Gempur Dolar AS, Negara-negara BRICS Timbun 20 Ton Emas Senilai Rp41 Triliun

Minggu, 09 November 2025 - 21:30 WIB
loading...
Gempur Dolar AS, Negara-negara...
Tiga negara anggota BRICS tercatat membeli hampir 20 ton emas sepanjang September 2025. FOTO/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Tiga negara anggota BRICS tercatat membeli hampir 20 ton emas sepanjang September 2025 dengan nilai mencapai USD2,54 miliar atau setara Rp41 triliun. Ketiga negara tersebut adalah Brasil, Rusia, dan China, yang terus menambah cadangan emas mereka meski harga logam mulia itu tengah melonjak tajam.

Dikutip dari laporan Watcher Guru, pembelian besar-besaran ini dilakukan saat harga emas (indeks XAU/USD) mendekati level USD3.900 per troy ounce. Harga emas kemudian menembus rekor baru pada Oktober 2025 dengan mencapai USD4.381 per troy ounce, sebelum bertahan di kisaran USD4.010 pada perdagangan terakhir.

Baca Juga: BRICS Lanjutkan Dedolarisasi, China Buang Dolar AS Rp860 Triliun

Bank sentral dari tiga negara BRICS ini disebut menjadi aktor utama di balik lonjakan permintaan emas global. Brasil tercatat membeli 15 ton, disusul Rusia sebanyak 3 ton, dan China sekitar 2 ton emas selama periode yang sama. Sementara itu, India mulai meningkatkan pembelian emas pada Oktober sebagai langkah diversifikasi cadangan devisa bank sentralnya.



Kecenderungan negara-negara BRICS untuk menambah cadangan emas terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Langkah tersebut berpotensi menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk mendukung mata uang bersama BRICS dengan emas. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi karena blok tersebut masih merahasiakan detail kebijakannya.

Baca Juga: AS Ketar-ketir ketika Kapal Induk Generasi Terbaru China Mulai Beroperasi, Berikut 5 Kehebatannya

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai BRICS belum mampu menyaingi dominasi AS dalam hal kepemilikan emas dunia. AS tercatat memiliki cadangan emas terbesar di dunia, yakni 8.133 ton, disusul Jerman di posisi kedua dengan 3.350 ton.

Secara total, seluruh anggota BRICS baru memiliki sekitar 6.026 ton emas, jumlah yang masih jauh di bawah kepemilikan Amerika Serikat. Selain itu, cadangan tersebut dimiliki secara individual oleh masing-masing negara anggota, bukan milik kolektif BRICS sebagai organisasi ekonomi. Dengan posisi tersebut, Amerika Serikat tetap menjadi negara dengan cadangan emas terbesar di dunia, sekaligus mempertegas dominasinya atas aset moneter global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Rekomendasi
KPK Telusuri Pembelian...
KPK Telusuri Pembelian Aset Fadia Arafiq saat Jabat Bupati Pekalongan
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Berita Terkini
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Infografis
6 Pekan, Houthi Tembak...
6 Pekan, Houthi Tembak Jatuh 7 Drone AS Senilai Rp3,4 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved