Investasi Jabar Meningkat, LPCK Ikut Dorong Pertumbuhan Kawasan Cikarang
Rabu, 26 November 2025 - 14:23 WIB
loading...
A
A
A
Pada sembilan bulan pertama 2025, LPCK mencatat pra penjualan (marketing sales) sebesar Rp1,2 triliun, atau 73% dari target tahunan Rp1,65 triliun. Pencapaian tersebut terutama ditopang oleh penjualan rumah tapak (60%) dan unit komersial (34%), serta kontribusi lahan industri (6%). Total sebanyak 1.154 unit berhasil terjual, didorong oleh peluncuran produk baru Neo Top.
LPCK juga mencatat lonjakan kinerja keuangan pada Kuartal III 2025, dengan pendapatan Rp3,44 triliun, naik 251% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini berasal dari penyerahan rumah tapak, apartemen, ruko, lahan industri, serta pengelolaan kawasan LCC.
Segmen rumah tapak mencatat pertumbuhan sebesar 683%, sementara unit komersial naik 187%. Selain itu, segmen pengelolaan kota menyumbang Rp355 miliar, menegaskan stabilitas pendapatan non properti LPCK. Baca juga: Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Katalis Ekonomi Nasional
Secara keseluruhan, LPCK membukukan laba kotor Rp670 miliar dengan margin 19%, serta EBITDA Rp363 miliar, tumbuh 43% year-on-year dengan EBITDA margin 11%. Angka ini menunjukkan efisiensi operasional yang terjaga di tengah ekspansi yang agresif.
Dengan kombinasi iklim investasi yang positif dan kinerja perusahaan yang solid, LPCK optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan. Sekaligus memperkuat posisi Jawa Barat sebagai episentrum investasi dan pengembangan properti di Indonesia.
LPCK juga mencatat lonjakan kinerja keuangan pada Kuartal III 2025, dengan pendapatan Rp3,44 triliun, naik 251% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini berasal dari penyerahan rumah tapak, apartemen, ruko, lahan industri, serta pengelolaan kawasan LCC.
Segmen rumah tapak mencatat pertumbuhan sebesar 683%, sementara unit komersial naik 187%. Selain itu, segmen pengelolaan kota menyumbang Rp355 miliar, menegaskan stabilitas pendapatan non properti LPCK. Baca juga: Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Katalis Ekonomi Nasional
Secara keseluruhan, LPCK membukukan laba kotor Rp670 miliar dengan margin 19%, serta EBITDA Rp363 miliar, tumbuh 43% year-on-year dengan EBITDA margin 11%. Angka ini menunjukkan efisiensi operasional yang terjaga di tengah ekspansi yang agresif.
Dengan kombinasi iklim investasi yang positif dan kinerja perusahaan yang solid, LPCK optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan. Sekaligus memperkuat posisi Jawa Barat sebagai episentrum investasi dan pengembangan properti di Indonesia.
(poe)
Lihat Juga :