Purbaya: Pajak Tak Capai Target Bukan Salah Pegawai, tapi Ekonomi Lesu!
Minggu, 09 November 2025 - 16:43 WIB
loading...
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/Instagram/@menkeuri
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kesulitan mencapai target penerimaan pajak bukan disebabkan kinerja pegawai pajak, melainkan karena lemahnya kondisi ekonomi. Ia menilai, penurunan aktivitas ekonomi membuat ruang penerimaan negara ikut tertekan.
"Makanya target Anda susah dicapai. Saya pernah bilang kan di meeting besar, bahwa bukan salah orang pajak itu nggak tercapai, karena ekonomi turun. Tapi, orang-orang kan nggak peduli orang di luar," ujar Purbaya dalam unggahan di akun TikTok, dikutip Minggu (9/11/2025).
Baca Juga: Purbaya Susun RUU Redenominasi Rupiah, Ubah Rp1.000 Jadi Rp1
Meski tekanan ekonomi menjadi tantangan utama, Purbaya optimistis target penerimaan pajak sebesar Rp2.189,3 triliun tahun ini akan tercapai sesuai yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia meminta seluruh aparatur Direktorat Jenderal Pajak untuk tetap semangat dalam menjalankan tugas negara. "Teman pajak jangan putus asa, target pasti tercapai. Kita tetap usahakan seoptimal mungkin penerimaan pajak," ujarnya dengan nada tegas.
Purbaya juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalitas dalam memberikan pelayanan kepada wajib pajak. Ia menilai, sikap ramah dan etika pelayanan menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap otoritas pajak.
"Tetap jaga integritas. Jangan lupa berikan senyum kepada wajib pajak agar wajib pajak tersenyum ketika membayar pajak," tambah Bendahara Negara tersebut.
Menurutnya, tantangan utama dalam penerimaan pajak bukan hanya soal kepatuhan wajib pajak, melainkan berkaitan erat dengan pergerakan ekonomi nasional. Ketika aktivitas bisnis melambat, potensi penerimaan negara pun ikut berkurang.
Namun demikian, Purbaya menyebut ada sinyal positif pemulihan ekonomi yang mulai terlihat sejak pertengahan September 2025. Ia berharap tren tersebut dapat berlanjut hingga akhir tahun dan memberi dorongan tambahan bagi pencapaian penerimaan negara.
"Jadi kita tetap usahakan seoptimal mungkin yang mungkin. Kita udah balikin ekonomi di sejak September minggu ke dua ke sini. Mudah-mudahan nanti pajaknya agak membaik sedikit. Saya harapkan targetnya bisa tercapai lah," tuturnya.
Baca Juga: Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Bisa Tembus di Atas 5,5%
Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu juga memandang prospek ekonomi nasional tahun depan akan lebih kuat. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada 2026, dengan harapan sektor swasta dapat menjadi motor penggerak utama dalam memperluas basis pajak.
"Tapi untuk tahun depan saya pikir akan lebih bagus karena ekonomi kita harusnya udah mulai balik. Kita akan dorong tumbuhnya ke 6%. Itu harusnya kalau rasionya kita betul privat sector-nya bisa jalan," pungkas Purbaya.
"Makanya target Anda susah dicapai. Saya pernah bilang kan di meeting besar, bahwa bukan salah orang pajak itu nggak tercapai, karena ekonomi turun. Tapi, orang-orang kan nggak peduli orang di luar," ujar Purbaya dalam unggahan di akun TikTok, dikutip Minggu (9/11/2025).
Baca Juga: Purbaya Susun RUU Redenominasi Rupiah, Ubah Rp1.000 Jadi Rp1
Meski tekanan ekonomi menjadi tantangan utama, Purbaya optimistis target penerimaan pajak sebesar Rp2.189,3 triliun tahun ini akan tercapai sesuai yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia meminta seluruh aparatur Direktorat Jenderal Pajak untuk tetap semangat dalam menjalankan tugas negara. "Teman pajak jangan putus asa, target pasti tercapai. Kita tetap usahakan seoptimal mungkin penerimaan pajak," ujarnya dengan nada tegas.
Purbaya juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalitas dalam memberikan pelayanan kepada wajib pajak. Ia menilai, sikap ramah dan etika pelayanan menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap otoritas pajak.
"Tetap jaga integritas. Jangan lupa berikan senyum kepada wajib pajak agar wajib pajak tersenyum ketika membayar pajak," tambah Bendahara Negara tersebut.
Menurutnya, tantangan utama dalam penerimaan pajak bukan hanya soal kepatuhan wajib pajak, melainkan berkaitan erat dengan pergerakan ekonomi nasional. Ketika aktivitas bisnis melambat, potensi penerimaan negara pun ikut berkurang.
Namun demikian, Purbaya menyebut ada sinyal positif pemulihan ekonomi yang mulai terlihat sejak pertengahan September 2025. Ia berharap tren tersebut dapat berlanjut hingga akhir tahun dan memberi dorongan tambahan bagi pencapaian penerimaan negara.
"Jadi kita tetap usahakan seoptimal mungkin yang mungkin. Kita udah balikin ekonomi di sejak September minggu ke dua ke sini. Mudah-mudahan nanti pajaknya agak membaik sedikit. Saya harapkan targetnya bisa tercapai lah," tuturnya.
Baca Juga: Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Bisa Tembus di Atas 5,5%
Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu juga memandang prospek ekonomi nasional tahun depan akan lebih kuat. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada 2026, dengan harapan sektor swasta dapat menjadi motor penggerak utama dalam memperluas basis pajak.
"Tapi untuk tahun depan saya pikir akan lebih bagus karena ekonomi kita harusnya udah mulai balik. Kita akan dorong tumbuhnya ke 6%. Itu harusnya kalau rasionya kita betul privat sector-nya bisa jalan," pungkas Purbaya.
(nng)
Lihat Juga :