Bukan Dihambat, BBM Baru Bobibos Perlu Dukungan Nyata dari Negara

Minggu, 23 November 2025 - 09:37 WIB
loading...
Bukan Dihambat, BBM...
Prof. Jonbi, Guru Besar Teknik Sipil Universitas Pancasila. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Inovasi energi kembali mencuri perhatian dengan kehadiran "Bobibos" (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!). Terlepas dari beragam kontroversi, mengungkap bahwa kondisi ekosistem inovasi di Indonesia masih rapuh dan mendesak perlu dukungan nyata dari seluruh pemangku kepentingan.

Seringkali, inventor baru dihadapkan pada tuntutan untuk menyajikan data uji lengkap, sertifikasi, dan hasil laboratorium, namun tanpa akses yang memadai terhadap pendanaan dan fasilitas. Kondisi yang tidak realistis ini justru menjadi penghambat kemajuan teknologi nasional. Akibat keterbatasan dukungan, banyak inventor mandiri memilih jalur kontroversial untuk menarik perhatian publik, bukan untuk sensasi, melainkan karena minimnya akses dan saluran formal yang tersedia.

"Momentum Bobibos membuka mata kita bahwa ekosistem inovasi di Indonesia masih lemah. Banyak ahli hanya berperan sebagai pengkritik, bukan pendamping. Inovasi tidak bisa hanya diselesaikan dengan opini; harus diuji, dibuktikan, dan disempurnakan bersama," ujar Prof. Jonbi, Guru Besar Teknik Sipil Universitas Pancasila dalam pernyataannya, Minggu (23/11/2025).

Baca Juga: Setara dengan Pertamax Turbo, Ini Fakta Ilmiah Bobibos BBM Buatan Jonggol

Beberapa lembaga negara dinilai memiliki potensi strategis untuk memperkuat fondasi inovasi ini. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diharapkan dapat berperan sebagai pelatih dan pendamping teknologi, sekaligus menjadi rumah bagi proses pengujian dan penyempurnaan inovasi. Sementara itu, Lembaga Energi dan Mineral Gas (LEMIGAS), yang memiliki fasilitas pengujian energi dan migas terbaik di Indonesia, diharapkan dapat menjadi garda depan dalam mendukung dan memvalidasi teknologi energi baru.



Di sisi kebijakan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) didorong untuk bertransformasi dari peran regulator murni menjadi fasilitator aktif. Peran baru ini mencakup penyediaan jalur pengujian dan sertifikasi yang lebih terakses bagi teknologi energi. "Inovasi di sektor energi, tidak akan berkembang hanya melalui regulasi, tetapi memerlukan ruang eksperimen yang difasilitasi negara," kata dia.

Baca Juga: Muncul Produk BBM Baru Bobibos Buatan Anak Bangsa, Dirjen Migas: Belum Disertifikasi

Skema bantuan pemerintah pun dituntut untuk lebih sederhana, aplikatif, dan efektif di lapangan, bukan sekadar formalitas administratif. Dengan dukungan yang komprehensif dan tepat sasaran dari institusi terkait, percepatan perkembangan teknologi Indonesia dapat diwujudkan.

Munculnya Bobibos, menurut dia, menjadi pengingat penting bahwa penguatan ekosistem inovasi tidak dibangun dengan saling meremehkan, melainkan melalui kolaborasi dan saling menguatkan. "Saatnya seluruh elemen bangsa bersinergi mendukung para inventor untuk mendorong kemajuan teknologi Indonesia ke depan," kata dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Hadirkan Beragam Inovasi Engineering Melalui PINDEX 2026
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Dex Series dan Sesuaikan Harga Pertamax Turbo Mulai 1 Juni
LJN Hadirkan Sistem...
LJN Hadirkan Sistem Billing Hasil Inovasi Internal
Harga Energi Global...
Harga Energi Global Melonjak Tajam, BBM LPG dan LNG Alami Tren Kenaikan
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
Suasana SPBU di Jakarta...
Suasana SPBU di Jakarta Usai Harga Pertamax Meroket menjadi Rp16.250 Per Liter
Rekomendasi
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Berita Terkini
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved