Satu SPBU Swasta Tambah Beli BBM 100 Ribu Barel dari Pertamina, Dua Masih Nego
Jum'at, 07 November 2025 - 17:34 WIB
loading...
Kementerian ESDM mengatakan, SPBU Swasta BP-AKR bakal kembali membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) murni atau base fuel dari Pertamina Patra Niaga. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman mengatakan SPBU Swasta BP-AKR bakal kembali membeli Bahan Bakar Minyak ( BBM ) murni atau base fuel dari Pertamina Patra Niaga . Dijelaskan, SPBU BP berencana mengimpor sebanyak 100 ribu barel yang dijadwalkan sampai ke Indonesia pada bulan November ini.
Pasokan ini akan menambah stok BBM yang sebelumnya telah habis terjual sebelum habis tahun 2025."Jadi malah yang BP AKR dua minggu lagi ada pesan lagi satu kargo. BP nambah lagi 100 ribu barel," kata Laode saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (7/11/2025).
Sementara untuk SPBU Shell dan Vivo, Laode mengatakan, saat ini masih melakukan proses negosiasi lebih panjang dengan Pertamina Patra Niaga. Namun menurutnya dalam waktu dekat kedua operator SPBU swasta itu akan ikut melakukan pembelian.
Baca Juga: Kuota Impor BBM 2026 Dibuka, Bahlil Ungkap Besarannya
"Ya jadi yang belum itu sedang bernegosiasi dengan Badan Usaha Patraniaga dan kemarin memang kami mendapatkan info bahwa VIVO sudah mendekati, akan ada lagi. Jadi kita tunggu aja ya," sambungnya.
Sebelumnya, Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menyampaikan, PT Aneka Petroindo Raya (APR), operator SPBU BP-AKR, bersepakat melakukan proses Business to Business dengan Pertamina Patra Niaga untuk pemenuhan pasokan BBM.
"Untuk penyaluran pasokan yang sudah dilayani kepada PT APR sebanyak 100 ribu barel (MB) yang akan digunakan untuk SPBU-SPBU BP-AKR," jelas Roberth dalam keterangan resmi (2/11).
Baca Juga: BBM Pertamina Ditolak SPBU Swasta, Begini Kata Pengamat Soal Kandungan Etanol
Roberth menegaskan, bahwa proses negosiasi dari sisi jumlah kebutuhan berdasarkan volume permintaan, pelaksanaan tender supplier yang dilakukan dengan aspek GCG dan konfirmasi berulang dengan customer (APR), pelaksanaan join Surveyor, sampai dengan mekanisme open book untuk negosiasi aspek komersial dilaksanakan, sampai akhirnya proses bongkar dilaksanakan dan diterima BU Swasta untuk disalurkan kepada masyarakat.
Pasokan ini akan menambah stok BBM yang sebelumnya telah habis terjual sebelum habis tahun 2025."Jadi malah yang BP AKR dua minggu lagi ada pesan lagi satu kargo. BP nambah lagi 100 ribu barel," kata Laode saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (7/11/2025).
Sementara untuk SPBU Shell dan Vivo, Laode mengatakan, saat ini masih melakukan proses negosiasi lebih panjang dengan Pertamina Patra Niaga. Namun menurutnya dalam waktu dekat kedua operator SPBU swasta itu akan ikut melakukan pembelian.
Baca Juga: Kuota Impor BBM 2026 Dibuka, Bahlil Ungkap Besarannya
"Ya jadi yang belum itu sedang bernegosiasi dengan Badan Usaha Patraniaga dan kemarin memang kami mendapatkan info bahwa VIVO sudah mendekati, akan ada lagi. Jadi kita tunggu aja ya," sambungnya.
Sebelumnya, Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menyampaikan, PT Aneka Petroindo Raya (APR), operator SPBU BP-AKR, bersepakat melakukan proses Business to Business dengan Pertamina Patra Niaga untuk pemenuhan pasokan BBM.
"Untuk penyaluran pasokan yang sudah dilayani kepada PT APR sebanyak 100 ribu barel (MB) yang akan digunakan untuk SPBU-SPBU BP-AKR," jelas Roberth dalam keterangan resmi (2/11).
Baca Juga: BBM Pertamina Ditolak SPBU Swasta, Begini Kata Pengamat Soal Kandungan Etanol
Roberth menegaskan, bahwa proses negosiasi dari sisi jumlah kebutuhan berdasarkan volume permintaan, pelaksanaan tender supplier yang dilakukan dengan aspek GCG dan konfirmasi berulang dengan customer (APR), pelaksanaan join Surveyor, sampai dengan mekanisme open book untuk negosiasi aspek komersial dilaksanakan, sampai akhirnya proses bongkar dilaksanakan dan diterima BU Swasta untuk disalurkan kepada masyarakat.
(akr)
Lihat Juga :