Ketimpangan Makin Lebar, Cak Imin: 1% Orang Kuasai Hampir Separuh Kekayaan Nasional
Jum'at, 21 November 2025 - 19:58 WIB
loading...
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyoroti ketimpangan distribusi kekayaan di Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau yang biasa disapa Cak Imin menyoroti ketimpangan distribusi kekayaan di Indonesia. Ia menyebut bahwa satu persen orang terkaya menguasai hampir separuh total kekayaan nasional.
Hal tersebut disampaikan dalam keynote speech Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 INDEF, dikutip Jumat (21/11). "Kita juga mendapati bahwa 1 persen orang terkaya di negeri ini menguasai hampir 50 persen total kekayaan nasional kita," ujarnya.
Kondisi tersebut diniai menjadi faktor mengapa pertumbuhan ekonomi 5% yang stabil selama bertahun-tahun belum memberikan dampak signifikan bagi banyak keluarga. Cak Imin menyebut pertumbuhan makro tidak selalu berbanding lurus dengan kekuatan ekonomi rumah tangga.
Baca Juga: 10 Orang di Indonesia Lebih Kaya dari 114 Juta Penduduk, Hashim: Termasuk Keluarga Saya
"Pertumbuhan dan pemerataan masih berjalan di dua jalur yang berbeda. Makro tumbuh, mikro bertahan,” lanjutnya.
Ia juga menekankan bahwa pendapatan keluarga masih menghadapi tekanan akibat kenaikan kebutuhan yang tidak sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. Menurutnya banyak pekerja, petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil yang belum merasakan peningkatan kesejahteraan meskipun indikator ekonomi nasional menunjukkan perbaikan.
Baca Juga: HT: Bonus Demografi dan Ketimpangan Sosial Jadi Tantangan Indonesia ke Depan
Menko Cak Imin mendefinisikan ketimpangan tersebut sebagai “kemacetan struktural” yaitu kondisi ketika pertumbuhan tidak menetes ke bawah dan hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu.
"Ekonomi tidak menetes dari atas ke bawah, tapi hanya bertahan di kantong-kantong sebagian orang, sementara sebagian lainnya tetap hidup dengan kantong yang kosong," jelasnya.
Hal tersebut disampaikan dalam keynote speech Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 INDEF, dikutip Jumat (21/11). "Kita juga mendapati bahwa 1 persen orang terkaya di negeri ini menguasai hampir 50 persen total kekayaan nasional kita," ujarnya.
Kondisi tersebut diniai menjadi faktor mengapa pertumbuhan ekonomi 5% yang stabil selama bertahun-tahun belum memberikan dampak signifikan bagi banyak keluarga. Cak Imin menyebut pertumbuhan makro tidak selalu berbanding lurus dengan kekuatan ekonomi rumah tangga.
Baca Juga: 10 Orang di Indonesia Lebih Kaya dari 114 Juta Penduduk, Hashim: Termasuk Keluarga Saya
"Pertumbuhan dan pemerataan masih berjalan di dua jalur yang berbeda. Makro tumbuh, mikro bertahan,” lanjutnya.
Ia juga menekankan bahwa pendapatan keluarga masih menghadapi tekanan akibat kenaikan kebutuhan yang tidak sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. Menurutnya banyak pekerja, petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil yang belum merasakan peningkatan kesejahteraan meskipun indikator ekonomi nasional menunjukkan perbaikan.
Baca Juga: HT: Bonus Demografi dan Ketimpangan Sosial Jadi Tantangan Indonesia ke Depan
Menko Cak Imin mendefinisikan ketimpangan tersebut sebagai “kemacetan struktural” yaitu kondisi ketika pertumbuhan tidak menetes ke bawah dan hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu.
"Ekonomi tidak menetes dari atas ke bawah, tapi hanya bertahan di kantong-kantong sebagian orang, sementara sebagian lainnya tetap hidup dengan kantong yang kosong," jelasnya.
(akr)
Lihat Juga :