Kerugian Akibat Scamming Tembus Rp7,3 Triliun, OJK Sehari Terima 1.000 Aduan

Sabtu, 15 November 2025 - 18:00 WIB
loading...
A A A
Ia menambahkan, tingginya angka kerugian dan laporan harian menunjukkan bahwa kasus scam merupakan ancaman yang mengerikan dan menyedihkan. Modus penipuan yang dilakukan pelaku pun beragam dan terus berkembang. Friderica menyebutkan beberapa modus yang paling banyak dilaporkan. Modus pertama adalah penipuan transaksi belanja fiktif, dengan jumlah lebih dari 58 ribu laporan dan kerugian mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Modus kedua adalah penipuan telepon palsu (fake call) di mana pelaku berpura-pura menjadi kerabat korban yang mengalami kecelakaan, sehingga korban panik dan langsung mentransfer sejumlah uang. Modus ketiga yang juga menjadi sorotan adalah penipuan investasi bodong. "Anak muda sekarang hype dengan, oh yuk berinvestasi dan lain-lain dan sebagainya, tapi alih-alih investasi, ternyata mereka malah masuk kepada investasi bodong," ungkap Friderica.

Baca Juga: 97 WNI Kabur dari Perusahaan Online Scam Kamboja, 4 Ditahan Polisi

Ia mengingatkan generasi muda untuk berhati-hati. Dengan tantangan yang sedemikian besar ini, Friderica menegaskan bahwa meningkatkan literasi dan melindungi masyarakat dari ancaman scam masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang masif bagi OJK dan seluruh pemangku kepentingan.

OJK berharap, melalui program edukasi yang berkelanjutan, semakin banyak generasi muda yang mampu merencanakan masa depan finansialnya dengan lebih baik. Hal ini agar masyarakat tidak lagi trial and error, namun memiliki kendali penuh dan arah yang jelas menuju masa depan yang sejahtera. Pihaknya menekankan bahwa selain upaya perlindungan dari OJK, masyarakat juga harus meningkatkan kewaspadaan dan mampu membentengi diri sendiri agar tidak terjebak ke dalam penipuan maupun jerat investasi bodong.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketidakpastian Ekonomi...
Ketidakpastian Ekonomi Dorong Pentingnya Proteksi Keuangan
Fintech Makin Dekat...
Fintech Makin Dekat dengan Gen Z, OVO Dorong Mahasiswa Lebih Cerdas Kelola Keuangan
Jadikan Bali Pusat Keuangan...
Jadikan Bali Pusat Keuangan Internasional, Purbaya Tawarkan Pajak 0 Persen
Waspada Penipuan Digital,...
Waspada Penipuan Digital, OVO Ingatkan Warga Jangan Bagikan OTP dan PIN
Penipuan Digital Kian...
Penipuan Digital Kian Canggih, Waspadai Perkembangan Scam
Waspada, Penipuan File...
Waspada, Penipuan File .APK dan Tautan Palsu Mengatasnamakan DJP
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Praz Teguh Tegaskan...
Praz Teguh Tegaskan Tak Terima Aliran Dana Hanania Group, Hanya Uang Saku Umroh
Kasus Hanania Travel,...
Kasus Hanania Travel, Aaliyah Massaid Akui Sedih Melihat Jemaah Umrah Gagal Berangkat
Rekomendasi
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Berita Terkini
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved