ICDX Proyeksikan Volume Perdagangan Emas Digital Tembus 25 Juta Gram di 2025
Selasa, 11 November 2025 - 17:09 WIB
loading...
ICDX memproyeksikan volume perdagangan pasar fisik emas secara digital terus meningkat. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) memproyeksikan volume perdagangan pasar fisik emas secara digital mencapai 25 juta gram hingga akhir 2025. Proyeksi ini mencerminkan tren peningkatan minat masyarakat terhadap investasi emas dalam bentuk digital yang terus menguat dalam dua tahun terakhir.
Direktur Utama ICDX, Fajar Wibhiyadi, mengungkapkan hingga Oktober 2025 volume perdagangan emas digital di ICDX telah mencapai 20 juta gram. "kuncinya adalah keamanan, di mana dalam perdagangan pasar fisik emas secara digital di bursa berjangka ini, emas yang diperdagangkan dipastikan ada secara fisik dan disimpan oleh lembaga penyimpan (depository)," kata Fajar dalam pernyataannya, Selasa (11/11/2025).
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Naik Tinggi Rp27 Ribu, Satu Gram Dijual Segini
Fajar mencatat di sepanjang tahun 2024 volume transaksi emas digital mencapai 23 juta gram, melesat tajam dibandingkan tahun 2023 yang hanya sebesar 5,3 juta gram. Menurutnya, lonjakan ini didorong oleh dua faktor utama, yakni meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi serta kepercayaan terhadap sistem perdagangan emas digital yang transparan dan terjamin.
"Dari tren pertumbuhan ini, kami melihat masyarakat semakin memahami bahwa ekosistem perdagangan emas digital di bursa berjangka memberikan jaminan keamanan dan kemudahan transaksi," ujar Fajar.
Sebagai informasi, mekanisme perdagangan pasar fisik emas secara digital di Indonesia diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pelaksanaan Perdagangan Pasar Fisik Emas Secara Digital di Bursa Berjangka. Regulasi ini menjadi acuan utama dalam menjaga integritas dan transparansi perdagangan di sektor tersebut.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp8 Ribu/Gram di Awal Pekan, Tapi Stok Masih Kosong
Dalam ekosistem perdagangan emas digital di bursa berjangka, terdapat sejumlah lembaga yang memiliki peran penting. Bursa berfungsi sebagai penyedia platform perdagangan, sementara Lembaga Kliring bertugas menjamin dan menyelesaikan transaksi. Adapun Lembaga Depository memegang peran vital sebagai pihak penyimpan emas fisik yang diperdagangkan secara digital.
ICDX optimistis perdagangan emas digital akan menjadi instrumen investasi yang semakin diminati masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan ekosistem perdagangan komoditas berbasis digital di kawasan.
Direktur Utama ICDX, Fajar Wibhiyadi, mengungkapkan hingga Oktober 2025 volume perdagangan emas digital di ICDX telah mencapai 20 juta gram. "kuncinya adalah keamanan, di mana dalam perdagangan pasar fisik emas secara digital di bursa berjangka ini, emas yang diperdagangkan dipastikan ada secara fisik dan disimpan oleh lembaga penyimpan (depository)," kata Fajar dalam pernyataannya, Selasa (11/11/2025).
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Naik Tinggi Rp27 Ribu, Satu Gram Dijual Segini
Fajar mencatat di sepanjang tahun 2024 volume transaksi emas digital mencapai 23 juta gram, melesat tajam dibandingkan tahun 2023 yang hanya sebesar 5,3 juta gram. Menurutnya, lonjakan ini didorong oleh dua faktor utama, yakni meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi serta kepercayaan terhadap sistem perdagangan emas digital yang transparan dan terjamin.
"Dari tren pertumbuhan ini, kami melihat masyarakat semakin memahami bahwa ekosistem perdagangan emas digital di bursa berjangka memberikan jaminan keamanan dan kemudahan transaksi," ujar Fajar.
Sebagai informasi, mekanisme perdagangan pasar fisik emas secara digital di Indonesia diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pelaksanaan Perdagangan Pasar Fisik Emas Secara Digital di Bursa Berjangka. Regulasi ini menjadi acuan utama dalam menjaga integritas dan transparansi perdagangan di sektor tersebut.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp8 Ribu/Gram di Awal Pekan, Tapi Stok Masih Kosong
Dalam ekosistem perdagangan emas digital di bursa berjangka, terdapat sejumlah lembaga yang memiliki peran penting. Bursa berfungsi sebagai penyedia platform perdagangan, sementara Lembaga Kliring bertugas menjamin dan menyelesaikan transaksi. Adapun Lembaga Depository memegang peran vital sebagai pihak penyimpan emas fisik yang diperdagangkan secara digital.
ICDX optimistis perdagangan emas digital akan menjadi instrumen investasi yang semakin diminati masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan ekosistem perdagangan komoditas berbasis digital di kawasan.
(nng)
Lihat Juga :