Dari Rasa Penasaran ke Kepercayaan Digital, Lemomo Siap Ubah Peta E-commerce Indonesia
Minggu, 16 November 2025 - 14:21 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Eksistensi E-Commerce dan Kinerja Inflasi
Konsep blind box menjadi inti dari strategi ini, di mana setiap pengguna memiliki peluang nyata untuk mendapatkan hadiah bernilai seperti emas, produk kecantikan, hingga iPhone 17.
Pertanyaannya kini, apakah masyarakat Indonesia siap menyambut model e-commerce yang lebih seru? Melihat karakter pengguna digital di Tanah Air, jawabannya hampir pasti: ya. Indonesia dikenal sebagai pasar yang cepat beradaptasi dan memiliki semangat eksplorasi tinggi.
Dari fenomena unboxing hingga tren viral di media sosial, masyarakat Indonesia tidak hanya mencari barang, tetapi juga mencari pengalaman. Lemomo membaca hal itu dengan cermat dan menjadikannya dasar dalam membangun platformnya.
Head of Marketing Lemomo, Theresalonica Susanto menambahkan, bahwa Lemomo hadir bukan untuk sekadar menarik perhatian, tetapi untuk membangun kepercayaan. “Kami tidak menciptakan sistem yang memaksa orang untuk berbelanja, tapi memberikan alasan bagi mereka untuk ingin kembali karena setiap pengalaman terasa menyenangkan dan bernilai,” jelasnya.
Konsep blind box menjadi inti dari strategi ini, di mana setiap pengguna memiliki peluang nyata untuk mendapatkan hadiah bernilai seperti emas, produk kecantikan, hingga iPhone 17.
Pertanyaannya kini, apakah masyarakat Indonesia siap menyambut model e-commerce yang lebih seru? Melihat karakter pengguna digital di Tanah Air, jawabannya hampir pasti: ya. Indonesia dikenal sebagai pasar yang cepat beradaptasi dan memiliki semangat eksplorasi tinggi.
Dari fenomena unboxing hingga tren viral di media sosial, masyarakat Indonesia tidak hanya mencari barang, tetapi juga mencari pengalaman. Lemomo membaca hal itu dengan cermat dan menjadikannya dasar dalam membangun platformnya.
Head of Marketing Lemomo, Theresalonica Susanto menambahkan, bahwa Lemomo hadir bukan untuk sekadar menarik perhatian, tetapi untuk membangun kepercayaan. “Kami tidak menciptakan sistem yang memaksa orang untuk berbelanja, tapi memberikan alasan bagi mereka untuk ingin kembali karena setiap pengalaman terasa menyenangkan dan bernilai,” jelasnya.
Lihat Juga :