10 SWF dengan Aset Terbesar di Dunia, Danantara Ungguli Temasek
Senin, 17 November 2025 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Rosan Sebut Raja Abdullah II Mau Bikin SWF Yordania seperti Danantara
Danantara juga disiapkan untuk menarik investor global melalui kemitraan strategis. Presiden Prabowo sebelumnya telah bertemu dengan pendiri Bridgewater, Ray Dalio, untuk memperkuat tata kelola Danantara agar memenuhi standar global, transparan, dan profesional.
Jika dilihat dari struktur dan mandatnya, Danantara diposisikan sebagai "mesin ekonomi kedua" setelah APBN. Sebagai pengelola aset BUMN raksasa, lembaga ini memainkan peran penting dalam industrialisasi, pembiayaan strategis nasional, dan penguatan daya saing ekonomi Indonesia.
Dibandingkan SWF mapan dunia seperti GIC dan Temasek, Danantara memiliki pertumbuhan paling cepat dengan basis aset baru yang masif. Sementara Temasek banyak berinvestasi dalam korporasi global, Danantara fokus pada pembiayaan pembangunan dan sektor produktif di dalam negeri.
Total nilai aset SWF global pada 2025 mencapai lebih dari USD14 triliun. Dengan posisi barunya, Indonesia kini bergabung dalam klub eksklusif negara pemilik SWF raksasa bersama Norwegia, China, Uni Emirat Arab, dan Singapura.
Kehadiran Danantara sekaligus menjadi penanda perubahan peta geopolitik ekonomi kawasan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia memiliki SWF yang lebih besar daripada dua lembaga investasi negara Singapura, yakni GIC dan Temasek.
Danantara juga disiapkan untuk menarik investor global melalui kemitraan strategis. Presiden Prabowo sebelumnya telah bertemu dengan pendiri Bridgewater, Ray Dalio, untuk memperkuat tata kelola Danantara agar memenuhi standar global, transparan, dan profesional.
Jika dilihat dari struktur dan mandatnya, Danantara diposisikan sebagai "mesin ekonomi kedua" setelah APBN. Sebagai pengelola aset BUMN raksasa, lembaga ini memainkan peran penting dalam industrialisasi, pembiayaan strategis nasional, dan penguatan daya saing ekonomi Indonesia.
Dibandingkan SWF mapan dunia seperti GIC dan Temasek, Danantara memiliki pertumbuhan paling cepat dengan basis aset baru yang masif. Sementara Temasek banyak berinvestasi dalam korporasi global, Danantara fokus pada pembiayaan pembangunan dan sektor produktif di dalam negeri.
Total nilai aset SWF global pada 2025 mencapai lebih dari USD14 triliun. Dengan posisi barunya, Indonesia kini bergabung dalam klub eksklusif negara pemilik SWF raksasa bersama Norwegia, China, Uni Emirat Arab, dan Singapura.
Kehadiran Danantara sekaligus menjadi penanda perubahan peta geopolitik ekonomi kawasan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia memiliki SWF yang lebih besar daripada dua lembaga investasi negara Singapura, yakni GIC dan Temasek.
(nng)
Lihat Juga :