Redenominasi Rupiah, Akankah Wisata di Indonesia Kian Mahal?

Senin, 17 November 2025 - 08:59 WIB
loading...
A A A
Secara global, redenominasi biasanya dilakukan setelah periode inflasi tinggi dengan tujuan meningkatkan efisiensi transaksi, memperkuat kredibilitas mata uang, dan mengurangi pemalsuan. Turki, misalnya, menghapus enam nol dari lira pada 2005, sedangkan Ukraina mengganti karbovanets dengan hryvnia pada 1996.

Indonesia sendiri pernah melakukan redenominasi pada 1965, namun hanya bertahan singkat. Setahun setelahnya, inflasi justru melonjak hingga 635 persen sehingga daya beli masyarakat anjlok.

Rencana redenominasi kembali mencuat pada 2013, tetapi dibatalkan karena kondisi inflasi tidak stabil. Bank Indonesia sejak 2023 menyatakan siap secara teknis, namun menegaskan pelaksanaan memerlukan stabilitas ekonomi, politik, dan sistem keuangan yang terjaga.

Sejumlah analis menilai kondisi ekonomi saat ini cukup solid untuk mendukung redenominasi, ditopang inflasi rendah dan kebijakan moneter yang kredibel. Namun rupiah tercatat melemah lebih dari 3% terhadap dolar AS sepanjang tahun, menjadikannya salah satu mata uang terlemah di Asia, sehingga dinilai belum ideal untuk transisi mata uang.

Baca Juga: Purbaya Lempar ke BI soal Redenominasi Rupiah: Bukan Wewenang Kemenkeu

Ekonom Bank Central Asia, David Sumual, menilai redenominasi akan mempermudah transaksi sehari-hari, terutama bagi turis. Menurut dia, nominal rupiah yang lebih kecil dapat meningkatkan persepsi positif terhadap stabilitas mata uang. Kendati demikian, dampaknya lebih bersifat psikologis ketimbang fundamental.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Rekomendasi
Semarang Raih Predikat...
Semarang Raih Predikat Kota Transformer Nasional Berkat Kepemimpinan Wali Kota Agustina
Pilot Pesawat AMA PK-RCY...
Pilot Pesawat AMA PK-RCY yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Tewas
Ini Identitas Pilot...
Ini Identitas Pilot Asal Amerika yang Tewas usai Pesawatnya Dibakar di Papua
Berita Terkini
Waste-to-Energy Dinilai...
Waste-to-Energy Dinilai Efektif Atasi Sampah Nasional, Asal Masyarakat Dilibatkan
Purbaya Sangkal Merah...
Purbaya Sangkal Merah Putih Bond Jadi Celah Pencucian Uang, Singgung Peran Singapura
Pemadaman Listrik Ungkap...
Pemadaman Listrik Ungkap Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara
ICDX dan Bursa Komoditas...
ICDX dan Bursa Komoditas Belarus Jalin Kerja Sama Perdagangan Internasional
EMAS Tembus Bursa Hong...
EMAS Tembus Bursa Hong Kong, Analis: Jadi Booster Citra Investasi Indonesia
Daud Joseph Mundur dari...
Daud Joseph Mundur dari Dirut PT Pos Indonesia usai Penggabungan BUMN Logistik
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved