Gerbong yang digunakan telah dimodifikasi dari kelas ekonomi menjadi gerbong logistik ringan. Jumlah kursi dikurangi dari 106 menjadi 73 untuk memberi ruang lebih luas bagi barang bawaan. Pintu diperlebar, rak bagasi diperbanyak, dan setiap gerbong dilengkapi toilet. Desain tempat duduk sejajar di sisi kiri dan kanan memungkinkan penumpang menaruh barang dagangan di depan mereka dengan aman.
Menurut Anne, konsep ini dirancang khusus untuk membantu mobilitas petani dan pedagang kecil yang sering terkendala biaya transportasi. "Kami ingin menghadirkan moda transportasi yang efisien, aman, dan mudah diakses, sehingga mereka tak perlu lagi menyewa mobil atau truk untuk mengangkut barang," katanya.
Sebagai dukungan tambahan, KAI memberlakukan bebas biaya barang bawaan bagi penumpang yang memenuhi ketentuan kapasitas. Artinya, hasil pertanian, peternakan, maupun dagangan yang dibawa tidak dikenai ongkos tambahan.
Terpisah, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan, layanan kereta ini merupakan proyek percontohan nasional yang akan disubsidi pemerintah agar tarifnya tetap murah.
"Ini memang bentuk subsidi kepada petani dan pedagang yang tidak mampu menyewa mobil atau truk. Tarifnya akan jauh lebih terjangkau dari tiket ekonomi reguler," ujarnya.
Baca Juga: Bertemu Prabowo, Dirut KAI Bahas Kereta Khusus Petani dan Pedagang
Tahap awal, rute layanan difokuskan pada lintas Merak–Tanah Abang dan akan diperluas ke daerah lain yang memiliki potensi pertanian dan perdagangan tinggi, seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatera. Jam operasional pun disesuaikan dengan waktu aktivitas petani dan pedagang, terutama pada malam hingga pagi hari.
Pembelian tiket dapat dilakukan melalui aplikasi KAI Access, KAI Commuter, maupun langsung di loket stasiun di sepanjang jalur Merak–Rangkasbitung–Tanah Abang. Penumpang cukup memilih kategori "petani/pedagang" untuk mendapatkan tarif khusus, serta menunjukkan surat keterangan dari kelompok tani, koperasi, atau pengelola pasar sebagai bukti profesi.
Pemerintah berharap kehadiran kereta ini dapat menekan biaya logistik, memperkuat rantai pasok pangan, dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kecil di daerah. Dengan transportasi yang murah dan tepat waktu, petani serta pedagang diharapkan bisa lebih kompetitif di pasar perkotaan.
Rute perdana layanan tersebut menghubungkan Merak–Rangkasbitung–Tanah Abang, jalur yang dikenal sebagai koridor perdagangan aktif antara Banten dan Jakarta. Kawasan ini menjadi jalur vital distribusi hasil bumi, bahan pangan, serta kebutuhan pokok dari daerah ke ibu kota.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan, kereta khusus ini tidak beroperasi terpisah, melainkan dengan menempelkan gerbong logistik ringan pada rangkaian kereta lokal yang sudah ada.
"Setiap hari kami siapkan hingga 14 perjalanan dengan keberangkatan dimulai sebelum subuh, agar pedagang bisa tiba di pasar utama Jakarta tepat waktu," ujarnya di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: Prabowo Cek Kereta Khusus Petani dan Pedagang, Berikut Rutenya
Gerbong yang digunakan telah dimodifikasi dari kelas ekonomi menjadi gerbong logistik ringan. Jumlah kursi dikurangi dari 106 menjadi 73 untuk memberi ruang lebih luas bagi barang bawaan. Pintu diperlebar, rak bagasi diperbanyak, dan setiap gerbong dilengkapi toilet. Desain tempat duduk sejajar di sisi kiri dan kanan memungkinkan penumpang menaruh barang dagangan di depan mereka dengan aman.
Menurut Anne, konsep ini dirancang khusus untuk membantu mobilitas petani dan pedagang kecil yang sering terkendala biaya transportasi. "Kami ingin menghadirkan moda transportasi yang efisien, aman, dan mudah diakses, sehingga mereka tak perlu lagi menyewa mobil atau truk untuk mengangkut barang," katanya.
Sebagai dukungan tambahan, KAI memberlakukan bebas biaya barang bawaan bagi penumpang yang memenuhi ketentuan kapasitas. Artinya, hasil pertanian, peternakan, maupun dagangan yang dibawa tidak dikenai ongkos tambahan.
Terpisah, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan, layanan kereta ini merupakan proyek percontohan nasional yang akan disubsidi pemerintah agar tarifnya tetap murah.
"Ini memang bentuk subsidi kepada petani dan pedagang yang tidak mampu menyewa mobil atau truk. Tarifnya akan jauh lebih terjangkau dari tiket ekonomi reguler," ujarnya.
Baca Juga: Bertemu Prabowo, Dirut KAI Bahas Kereta Khusus Petani dan Pedagang
Tahap awal, rute layanan difokuskan pada lintas Merak–Tanah Abang dan akan diperluas ke daerah lain yang memiliki potensi pertanian dan perdagangan tinggi, seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatera. Jam operasional pun disesuaikan dengan waktu aktivitas petani dan pedagang, terutama pada malam hingga pagi hari.
Pembelian tiket dapat dilakukan melalui aplikasi KAI Access, KAI Commuter, maupun langsung di loket stasiun di sepanjang jalur Merak–Rangkasbitung–Tanah Abang. Penumpang cukup memilih kategori "petani/pedagang" untuk mendapatkan tarif khusus, serta menunjukkan surat keterangan dari kelompok tani, koperasi, atau pengelola pasar sebagai bukti profesi.
Pemerintah berharap kehadiran kereta ini dapat menekan biaya logistik, memperkuat rantai pasok pangan, dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kecil di daerah. Dengan transportasi yang murah dan tepat waktu, petani serta pedagang diharapkan bisa lebih kompetitif di pasar perkotaan.
(nng)
Lihat Juga :