Heboh Pertalite di SPBU Jawa Timur Tercampur Air, Legislator: Diselidiki, Tak Ada Masalah
Jum'at, 21 November 2025 - 22:51 WIB
loading...
A
A
A
Khilmi juga meminta masyarakat untuk mengambil kesimpulan berdasarkan fakta yang ada. Tidak hanya berdasarkan informasi di media sosial sebelum ada penyelidikan APH. ”Setelah diselidiki ternyata tidak ada masalah. Seharusnya kita tidak mempermasalahkan hal seperti ini,” kata dia.
Kasus Pertalite tercampur air yang heboh tersebut, menurut Khilmi ‘hanya’ terjadi di dua kabupaten di Jawa Timur. Padahal kalau memang terdapat persoalan, harusnya di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga: Pertamina Cek Nyaris 300 SPBU di Jatim, Pastikan Pertalite Sesuai Spesifikasi
“Ini kan barangnya cuma ada dua, impor atau dari kilang Pertamina sendiri. Sedangkan (kasus) ini cuma di dua kabupaten. Nah, kalau BBM Pertamina jelek, maka di seluruh Indonesia kendaraannya akan rusak. Ini kan tidak terjadi,” tegas Khilmi.
Khilmi juga berharap, semua pihak memahami betapa berat tugas Pertamina dalam mendistribusikan BBM ke seluruh wilayah Indonesia. Termasuk dalam menjalankan penugasan BBM Satu Harga. ”Betapa beratnya dia. Kalau dia (Pertamina) dikasih tugas menjual BBM di Jakarta, Semarang atau Surabaya pasti akan lebih mudah,” ucap Khilmi.
Kasus Pertalite tercampur air yang heboh tersebut, menurut Khilmi ‘hanya’ terjadi di dua kabupaten di Jawa Timur. Padahal kalau memang terdapat persoalan, harusnya di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga: Pertamina Cek Nyaris 300 SPBU di Jatim, Pastikan Pertalite Sesuai Spesifikasi
“Ini kan barangnya cuma ada dua, impor atau dari kilang Pertamina sendiri. Sedangkan (kasus) ini cuma di dua kabupaten. Nah, kalau BBM Pertamina jelek, maka di seluruh Indonesia kendaraannya akan rusak. Ini kan tidak terjadi,” tegas Khilmi.
Khilmi juga berharap, semua pihak memahami betapa berat tugas Pertamina dalam mendistribusikan BBM ke seluruh wilayah Indonesia. Termasuk dalam menjalankan penugasan BBM Satu Harga. ”Betapa beratnya dia. Kalau dia (Pertamina) dikasih tugas menjual BBM di Jakarta, Semarang atau Surabaya pasti akan lebih mudah,” ucap Khilmi.
(akr)
Lihat Juga :