Redenominasi Rupiah, Akankah Wisata di Indonesia Kian Mahal?

Senin, 17 November 2025 - 08:59 WIB
loading...
Redenominasi Rupiah,...
Pemerintah Indonesia kembali menghidupkan rencana redenominasi rupiah. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia kembali menghidupkan rencana redenominasi rupiah dengan memangkas tiga angka nol dari nominal yang berlaku. Langkah tersebut diyakini dapat menyederhanakan transaksi ekonomi sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap rupiah. Namun sejumlah ekonom menilai rencana tersebut berpotensi memicu inflasi jika dijalankan tanpa persiapan matang.

Selama ini, wisatawan asing dan masyarakat kerap dihadapkan pada nominal harga barang dan jasa yang mencapai jutaan hingga miliaran rupiah sehingga terkesan mahal. Sebagai contoh, satu gelas koktail di klub pantai mewah di Bali dibanderol Rp190.000, sementara layanan spa sehari penuh di resor premium bisa mencapai Rp1,05 juta.

"Jika redenominasi dipaksakan tanpa persiapan matang, risiko lonjakan inflasi sangat besar. Transisi ideal membutuhkan 8–10 tahun, sehingga paling cepat baru bisa dilakukan pada 2035," ujar Direktur CELIOS, Bhima Yudhistira, dikutip dari Business Times, Senin (17/11).

Baca Juga: Perangi Korupsi dan Jaga Nilai Tukar, Ekonom Dukung Kebijakan Redenominasi

Kementerian Keuangan pada 8 November lalu mengumumkan sedang menyusun RUU redenominasi yang menghapus tiga nol dari mata uang rupiah. Jika diterapkan, harga Rp10.000 akan ditulis menjadi Rp10 dalam rupiah baru tanpa mengubah nilai tukar maupun daya beli.



Secara global, redenominasi biasanya dilakukan setelah periode inflasi tinggi dengan tujuan meningkatkan efisiensi transaksi, memperkuat kredibilitas mata uang, dan mengurangi pemalsuan. Turki, misalnya, menghapus enam nol dari lira pada 2005, sedangkan Ukraina mengganti karbovanets dengan hryvnia pada 1996.

Indonesia sendiri pernah melakukan redenominasi pada 1965, namun hanya bertahan singkat. Setahun setelahnya, inflasi justru melonjak hingga 635 persen sehingga daya beli masyarakat anjlok.

Rencana redenominasi kembali mencuat pada 2013, tetapi dibatalkan karena kondisi inflasi tidak stabil. Bank Indonesia sejak 2023 menyatakan siap secara teknis, namun menegaskan pelaksanaan memerlukan stabilitas ekonomi, politik, dan sistem keuangan yang terjaga.

Sejumlah analis menilai kondisi ekonomi saat ini cukup solid untuk mendukung redenominasi, ditopang inflasi rendah dan kebijakan moneter yang kredibel. Namun rupiah tercatat melemah lebih dari 3% terhadap dolar AS sepanjang tahun, menjadikannya salah satu mata uang terlemah di Asia, sehingga dinilai belum ideal untuk transisi mata uang.

Baca Juga: Purbaya Lempar ke BI soal Redenominasi Rupiah: Bukan Wewenang Kemenkeu

Ekonom Bank Central Asia, David Sumual, menilai redenominasi akan mempermudah transaksi sehari-hari, terutama bagi turis. Menurut dia, nominal rupiah yang lebih kecil dapat meningkatkan persepsi positif terhadap stabilitas mata uang. Kendati demikian, dampaknya lebih bersifat psikologis ketimbang fundamental.

Di sisi lain, potensi opportunistic rounding menjadi kekhawatiran utama. Para pedagang dinilai cenderung membulatkan harga ke atas guna menjaga margin keuntungan. Harga Rp9.000, misalnya, berisiko menjadi Rp10, bukan Rp9 dalam rupiah baru. Kondisi ini dapat memicu inflasi dan menekan daya beli masyarakat.

Selain dampak harga, redenominasi akan menimbulkan konsekuensi teknis seperti penyesuaian sistem akuntansi, pembaruan mesin transaksi, hingga penarikan uang lama. Pada tahap awal, penukaran uang berpotensi memunculkan antrean panjang di bank, mengingat transaksi tunai masih dominan di Indonesia.

Wisatawan asing juga diprediksi terdampak, baik akibat kebingungan dalam konversi harga maupun kenaikan biaya selama masa transisi. Karena itu, komunikasi publik menjadi faktor penentu keberhasilan kebijakan ini.

"Ketiadaan komunikasi yang efektif dapat menimbulkan kepanikan, terutama di sektor ritel yang memiliki ribuan jenis barang dengan penyesuaian harga," katanya.

RUU redenominasi ditargetkan selesai pada 2027. Namun tanpa persiapan sistemik dan sosialisasi luas, proses transisi dikhawatirkan justru memicu gejolak harga dan benar-benar membuat liburan di Bali jadi lebih mahal.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Segera Buka...
Indonesia Segera Buka KBRI di Belarus, Lukashenko Apresiasi Prabowo
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Rekomendasi
Hadapi Gugatan Ruben...
Hadapi Gugatan Ruben Onsu, Sarwendah Klaim Simpan Fakta yang Belum Pernah Diungkap
MNC Life Dukung Berikan...
MNC Life Dukung Berikan Perlindungan Asuransi bagi Ribuan Penonton Koplove Fest Vol. 4
Bea Cukai dan BNN Gagalkan...
Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Ganja dari Thailand
Berita Terkini
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
Selat Hormuz Sempat...
Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa
Dirut BPJS Kesehatan...
Dirut BPJS Kesehatan Ungkap JKN Dongkrak PDB Rp129 Triliun dan Serap 3,5 Juta Pekerja
Di Tengah Tren Trading,...
Di Tengah Tren Trading, Aplikasi Berizin dan Regulasi Kian Penting Lindungi Investor
MPIX Tunjuk Nurfaizi...
MPIX Tunjuk Nurfaizi Suwandi jadi Komisaris Independen, Pertegas Ekspansi ke Remitansi Pekerja Migran
IHSG Jaga Tren Positif,...
IHSG Jaga Tren Positif, Hari Ini Ditutup Menguat ke 5.744
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved